ASPEK-ASPEK PENDIDIKAN ISLAM
Disusun oleh:
1. Maulidah Rahmawati
2. Melia Lusi Apriyani
3. Luh Ayu Nur Rochmah
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
SURAKARTA
2009
BAB I
PENDAHULUAN
Sebelum kita membahas aspek pendidikan kita perlu tahu arti dari belajar. Belajar menurut Reber ysng dikutip oleh Muhibbin Syah, M.Ed ada dua macam definisi, yaitu pertama belajar adalah the proses of acquiring knowledge artinya belajar adalah proses memperoleh pengetahuan. Kedua, belajar adalah a relatively permanent change in respons potentially whice occurs as a result of reinforced practice. Artinya belajar adalah suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relative langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat.
Dalam islam urgensi belajar (menuntut ilmu) disebutkan dalam Al dur’an surat At Taubah:122, yang artinya “… mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka apabila mereka telah kembali kepada-Nya, supaya mereka dapat menjaga dirinya.”
Untuk engindikasikan apakah kegiatan belajar mengajar itu berhasil bias dilihat dari 3 aspek yaitu aspek aqidah (aspek kognitif), aspek ibadah (psikomotor), dan aspek akhlak(afeltif). Hal tersebut akan dibahas pada bab selanjutnya.
BAB II
ASPEK-ASPEK PENDIDIKAN ISLAM
A. Aspek-Aspek Pendidikan Islam
Aspek pendidikan islam ada 3 macam yaitu aspek ibadah, aspek aqidah dan aspek akhlak
1. Aspek Aqidah
Dalam dunia pendidikan aspek aqidah sering disebut dengan aspek kognitif. Muhibbin Syah menatakan (“Psikologi Belajar”.2003.22) Istilah cognitive berasal dari kata cognition yang padanannya knowing, berarti berarti mengetahui. Muhaimin mendefinisikan kata aqidah dalam bukunya (Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. 2004. 305-306), Kata “aqidah” berasal dari bahasa Arab, yang berarti: “ma ‘uqida ‘alaihi wa al-dlamir”, yakni sesuatu yang ditetapkan atau yang diyakini oleh hati dan perasaan (hati nurani); dan berarti “ma tadayyana bihi al-insan wa i’taqadahu”, yakni sesuatu yang dipegangi dan diyakini (kebenarannya) oleh manusia. Dengan demikian secara etimologis, aqidah berarti kepercayaan atau keyakinan yang benar-benar menetap dan melekat di hati manusia.
Dalam arti luas, cognition (kognisi) ialah memperoleh, penataan dan penggunaan pengetahuan. Disebutkan pula, ranah psikologi siswa yang terpenting adalah ranah kognitif. Ranah kejiwaan yang berkedudukan pada otak ini, pada perspektif psikologi, kognitif adalah sumber sekaligus sumber ranah-ranah kejiwaan lainnya, yakni ranah afektif (rasa) dan ranah psikomotor (karsa). (“Psikologi Belajar”.2003.48) dijelaskan pula pada halamn selanjutnya, “upaya pengembangan fungsi ranah kognitif sendiri melainkan juga dalam ranah afektif dan psikomotor” (Psikologi Belajar.2003.51). jadi dapat disimpulkan bahwa aspek aqidah sangat penting karena aspek aqidah sangat mempengaruhi aspek ibadah (afektif) dan aspek akhlak (psikomotor).
Menurut Piaget yang dikutip oleh Drs. Muhaimin (Paradigma Pendidikan Islam.2002.199), membagi proses belajar menjadi tiga tahapan, yaitu asimilasi, akomodasi dan equilibrasi. Dijelaskan pula, asimilasi adalah proses penyatuan (pengitegrasian) informasi baru ke struktur kognisi.
2. Aspek Akhlak
Dalam dunia pendidikan aspek akhlak sering disebut aspek afektif. Muhimin mendefinisikan akhlak (Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. 2003.306), kata “akhlak” (bahasa arab) merupakan bentuk jamak dari kata “khuluq”, yang brarti tabiat, budi pekerti,kebiasaan. Jadi bila kita berbicara tentang afektif, maka kita berbicara tentang sikap dan nilai siswa. Muhibbin Syah (Psikologi Belajar.2003.53) mengatakan keberhasilan pengembangan ranah kognitif tidak hanya akan membuahkan kecakapan kognitif tetapi juga menghasilkan kecakapan ranah afektif. Ia juga mengatakan keberhasilan pengembangan ranah kognitif juga akan berdampak positif terhadap perkembangan ranah afektif. Peningkatan kecakapan afektif ini antara lain, berupa kesadaran beragama yang mantap. Dampak positif lainnya inilah dimilikinya sikap mental keagamaan ysng lebih tegas dan lugas sesuai dengan tuntunan ajaran agama yang telah diilhami dan diyakini secara mendalam.
Dalam Al Qur’an surat Luqman ayat 12-15 menjelaskan tentang tujuan dari pendidikan islam, dalam aspek aqidah yang diterangkan dalam buku Ilmu Pendidikan Islam karya Dra. Hj. Nur Uhbiyati (Ilmu Pendidikan Islam.2005.152) yaitu keyakinan agama, kesadaran moral dan tanggung jawab sosial
a. keyakinan agama
dalam menanamkan keyakinan agama, pesan luqman menekan 3 aspek penting, yaitu:
1) keyakinan tauhid yang sebersih-bersihnya
2) kesadaran akan kemakhlukan kita yang wajib menyukuri segala karunia Tuhan
3) kesadaran bahwa segala gerak gerik kita yang nampak maupun yang tersembunyi tidak lepas dari pengetahuan dan pengawasan Tuhan.
Untuk menumbuhkan, memupuk dan memantapkan keyakinan agama itu, Luqman berpesan kepada anaknya agar mendirikan sholat. Ini berarti melaksanakan ibadah harus dibiasakan semenjak kecil.
Dari kutipan diatas bisa disimpulkan bahwa aspek aqidah sangat mempengaruhi aspek akhlak. Bila diaplikasikan dalam dunia pendidikan yaitu dengan menanamkan pengetahuan (aspek aqidah) maka peserta didik dapat mengerti tentang bagaimana ia menilai suatu perbuatan disekitarnya (aspek akhlak).
b. kesadaran moral
perkembangan kesadaran moral dalam diri anak, sebagaimana dicontohkan oleh Luqman, berpangkal kepada kemampuan membedakan antara yang makruf, yakni hal-hal yang tidak bertetangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai moral dan yang mungkar yakni hal-hal yang mengganggu dan menimbulkan kerusakan pada kehidupan manusia.
c. tanggung jawab sosial
Nana Sudjana ( Ilmu Pendidikan Islam. 2005.153.) mengatakan Tanggung jawab social dapat diwujudkan sikap:
1. berbuat baik dan hormat epada orang lain, lebih-lebih mereka yang berjasa kepada kita seperti orang tua kita sendiri.
2. bergaul dengan baik walaupun dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita
3. tidak berlagak, sombong dan angkuh kepada orang lain.
Setelah dibahas tujuan mengapa kita harus menanamkam aspek akhlak, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana memananmkan aspek tersebut pada diri peserta didik. Dr. Asma Hasan Fahmi mengemukakan cara-cara pendidikan Akhlak yang dikutip oleh Dra. Hj. Nur Uhbiyati (Ilmu Pendidikan Islam.2005.153), adalah sebagai berikut:
1. memberi petunjuk dan pendekatan dengan cara menerangkan mana yang baik dan mana yang buruk, menghafal syair-syair, cerita-cerita dan nasihat-nasihat yang baik, menganjurkan untuk melakukan budi pekerti yang baik dan akhlak yang mulia. Selain itu ketika peserta didik melakukan kesalahan, pendidik harus mengingatkan dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sebijak mungkin sehingga peserta didik paham atas kesalahannya dan tidak melakukan kesalahn yang sama.
2. mempergunakan instink untuk mendidik anak-anak dengan cara:
a. anak-anak suka dipuji dan disanjung untuk memenuhi keinginan instink berkuasa dan ia takut celaan dan cercaan. Maka oleh karena itu kalau anak-anak mengerjakan sesuatu yang baik hendaklan dipuji dan menggemarkan dia melawan hawa nafsu dan menjauhkan diri dari ketamakan, baik yang dalam makanan minuman maupun dalam segala kelezatan pada umumnya, dan menimbulkan kesukaan pada dirinya untuk mengutamakan orang lai atas dirinyasendiri, serta ia dicela kalau menginginkan makanan dan pakaian megah.
b. Mempergunakan instink meniru. Sesuai dengan hai ini para pendidik islam haruslah orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang utama dan berakhlak karena anak-anak akan menuruti jejak gurunya, apa yang dianggap jelek oleh guru, maka jeleklah dalam pandangan anak-anak, sebaliknya apa yang dianggap baik oleh guru, maka baiklah dalam pandangan anak-anak.
c. Memperhatikan instink bermasyarakat. Anak-anak disuruh belajar di tempat-tempat yang sudah ada anak-anak yang lain sesuai dengan instink utuk bermasyarakat yang terdapat dalam dirinya. Apabila instink bermasyarakat ini telah dipenuhi , akan memberi efek dalam segi-segi lain dari kehidupannya, seperti ia akan merasa bangga dengan anak-anak lain yang telah dikenalnya, dan akan membangkitkan semangat apabila ia melihat kemajuan yang telah dicapai oleh kawan-kawannya, sehingga iapun mau bekerja untuk mencapai cita-citanya.
d. Mementingkan pembentukan adapt kebiasaan dan keinginan-keinginan semenjak kecil, seperti membiasakan anak-anak bangun cepat diwaktu pagi, berjalan, bergerak, gerak badan dan naik kuda dan membiasakan tidak membuka anggota badan dan tidak menurunkan tangan, tidak cepat berjalan, tidak memanjangkan rambut, tidak memakai pakaian wanita, tidak meludah dalam majlis, tidak membuang ingus atau menguap didepan orang lain, tidak meletakkan kaki atas kaki yang lain,tidak berbohong, tidak bersumpah baik benar atau bohong dan membiasakan patuh kepada ibu-bapak dan guru-guru.
Sedangkan menurut M.Athiyah Al Abrasyi yang dikutip oleh Dra. Hj. Nur Uhbiyati (Ilmu Pendidikan Islam.2005.155-156), menyatakan metode yang paling tepat untukmenanamkan akhlak kepada anak ada 3 macam yaitu:
a. pendidikan secara langsung, yaitu dengan mempergunakan petunjuk, tuntunan, nasihat, menyebutkan manfaat dan bahaya-bahayanya sesuatu ;dimana pada murid dijelaskan hal-hal yang bermanfaat dan yang tidak,menentukan kepada amal-amal baik, mendorong mereka berbudi pekerti yang tinggi dan menghindari hal-hal tercela. Untuk pendidikan moral ini sering dipergunakan sajak-sajak, syair-syair, oleh karena ia mempunyai gaya musik,ibarat-ibarat yang indah, ritme yang berpengaruh dan kesan yang dalam ditimbulkannya dalam jiwa. Oleh karena itu kita lihat buku-buku islam dalam bidang sastra,sejarah, penuh dengan kata-kata berhikmat, wasiat-wasiat, petunjk-petunjuk berguna. Orang-orang Amerika di Amerika Serikat kini menggunakan cara-cara ini dan di antara kata-kata berhikmat, wasiat-wasiat yang baik dalam bidang pendidikan moral anak-anak, kita sebut sebagai berikut:
sopan-santun adalah warisan yang terbaik
budi pekerti yang baik adalah teman sejati
mencapai kata mufakat adalah pemimpinan yang terbaik
ijtihad adalah perdagangan yang menguntungkan
akal adalah harta paling bermanfaat
tidak ada bencana yang lebih besar dari kejahilan
tidak ada kawan yang lebih buruk dari mengagungkan diri sendiri
b. pendidikan akhlak secara tidak langsung, yaitu dengan jalan sugesti seperti mendiktekan sajak-sajak yang mengandung hikmat kepada anak-anak memberikan nasihat-nasihat dan berita-berita berharga, mencegah mereka membaca sajak-sajak yang kosong termasuk yang menggugah soal-soal cinta dan pelakon-pelakonnya. Tidaklah mengherankan, karena ahli-ahli pendidik dalam islam yakin akan pengaruh kata-kata berhikmat, asihat-nasihat dan kisah-kisah nyata itu dalam pendidikan akhlak anak-anak. Karena kata-kata mutiara itu dapat dianggap sebagai sugesti dari luar. Didalam ilmu jiwa (psikologi) kita buktikan bahwa sajak-sajak itu sangat berpengaruh dalam pendidikan anak-anak, mereka membenarkan apa yang didengarkya dan mempercayai sekali apa yang mereka baca dalam buku-buku pelajarannya. Sajak-sajak, kata-kata berhikmat dan wasiat-wasiat tentang budi pekerti itu sangat berpengaruh terhadap mereka. Juga seorang guru dapat menyugestikan kepada anak-anak beberapa contoh pekerjaan, adil dalam menimbang begitu pula sifat suka terus terang, berani dan ikhlas.
c. Mengambil manfaat daru kecenderungan dan pembawaab anak-anak-anak dalam rangka pendidikan akhlak. Sebagai contoh mereka memiliki kesenangan meniru ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan, gerak-gerik orang-orang yang berhubungan erat dengan mereka. Oleh karena itu maka filosof-filosof islam mengharapkan dari setiap guru supaya mereka itu berhias dengan akhlak yang baik, mulia dan menghindari setiap yang tercela.
3. Aspek Ibadah
Dalam dunia pendidikan aspek ibadah sering disebut dengan aspek psikomotorik. Muhibbin Syah, M.Ed (Psikologi Belajar.2003.54). mendefinisikan kecakapan psikomotor ialah segala amal jasmaniah yang konkret dan mudah diamati baik kuantitasnya maupun kualitasnya, karena sifatnya yang terbuka. Muhibbin Syah, M.Ed. (Psikologi Pendidikan. 2003. 54) berpendapat keberhasilan pengembangan ranah kognitif juga akan berdampak positif terhadap perkembangan ranah psikomotorik Dijelaskan pula oleh Dr. Nana Sudjana (Dasar-Dasar Proses Belajar. 2005.54.), seseorang yang berubah tigkat kognisinya sebenarnya dalam kadar tertentu telah berubah pula perilakunya. Muhaimin berpendapat dalam bukunya (Paradigma Pendidikan islam. 2002. 169), Pembelajaran PAI justru harus dikembangkan kea rah proses internalisasi nilai (afektif) yang dibarengi dengan aspek kognitif sehingga timbul dorongan yang sangat kuat untuk mengamalkan dan mentaati pelajaran dan nilai-nilai dasar agama yang telah terinternalisasikan dalam diri peserta didik (psikomotori). Dari pernyataan tersebut dapat dismpulkan bahwa keberhasilan guru dalam mendidik peserta didik dapat dilihat dari aspek psikomotor yaitu bias atau tidakkah peserta didik itu mengaplikasikan mata pelajaran yang diberikan oleh guru kedalam tingkah laku ehidupan sehari-hari.
BAB III
PENUTUP
Dari paparan diatas dapat disimpulkan dengan skema:
Penjelasan:
Untuk mengembangkan fungsi kognitif, diperlukan proses belajar-mengajar. Dalam proses tersebut dapat yang dapat diupayakan pendidik adalah:
1. proses Belajar-mengajar (PMB) memahami, meyakini dan mengaplikasikan isi dan nilai materi pelajaran.
2. Proses Belajar-Mengajar (PMB) memecahkan mesalah dengan mengaplikasikan isi dan nilai meteri pelajaran
Hasil dari proses tersebut dibagi menjadi 3 aspek yaitu, kecakapan kognitif (aqidah), kecakapan psikomotor (ibadah) dan aspek afektif (akhlak). Bila aspek-aspek tersebut terpenuhi akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Minggu, 01 November 2009
psikologi perkembangan
PERMASALAHAN SEPUTAR PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 6-12 TAHUN DAN PENANGANANNYA ATAU PEMECAHAN MASALAHNYA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Perkembangan
Dosen Pengampu : Fetty Ernawati, S.Psi, M.Pd
Disusun oleh:
Setya Setyawan
NIM: 30.08.3.1.149
JURUSAN TARBIYAH/PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SURAKARTA
2009
Perkembangan Psikologi Anak dalam Kehidupan Sosial
Perkembangan Psikologi Anak Dalam Kehidupan Sosial
Perbedaan fase perkembangan status sosial di dunia anak-anak dalam persahabatan dan mendapatkan kawan bermain di lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah, berbeda dengan pengertian persahabatan yang terjadi pada orang dewasa, untuk orang dewasa persahabatan adalah suatu ikatan relasi dengan orang lain, di mana kepercayaan, pengertian, pengorbanan dan saling membantu satu sama lainnya akan terjalin dalam periode yang lama, sedangkan di dunia anak-anak tidak seperti halnya yang terjadi pada orang dewasa, di dunia anak-anak persahabatan terjalin tidak untuk waktu yang lama, terkadang bila terjadi masalah yang kecil saja, jalinan persahabatan tersebut akan terputus.
Ada dua metode penelitian untuk mengetahui arti persahabatan dan kawan bermain di dalam dunia anak-anak :
1. Dengan cara kita mengajukan beberapa pertanyaan, seperti ;
Siapa teman dekatmu ? kenapa dia ? apa yang kamu senangi dari dia ?
2. Dengan cara kita bercerita tentang persahabatan, kemudian kedua orang sahabat tersebut bertengkar karena mereka tidak dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik.
Fase Pertama ;
- Teman untuk bermain
Teman bermain untuk usia anak antara 5 sampai 7 tahun.
Bagi mereka, teman adalah seseorang yang mempunyai mainan yang menarik yang tempat tinggalnya dekat di sekitar mereka, dan mereka mempunyai ketertarikkan yang sama.
Kepribadian dari teman tersebut tidak menjadi masalah, yang terpenting bagi mereka adalah kegiatan dan mainan apa yang mereka miliki, persahabatan mereka akan terputus apabila salah seorang dari anak tersebut tidak mau bermain lagi dengan anak lainnya karena kejenuhan dan kebosanan, persahabatan mereka akan secepat mungkin terputus dan terbina kembali begitu saja.
Fase Kedua
- Teman untuk bersama
Teman bermain dan membangun kepercayaan, untuk usia anak antara 8 sampai 10 tahun.Dalam fase ini seorang anak untuk mendapatkan teman tidak segampang anak pada fase pertama, karena mereka harus ada kemauan berteman dari kedua belah pihak.
Mereka tidak akan mau berteman lagi setelah di antara mereka timbul masalah, seperti ;
- Salah seorang di antara mereka ada yang melanggar janji ;
- Salah seorang di antara mereka ada yang terkena gosip ;
- Salah seorang di antara mereka tidak mau membantu, disaat temannya tersebut membutuhkan pertolongan.
Fase Ketiga
- Persahabatan yang penuh dengan saling pengertian
Terjadi pada anak usia 11 sampai 15 tahun, bagi mereka arti teman tidak hanya sekedar untuk bermain saja, di sini seorang teman harus juga bisa berfungsi sebagai tempat berbagi pikiran, perasaan dan pengertian.
Pada fase ini persahabatan memasuki stadium yang sangat pribadi, karena pada umumnya mereka sedang mengalami masa puber dengan permasalahan psikologis seperti ; depresi, rasa takut, problem di rumah, atau problem keuangan yang terjadi pada mereka, biasanya mereka lebih tahu permasalahan psikologis tersebut dibandingkan dengan orang tua mereka sendiri.
Persahabatan pada fase ini bisa berubah seiring dengan berjalannya usia mereka, dari sekedar teman bermain, kemudian berkembang menjadi teman berbagi kepercayaan dan teman berbagi emosi.
- Populer atau Tidak Populer dan Apa Akibatnya
Di dalam lingkungan sekolah dasar, biasanya ada anak yang populer dan tidak populer, baik anak tersebut lebih menonjol karena kepintaranya atau pun karena hal yang lainnya.
Mereka mendapat perhatian lebih, seperti selalu diundang dan hadir di pesta ulang tahun temannya sedangkan yang tidak populer tidak pernah diundang.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang hubungan sosial anak populer dan tidak populer di dalam kelas, seorang guru atau kita, dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka,
Dengan cara tersebut, pada akhirnya kita bisa membedakan perkembangan anak-anak secara berurutan, seperti ;
1. Anak-anak yang menyandang bintang sosiometris
Bintang sosiometris, artinya mereka paling banyak disebut sisi positifnya dari pada sisi negatifnya, biasanya mereka disenangi dan diakui oleh teman-temannya sedikit dari mereka yang menyandang bintang sosiometris ini merasa terasingkan.
2. Anak-anak yang biasa
Biasanya mereka tidak begitu populer dibandingkan dengan bintang sosiometris, tetapi mereka lebih banyak disebut sisi positifnya dan sedikit disebut sisi negatifnya.
3. Anak-anak yang terisolir
Biasanya mereka tidak disebut sisi positifnya dan juga tidak disebut sisi negatifnya, sepertinya anak terisolir tersebut tidak terlihat oleh teman-temannya.
4. Anak-anak yang terasingkan
Biasanya mereka oleh anak-anak yang lain diasingkan dan tidak diakui sebagai teman, mereka biasanya sedikit sekali disebut sisi positifnya dan lebih banyak disebut sisi negatifnya.
Dari urutan-urutan di atas, kita sebagai orang tua harus cepat tanggap dan tidak ragu untuk bertanya kepada guru di sekolah, bagaimana perkembangan psikologi anak di lingkungan sekolah, hal tersebut dilakukan untuk membandingkan perkembangan psikologi anak di lingkungan rumah dan di lingkungan sekolah, supaya kita dapat secepatnya menelusuri dan mengetahui apakah anak kita mempunyai masalah dalam dirinya yang tidak berani diungkapkan kepada kita sebagai orang tuanya dan kita bisa dengan cepat menangani serta membantu memecahkan masalah si anak tersebut, sebelum masalah anak tersebut terlanjur merubah sifat dan karekter si anak.
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi dalam status sosial anak
1. Cara orang tua mendidik dan membina anak
Orang tua yang mendidik anak dengan cara bertahap dalam menjelaskan sesuatu hal, dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, biasanya anak-anak mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mereka akan mudah dalam mengembangkan hubungan sosialnya.
Lain halnya dengan anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang secara penuh dan mereka dididik oleh orang tuanya dengan cara kasar serta mendapatkan peristiwa yang membuat anak tersebut trauma, maka kita bisa dengan jelas melihat perbedaan yang mencolok, biasanya anak tersebut sulit dikendalikan dan memiliki masalah, mereka tidak akan mudah membina hubungan sosial dan sulit membina persahabatan dengan anak lainnya.
2. Urutan kelahiran
Urutan kelahiran, mempengaruhi juga dalam status sosial anak, karena biasanya anak yang paling muda lebih populer dan terbiasa dengan negoisasi dari pada saudara-saudaranya.
3. Kecakapan dan keterampilan mengambil peran
Biasanya anak-anak populer memiliki kecakapan dan keterampilan dalam mengambil apa pun posisi peran dan posisi peran tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik.
4. Nama
Nama yang dapat diasosiasikan dengan sesuatu hal, dapat membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan sosial psikologi anak. karena anak-anak masih sangat kongkrit dalam menyatakan sesuatu hal, akibatnya anak tersebut merasa rendah diri dan tersudut apabila anak-anak yang lain mencemoohkan karena namanya dapat diasosiasikan dengan sesuatu hal.
5 Daya tarik
Anak-anak yang memiliki daya tarik tersendiri, biasanya selalu populer daripada anak yang kurang memiliki daya tarik. Anak-anak yang berumur 3 tahun, sudah bisa membedakan mana anak-anak yang menarik dan mana anak-anak yang kurang menarik, reaksi ketertarikkannya hampir sama dengan orang dewasa.
6. Perilaku
Tidak semua anak yang menarik menjadi populer karena masih banyak faktor lainnya yang bisa mempengaruhi katagori populer. Perilaku yang membuat anak populer, antara lain ; ramah tamah, mempunyai rasa simpati, tidak agresif, bisa berkerja sama, suka menolong, suka memberikan masukkan atau komentar yang positif, dan lain-lain.
Beberapa problem pada anak-anak yang terasingkan, antara lain ;
- secara terbuka mereka diasingkan
- sering terlibat dalam hal-hal kejadian interaksi yang negatif
- mempunyai masalah perilaku
- sering memperlihatkan perilaku agresif
- mempunyai status negatif yang stabil
- sering bermasalah di sekolah
Secara umum anak-anak yang terasingkan, berreaksi dengan dua cara :
1. Menarik diri
Biasanya mereka menarik diri dari kontak dengan yang lain, mereka sebetulnya ingin main dengan anak-anak lainnya, tetapi mereka diacuhkan dan diabaikan keberadaannya, malahan mereka mengejeknya seperti dengan sebutan “professor” karena anak tersebut memakai kacamata, maka dari itu mereka selalu menhindar dari anak-anak lainnya, di rumah biasanya mereka juga pendiam dan selama mungkin tinggal di kamarnya dengan membaca komik atau mendengarkan musik, kepada orang tuanya mereka beralasan tidak suka main di luar.
2. Perilaku anti sosial
Biasanya mereka sulit untuk diatur, padahal anak-anak lainnya tidak suka dengan perilakunya.
DAFTAR PUSTAKA
Kartono, K. 1985. Teori Kepribadian. Bandung : Alumni.
_________. 1992. Bimbingan Bagi Anak dan Remaja yang Bermasalah. Jakarta : Rajawali Press.
Kasijan. 1987. Psikologi Pendidikan I. Surabaya : PT. Bina Ilmu.
Gunarsa, S.D. 1985. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : BPK Gunung Mulia.
Pasaribu dan Simanjuntak. 1988. Psikologi Perkembangan. Bandung : Transito.
Purwanto, N. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosda Karya
Bermain dan Bersosialisasi untuk Tumbuh Kembang Optimal
By Republika Newsroom
Rabu, 05 November 2008 pukul 10:16:00
DOK REP/TEGUH
AKTIF: Hindari anak terlalu sering bermain games dan mengunjungi mal. Beri anak kegiatan yang lebih bermanfaat. Outbond salah satu alternatif anak belajar keberanian dan pertemanan.
JAKARTA-- Kebiasaan anak-anak terutama di daerah perkotaan untuk selalu mengunjungi mal atau bermain games kurang mendukung proses tumbuh kembang. Pasalnya, anak-anak menjadi terbiasa melakukan kegiatan yang bersifat individual dan menjadi kurang rutin melakukan kegiatan kolektif atau sosial.
Padahal untuk membantu perkembangan sosialisasi mereka, diperlukan kegiatan berkelompok yang dilakukan dengan teman sebaya. Hal itu diungkapkan Psikolog Anak, Lina Muksin ketika mengomentari terbiasanya anak-anak kota main ke mal atau bermain games dan kurang melakukan kegiatan bersama di Jakarta, Rabu (5/11).
Lina mengatakan pada usia 6-12 tahun merupakan masa-masa emas bagi perkembangan sosial anak-anak. Orangtua perlu memberikan sarana untuk anak berolah fisik sekaligus bersosialisasi dengan teman sebaya.
Dia menyambut baik kegiatan festival "Kunci Emas Taro" yang diselenggarakan PT Unilever Indonesia untuk mendukung aktivitas anak.
"Melalui kegiatan berpetualang, maka anak-anak mendapat peluang untuk berimajinasi, berkreasi serta berkompetisi," kata Lina.
Acara" Festival Kunci Emas Taro" diselenggarakan di Stadion Manahan Solo bagi anak-anak berusia tujuh hingga 12 tahun. Mereka bisa mengikuti berbagai kegiatan mulai seperti rally sepeda berhias, sehingga misalnya anak-anak menjadi dibiasakan untuk bersaing dengan teman-teman sebaya. Mereka diajarkan untuk mengatur strategi memenangkan persaingan sambil membangun sikap toleransi.
Sementara itu, Brand Manager Taro Amalia Sarah Santi mengatakan PT Unilever Indonesia sangat ingin berpartisipasi dalam program tumbuh kembangnya anak-anak Indonesia.
"Anak-anak bisa berinteraksi dengan teman-teman sebaya mereka sehingga melalui Festival Kunci Emas Taro ini, anak-anak bisa berpetualang dan menyalurkan kreativitas mereka," kata Amalsia. (ant/ri)
Perkembangan Sosial pada Masa Anak-Anak Akhir
Oleh WamgMuba pada 22.Feb, 2009, dalam ARTIKEL, Materi Psikologi, Psikologi Perkembangan.
I. MAKNA PERKEMBANGAN SOSIAL
Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Menjadi orang yang mampu bersosialisasi (sozialed), memerlukan tiga proses. Dimana masing-masing proses tersebut terpisah dan sangat berbeda satu sama lain, tetapi saling berkaitan, sehingga kegagalan dalam satu proses akan menurunkan kadar sosialisasi individu. Menurut Hurlock (1996) tiga proses dalam perkembabangan sosial adalah sbb:
Berprilaku dapat diterima secara sosial
Setiap kelompok sosial mempunyai standar bagi para anggotanya tentang prilaku yang dapat diterima. Untuk dapat bersosialisasi, seseorang tidak hanya harus mengetahui prilaku yang dapat diterima, tetapi mereka juga harus menyesuaikan prilakunya sehingga ia bisa diterima sebagain dari masyarakat atau lingkungan sosial tersebut.
Memainkan peran di lingkungan sosialnya
Setiap kelompok sosial mempunyai pola kebiasaan yang telah ditentukan dengan seksama oleh para anggotanya dan setiap anggota dituntut untuk dapat memenuhi tuntutan yang diberikan kelompoknya.
Memiliki Sikap yang positif terhadap kelompok Sosialnya
Untuk dapat bersosialisasi dengan baik, seseorang harus menyukai orang yang menjadi kelompok dan aktifitas sosialnya. Jika seseorang disenangi berarti, ia berhasil dalam penyesuaian sosial dan diterima sebagai anggota kelompok sosial tempat mereka menggabungkan diri.
II. ESENSI SOSIALISASI PADA ANAK
Sikap anak-anak terhadap orang lain dalam bergaul sebagian besar akan sangat tergantung pada pengalaman belajarnya selama tahun-tahun awal kehidupan, yang merupakan masa pembentukan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Maka ada empat faktor yang mempengaruhinya :
Pertama, kesempatan yang penuh untuk bersosialisasi adalah penting bagi anak-anak, karena ia tidak dapat belajar hidup bersosialisasi jika kesempatan tidak dioptimalkan. Tahun demi tahun mereka semakin membutuhkan ksempatan untuk bergaul dengan banyak orang, jadi tidak hanya dengan anak yang umur dan tingkat perkembangannya sama, tetapi juga dengan orang dewasa yang umur dan lingkungannya yang berbeda.
Kedua, dalam keadaan bersama, anak tidak hanya harus mampu berkomunikasi dalam kata-kata yang dapat dimengerti orang lain, tetapi juga harus mampu berbicara tentang topik yang dapat dipahami dan dapat menceritakannya secara menarik kepada orang lain. Perkembangan bicara merupakan hal yang terpenting bagi perkembangan sosialisasi anak.
Ketiga, anak akan belajar bersosialisasi jika mereka mempunyai motivasi untuk melakukannya. Motivasi ini sangat bergantung pada tingkat kepuasaan yang diberikan kelompok sosialnya kepada anak. Jika mereka memperoleh kesenangan melalui hubungan dengan orang lain, mereka akan mengulangi hubungan tersebut.
Keempat, metode belajar yang efektif dengan bimbingan yang tepat adalah penting. Dengan metode coba ralat, anak akan mempelajari beberapa perilaku yang penting bagi perilaku sosialnya.
III. MASA KANAK-KANAK AKHIR
Akhir masa anak-anak (Late childhood) berlangsung pada usia 6 tahun hingga tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada masa awal dan masa akhir anak-anak ditandai oleh kondisi yang sangat mempengaruhi perkembangan sosial anak.
Permulaan masa akhir anak-anak ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu Sekolah Dasar. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupannya, juga bagi yang pernah mengalami situasi Pra Sekolah. Sementara untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan bagi sebagian anak terasa sulit, karena kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang; anak mengalami gangguan emosional, sehingga sulit untuk dapat bekerja sama. Oleh karena itu, masuk kelas satu merupakan peristiwa penting yang sangat menentukan bagi perkembangan sosialnya sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, prilaku dan nilai bagi anak.
Tibanya akhir masa anak-anak sulit untuk diketahui secara tepat kapan periode ini berakhir, karena kematangan seksual sebagai kriteria yang digunakan untuk memisahkan masa anak-anak dan pubertas timbulnya tidak selalu sama pada setiap anak. Salah satu penyebabnya adalah karena perbedaan kematangan seksual. Biasanya anak laki-laki mengalami masa anak-anak lebih lama dibandigkan anak perempuan. Secara umum anak perempuan masa akhir anak-anak berlangsung antara usia 6 – 12 tahun berarti rentang waktunya sekitar 6 tahun. Sedangkan bagi anak laki-laki berlangsung antara 6 – 16 tahun, berarti rentang waktu sekitar 8 tahun.
IV. PERKEMBANGAN SOSIAL AKHIR MASA ANAK-ANAK
A. Sosialisasi Dengan Anggota Keluarga
Ketika seseorang memasuki usia akhir masa anak-anak maka biasanya para orang tua mulai memberikam waktunya yang lebih sedikit. Menurut suatu investivigasi tentang banyaknya waktu yang digunakan orang tua bersama anak, maka waktu yang dihabiskan oleh orang tua untuk mengasuh, mengajar, berbicara dan bermain dengan anak-anak yang telah memasuki masa akhir kurang dari setengah waktu yang dihabiskan ketika anak masih lebih kecil (Hill & Stafford, 1980). Pada umumnya anak-anak pada masa akhir, lebih diarahkan dalam mengerjakan tugas-tugas sederhana secara sendiri. Misalnya pekerjaan-pekerjaan membersihkan kamar, membersihkan dapur, dll. Selain dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti itu menyebabkan interaksi dengan orang tua menjadi berkurang.
Perubahan-perubahan pada kehidupan orang tua seperti, kedua orang tua yang bekerja, perceraian, single parent, sangat mempengaruhi hakekat interaksi orang tua dengan anak pada masa akhir anak-anak. Ketika tuntutan pengasuhan mulai berkurang biasanya para ibu akan lebih memilih kembali karir atau memulai suatu kegiatan baru. Hal ini menyebabkan waktu yang harusnya lebih diberikan untuk membimbing dan mengasuh anak malah digunakan untuk kegiatan pengembangan karir khususnya bagi para ibu.
B. Sosialisasi Di Sekolah
Akhir masa anak-anak sering disebut sebagai ”usia berkelompok”, (gang) karena pada masa ini ditandai dengan adanya minat terhadap aktivitas teman-teman dan meningkatnya keinginan yang kuat untuk diterima sebagai anggota kelompok di sekolahnya. Ia merasa tidak puas bila tidak bersama teman-temannya. Anak tidak lagi puas bermain sendiri di rumah atau dengan saudara kandung atau melakukan kegiatan dengan angota keluarga. Anak ingin bermain bersama teman-teman sekolahnya dan akan merasa kesepian serta tidak puas bila tidak bersama teman-temannya tersebut.
Sosialisasi anak di sekolah pada umumnya terjadi atas dasar interest dan aktvitas bersama. Hubungan persahabatan dan hubungan peer group di sekolah bersifat timbal balik dan biasanya diantara sesama anggota kelompok ada saling pengertian, saling membantu, saling percaya dan saling menghargai serta menerima satu sama lain.
C. Sosialisasi Dengan Teman Sebaya
Selama masa pertengahan dan akhir, biasanya anak lebih banyak meluangkan waktunya dalam berinterkasi dengan teman sebaya. Dalam suatu investivigasi, diketahui bahwa waktu yang digunakan untuk anak-anak berinteraksi dengan teman sebayanya sebanyak 40 persen pertahun (Baker & Wright, 1951). Episode bersama teman sebaya berjumlah 299 hari sekolah.
Apa yang dilakukan bersama teman-temannya? dalam suatu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui tentang bagaimana aktivitas anak, diketahui bahwa umumnya anak-anak masa akhir melakukan kegiatan olahraga, jalan-jalan, permainan dan sosialisasi yang merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan. Pada saat mereka melakukan kegiatan biasanya anggota kelompok terdiri dari teman yang sama jenis kelaminya daripada diantara anak-anak yang berbeda jenis kelaminnya.
Pada masa akhir anak-anak mereka telah menjalin persahabatan dengan teman sebaya dan mulai memasuki usia gang, yaitu usaha yang pada saat itu kesadaran sosial berkembang pesat dan telah menjadi pribadi sosial yang merupakan salah salah satu tugas perkembangan yang utama dalam periode ini.
MASA PERIODISASI ANAK
Posted on November 19th, 2008 in Psikologi Anak by Fitri
Masa Periodisasi anak
Setiap orang akan mengalami periodisasi dalam perkembangannya, begitu juga sebaliknya perkembangan masa anak-anak akan mengalami periodisasi dari mulai lahir, bicara dan mulai merangkak. Menurut Munandar (1985), ditinjau dari sudut psikologi masa anak dibagi menjadi : a) Masa bayi, yaitu sejak lahir sampai akhir tahun kedua. b) Masa anak awal atau masa kanak-kanak, yaitu permulaan tahun ketiga sampai usia 6 tahun. Masa ini disebut pula masa anak prasekolah. c) Masa anak lanjut atau masa anak sekolah, yaitu dari usia 6-12 tahun atau 13 tahun, masa ini disebut pula masa anak usia sekolah dasar pada usia ini biasanya anak duduk di sekolah dasar. d) Masa remaja, yaitu dari usia 13-18 tahun.
Hurlock (1990), membagi periodisasi masa anak menjadi dua, yaitu : early childhood pada usia 2-6 tahun dan late childhood pada usia 6 -12 tahun, sedangkan usia 0-1 tahun merupakan masa bayi, dimana pada masing-masing periode mempunyai ciri-ciri yang dapat membedakan pengertian anak dengan orang dewasa. Lebih lanjut lagi Havighust (dalam Kasiram, 1994), membagi masa anak menjadi dua juga, yaitu : 1-6 tahun sebagai masa kanak-kanak (infancy dan early childhood), dan usia 6-12 tahun yang merupakan masa sekolah atau periode intelektual (middle childhood).
Rujukan Buku :
Hurlock, Elizabeth B., 1973. Adolescent Development. Tokyo: Mc Graw-Hill Kogakusha Ltd,
Hurlock, Elizabeth B., 1976 Developmental Psychology New Delhi: Tata Mc Graw-Hill Publishing Company Ltd,
Bibliografi
Author : ASTRID, KLARA; Pandia, Weny Safitri Sembiring (advisor)
Topik: Honeschooling ; Penyesuaian social
Penerbit: Unika Atma Jaya Tempat Terbit: Jakarta Tahun Terbit: 2008
Abstract
Penyesuaian sosial merupakan suatu proses yang berlangsung seumur hidup
dan dilakukan oleh setiap individu agar dapat berperan dan berfungsi di dalam
kehidupannya. Dengan demikian, penyesuaian sosial penting untuk diperhatikan,
terutama pada usia 6-12 tahun agar anak dapat memenuhi tugas
perkembangannya. Pada tugas perkembangan tersebut, anak tidak hanya dituntut
untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga, namun juga dengan
lingkungan teman sebaya dan lingkungan sekolah.
Dengan mengikuti homeschooling, dimana sebagian besar kegiatan belajar
mengajar dilakukan di rumah, kesempatan anak untuk bersosialisasi dengan teman
sebaya baik dari segi waktu maupun jumlah menjadi terbatas. Di sisi lain, dengan
metode homeschool yang fleksibel, mereka dapat mengikuti sejumlah aktivitas
tambahan di luar aktivitas homeschool sehingga kebutuhan untuk bersosialisasi
dengan teman sebaya yang merupakan tugas perkembangannya dapat terpenuhi.
Oleh karena jumlah homeschooling di Indonesia semakin meningkat, maka
permasalahan yang dianggap sebagai kelemahan homeschooling menjadi sangat
menarik untuk diteliti, yaitu penyesuaian sosial dengan teman sebaya yang
merupakan tugas perkembangan anak usia 6-12 tahun.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk
mengetahui gambaran penyesuaian sosial anak usia 6-12 tahun yang mengikuti
homeschooling di Jakarta dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan kuesioner
yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan alat ukur Social Adjustment Scale–
Self Report dari Weissman (2002) dan kriteria penyesuaian sosial menurut Scott
dan Scott (1998).Data hasil penelitian ini diperoleh dari 60 subjek penelitian yang diolah
menggunakan teknik statistik deskripstif. Dari hasil penelitian ini, diperoleh
kesimpulan bahwa penyesuaian sosial pada anak usia 6-12 tahun yang mengikuti
homeschooling di Jakarta dan sekitarnya tergolong sedang. Dengan demikian,
anak usia 6-12 tahun yang mengikuti homeschooling di Jakarta dan sekitarnya
tidak mengalami kesulitan dalam melakukan penyesuaian sosial dengan teman
sebaya. Hal ini dikarenakan adanya keterlibatan orangtua dalam proses belajar
mereka dan sejumlah aktivitas di luar homeschooling yang mampu memfasilitasi
kebutuhan mereka dalam berinteraksi dengan teman sebaya.
Saran praktis yang diberikan kepada para pelaku homeschooling di Jakarta dan
sekitarnya agar lebih memperhatikan prinsip dasar homeschooling serta kelebihan
maupun kekurangannya untuk disesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak,
sehingga potensi anak dapat berkembang dengan maksimal.
ANALISA
Anak adalah makhluk sosial seperti juga orang dewasa. Anak membutuhkan orang lain untuk membantu mengembangkan kemampuannya, karena anak lahir dengan segala kelemahan sehimgga tanpa orang lain anak tidak akan mungkin dapat mencapai taraf kemanusiaan yang baik. Menurut John Locke (Dalam Gunarsa, 1986)anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan.Dalam perkenbangan social anak untuk dapat bersosialisasi harus mengalami suatu proses, Hurlock(1996).Dalam proses perkembangan manusia dijumpai beberapa tahapan atau fase dalam perkembangan, antara fase yang satu dengan fase yang lain selalu berhubungan dan mempengaruhi serta memiliki cirri-ciri yang relative sama pada setiap anak. Disamping itu juga perkembangan manusia tersebut tidak terlepas dari proses pertumbuhan, keduanya akan selalu berkaitan. Apabila pertumbuhan sel-sel otak anak semakin bertambah, maka kemampuan intelektualnya juga akan berkembang. Proses perkembangan tersebut tidak hanya terbatas perkembangan fisik, melainkan juga pada perkembangan psikis.
Dalam perkembangan sosial anak seharusnya orang tua bersisialisasi dengan anak karena ketika seseorang memasuki usia akhir masa anak-anak biasanya para orang tua mulai memberikan waktunya yang lebih sedikit. Menurut suatu investivigasi tentang banyaknya waktu yang digunakan orang tua bersama anak, maka waktu yang dihabiskan oleh orang tua untuk mengasuh, mengajar, berbicara dan bermain dengan anak-anak yang telah memasuki masa akhir kurang dari setengah waktu yang dihabiskan ketika anak masih lebih kecil (Hill & Stafford, 1980). Pada umumnya anak-anak pada masa akhir, lebih diarahkan dalam mengerjakan tugas-tugas sederhana secara sendiri. Kemudian anak perlu bersosialisasi dalam sekolah karena sosialisasi anak di sekolah pada umumnya terjadi atas dasar interest dan aktvitas bersama. Hubungan persahabatan dan hubungan peer group di sekolah bersifat timbal balik dan biasanya diantara sesama anggota kelompok ada saling pengertian, saling membantu, saling percaya dan saling menghargai serta menerima satu sama lain.Selanjutnya perkembangan sosial anak tidak lepas dari sosialisasi teman sebaya karena selama masa pertengahan dan akhir, biasanya anak lebih banyak meluangkan waktunya dalam berinterkasi dengan teman sebaya misal dengan berpetualang dan lain sebagainya. Dalam suatu investivigasi, diketahui bahwa waktu yang digunakan untuk anak-anak berinteraksi dengan teman sebayanya sebanyak 40 persen pertahun (Baker & Wright, 1951).
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam perkembangan sosial anak membutuhkan pemeliharaan, kasih sayamg, dan tempat bagi perkembangannya terutama dalam lingkungan keluarga karena anak juga mempunyai perasaan,pikiran,kehendak sendiri yang semua itu merupakan totalitas psikis dan sifat-sifat serta struktur yang berlainan pada masa anak-anak.
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Perkembangan
Dosen Pengampu : Fetty Ernawati, S.Psi, M.Pd
Disusun oleh:
Setya Setyawan
NIM: 30.08.3.1.149
JURUSAN TARBIYAH/PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SURAKARTA
2009
Perkembangan Psikologi Anak dalam Kehidupan Sosial
Perkembangan Psikologi Anak Dalam Kehidupan Sosial
Perbedaan fase perkembangan status sosial di dunia anak-anak dalam persahabatan dan mendapatkan kawan bermain di lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah, berbeda dengan pengertian persahabatan yang terjadi pada orang dewasa, untuk orang dewasa persahabatan adalah suatu ikatan relasi dengan orang lain, di mana kepercayaan, pengertian, pengorbanan dan saling membantu satu sama lainnya akan terjalin dalam periode yang lama, sedangkan di dunia anak-anak tidak seperti halnya yang terjadi pada orang dewasa, di dunia anak-anak persahabatan terjalin tidak untuk waktu yang lama, terkadang bila terjadi masalah yang kecil saja, jalinan persahabatan tersebut akan terputus.
Ada dua metode penelitian untuk mengetahui arti persahabatan dan kawan bermain di dalam dunia anak-anak :
1. Dengan cara kita mengajukan beberapa pertanyaan, seperti ;
Siapa teman dekatmu ? kenapa dia ? apa yang kamu senangi dari dia ?
2. Dengan cara kita bercerita tentang persahabatan, kemudian kedua orang sahabat tersebut bertengkar karena mereka tidak dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik.
Fase Pertama ;
- Teman untuk bermain
Teman bermain untuk usia anak antara 5 sampai 7 tahun.
Bagi mereka, teman adalah seseorang yang mempunyai mainan yang menarik yang tempat tinggalnya dekat di sekitar mereka, dan mereka mempunyai ketertarikkan yang sama.
Kepribadian dari teman tersebut tidak menjadi masalah, yang terpenting bagi mereka adalah kegiatan dan mainan apa yang mereka miliki, persahabatan mereka akan terputus apabila salah seorang dari anak tersebut tidak mau bermain lagi dengan anak lainnya karena kejenuhan dan kebosanan, persahabatan mereka akan secepat mungkin terputus dan terbina kembali begitu saja.
Fase Kedua
- Teman untuk bersama
Teman bermain dan membangun kepercayaan, untuk usia anak antara 8 sampai 10 tahun.Dalam fase ini seorang anak untuk mendapatkan teman tidak segampang anak pada fase pertama, karena mereka harus ada kemauan berteman dari kedua belah pihak.
Mereka tidak akan mau berteman lagi setelah di antara mereka timbul masalah, seperti ;
- Salah seorang di antara mereka ada yang melanggar janji ;
- Salah seorang di antara mereka ada yang terkena gosip ;
- Salah seorang di antara mereka tidak mau membantu, disaat temannya tersebut membutuhkan pertolongan.
Fase Ketiga
- Persahabatan yang penuh dengan saling pengertian
Terjadi pada anak usia 11 sampai 15 tahun, bagi mereka arti teman tidak hanya sekedar untuk bermain saja, di sini seorang teman harus juga bisa berfungsi sebagai tempat berbagi pikiran, perasaan dan pengertian.
Pada fase ini persahabatan memasuki stadium yang sangat pribadi, karena pada umumnya mereka sedang mengalami masa puber dengan permasalahan psikologis seperti ; depresi, rasa takut, problem di rumah, atau problem keuangan yang terjadi pada mereka, biasanya mereka lebih tahu permasalahan psikologis tersebut dibandingkan dengan orang tua mereka sendiri.
Persahabatan pada fase ini bisa berubah seiring dengan berjalannya usia mereka, dari sekedar teman bermain, kemudian berkembang menjadi teman berbagi kepercayaan dan teman berbagi emosi.
- Populer atau Tidak Populer dan Apa Akibatnya
Di dalam lingkungan sekolah dasar, biasanya ada anak yang populer dan tidak populer, baik anak tersebut lebih menonjol karena kepintaranya atau pun karena hal yang lainnya.
Mereka mendapat perhatian lebih, seperti selalu diundang dan hadir di pesta ulang tahun temannya sedangkan yang tidak populer tidak pernah diundang.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang hubungan sosial anak populer dan tidak populer di dalam kelas, seorang guru atau kita, dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka,
Dengan cara tersebut, pada akhirnya kita bisa membedakan perkembangan anak-anak secara berurutan, seperti ;
1. Anak-anak yang menyandang bintang sosiometris
Bintang sosiometris, artinya mereka paling banyak disebut sisi positifnya dari pada sisi negatifnya, biasanya mereka disenangi dan diakui oleh teman-temannya sedikit dari mereka yang menyandang bintang sosiometris ini merasa terasingkan.
2. Anak-anak yang biasa
Biasanya mereka tidak begitu populer dibandingkan dengan bintang sosiometris, tetapi mereka lebih banyak disebut sisi positifnya dan sedikit disebut sisi negatifnya.
3. Anak-anak yang terisolir
Biasanya mereka tidak disebut sisi positifnya dan juga tidak disebut sisi negatifnya, sepertinya anak terisolir tersebut tidak terlihat oleh teman-temannya.
4. Anak-anak yang terasingkan
Biasanya mereka oleh anak-anak yang lain diasingkan dan tidak diakui sebagai teman, mereka biasanya sedikit sekali disebut sisi positifnya dan lebih banyak disebut sisi negatifnya.
Dari urutan-urutan di atas, kita sebagai orang tua harus cepat tanggap dan tidak ragu untuk bertanya kepada guru di sekolah, bagaimana perkembangan psikologi anak di lingkungan sekolah, hal tersebut dilakukan untuk membandingkan perkembangan psikologi anak di lingkungan rumah dan di lingkungan sekolah, supaya kita dapat secepatnya menelusuri dan mengetahui apakah anak kita mempunyai masalah dalam dirinya yang tidak berani diungkapkan kepada kita sebagai orang tuanya dan kita bisa dengan cepat menangani serta membantu memecahkan masalah si anak tersebut, sebelum masalah anak tersebut terlanjur merubah sifat dan karekter si anak.
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi dalam status sosial anak
1. Cara orang tua mendidik dan membina anak
Orang tua yang mendidik anak dengan cara bertahap dalam menjelaskan sesuatu hal, dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, biasanya anak-anak mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mereka akan mudah dalam mengembangkan hubungan sosialnya.
Lain halnya dengan anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang secara penuh dan mereka dididik oleh orang tuanya dengan cara kasar serta mendapatkan peristiwa yang membuat anak tersebut trauma, maka kita bisa dengan jelas melihat perbedaan yang mencolok, biasanya anak tersebut sulit dikendalikan dan memiliki masalah, mereka tidak akan mudah membina hubungan sosial dan sulit membina persahabatan dengan anak lainnya.
2. Urutan kelahiran
Urutan kelahiran, mempengaruhi juga dalam status sosial anak, karena biasanya anak yang paling muda lebih populer dan terbiasa dengan negoisasi dari pada saudara-saudaranya.
3. Kecakapan dan keterampilan mengambil peran
Biasanya anak-anak populer memiliki kecakapan dan keterampilan dalam mengambil apa pun posisi peran dan posisi peran tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik.
4. Nama
Nama yang dapat diasosiasikan dengan sesuatu hal, dapat membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan sosial psikologi anak. karena anak-anak masih sangat kongkrit dalam menyatakan sesuatu hal, akibatnya anak tersebut merasa rendah diri dan tersudut apabila anak-anak yang lain mencemoohkan karena namanya dapat diasosiasikan dengan sesuatu hal.
5 Daya tarik
Anak-anak yang memiliki daya tarik tersendiri, biasanya selalu populer daripada anak yang kurang memiliki daya tarik. Anak-anak yang berumur 3 tahun, sudah bisa membedakan mana anak-anak yang menarik dan mana anak-anak yang kurang menarik, reaksi ketertarikkannya hampir sama dengan orang dewasa.
6. Perilaku
Tidak semua anak yang menarik menjadi populer karena masih banyak faktor lainnya yang bisa mempengaruhi katagori populer. Perilaku yang membuat anak populer, antara lain ; ramah tamah, mempunyai rasa simpati, tidak agresif, bisa berkerja sama, suka menolong, suka memberikan masukkan atau komentar yang positif, dan lain-lain.
Beberapa problem pada anak-anak yang terasingkan, antara lain ;
- secara terbuka mereka diasingkan
- sering terlibat dalam hal-hal kejadian interaksi yang negatif
- mempunyai masalah perilaku
- sering memperlihatkan perilaku agresif
- mempunyai status negatif yang stabil
- sering bermasalah di sekolah
Secara umum anak-anak yang terasingkan, berreaksi dengan dua cara :
1. Menarik diri
Biasanya mereka menarik diri dari kontak dengan yang lain, mereka sebetulnya ingin main dengan anak-anak lainnya, tetapi mereka diacuhkan dan diabaikan keberadaannya, malahan mereka mengejeknya seperti dengan sebutan “professor” karena anak tersebut memakai kacamata, maka dari itu mereka selalu menhindar dari anak-anak lainnya, di rumah biasanya mereka juga pendiam dan selama mungkin tinggal di kamarnya dengan membaca komik atau mendengarkan musik, kepada orang tuanya mereka beralasan tidak suka main di luar.
2. Perilaku anti sosial
Biasanya mereka sulit untuk diatur, padahal anak-anak lainnya tidak suka dengan perilakunya.
DAFTAR PUSTAKA
Kartono, K. 1985. Teori Kepribadian. Bandung : Alumni.
_________. 1992. Bimbingan Bagi Anak dan Remaja yang Bermasalah. Jakarta : Rajawali Press.
Kasijan. 1987. Psikologi Pendidikan I. Surabaya : PT. Bina Ilmu.
Gunarsa, S.D. 1985. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : BPK Gunung Mulia.
Pasaribu dan Simanjuntak. 1988. Psikologi Perkembangan. Bandung : Transito.
Purwanto, N. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosda Karya
Bermain dan Bersosialisasi untuk Tumbuh Kembang Optimal
By Republika Newsroom
Rabu, 05 November 2008 pukul 10:16:00
DOK REP/TEGUH
AKTIF: Hindari anak terlalu sering bermain games dan mengunjungi mal. Beri anak kegiatan yang lebih bermanfaat. Outbond salah satu alternatif anak belajar keberanian dan pertemanan.
JAKARTA-- Kebiasaan anak-anak terutama di daerah perkotaan untuk selalu mengunjungi mal atau bermain games kurang mendukung proses tumbuh kembang. Pasalnya, anak-anak menjadi terbiasa melakukan kegiatan yang bersifat individual dan menjadi kurang rutin melakukan kegiatan kolektif atau sosial.
Padahal untuk membantu perkembangan sosialisasi mereka, diperlukan kegiatan berkelompok yang dilakukan dengan teman sebaya. Hal itu diungkapkan Psikolog Anak, Lina Muksin ketika mengomentari terbiasanya anak-anak kota main ke mal atau bermain games dan kurang melakukan kegiatan bersama di Jakarta, Rabu (5/11).
Lina mengatakan pada usia 6-12 tahun merupakan masa-masa emas bagi perkembangan sosial anak-anak. Orangtua perlu memberikan sarana untuk anak berolah fisik sekaligus bersosialisasi dengan teman sebaya.
Dia menyambut baik kegiatan festival "Kunci Emas Taro" yang diselenggarakan PT Unilever Indonesia untuk mendukung aktivitas anak.
"Melalui kegiatan berpetualang, maka anak-anak mendapat peluang untuk berimajinasi, berkreasi serta berkompetisi," kata Lina.
Acara" Festival Kunci Emas Taro" diselenggarakan di Stadion Manahan Solo bagi anak-anak berusia tujuh hingga 12 tahun. Mereka bisa mengikuti berbagai kegiatan mulai seperti rally sepeda berhias, sehingga misalnya anak-anak menjadi dibiasakan untuk bersaing dengan teman-teman sebaya. Mereka diajarkan untuk mengatur strategi memenangkan persaingan sambil membangun sikap toleransi.
Sementara itu, Brand Manager Taro Amalia Sarah Santi mengatakan PT Unilever Indonesia sangat ingin berpartisipasi dalam program tumbuh kembangnya anak-anak Indonesia.
"Anak-anak bisa berinteraksi dengan teman-teman sebaya mereka sehingga melalui Festival Kunci Emas Taro ini, anak-anak bisa berpetualang dan menyalurkan kreativitas mereka," kata Amalsia. (ant/ri)
Perkembangan Sosial pada Masa Anak-Anak Akhir
Oleh WamgMuba pada 22.Feb, 2009, dalam ARTIKEL, Materi Psikologi, Psikologi Perkembangan.
I. MAKNA PERKEMBANGAN SOSIAL
Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Menjadi orang yang mampu bersosialisasi (sozialed), memerlukan tiga proses. Dimana masing-masing proses tersebut terpisah dan sangat berbeda satu sama lain, tetapi saling berkaitan, sehingga kegagalan dalam satu proses akan menurunkan kadar sosialisasi individu. Menurut Hurlock (1996) tiga proses dalam perkembabangan sosial adalah sbb:
Berprilaku dapat diterima secara sosial
Setiap kelompok sosial mempunyai standar bagi para anggotanya tentang prilaku yang dapat diterima. Untuk dapat bersosialisasi, seseorang tidak hanya harus mengetahui prilaku yang dapat diterima, tetapi mereka juga harus menyesuaikan prilakunya sehingga ia bisa diterima sebagain dari masyarakat atau lingkungan sosial tersebut.
Memainkan peran di lingkungan sosialnya
Setiap kelompok sosial mempunyai pola kebiasaan yang telah ditentukan dengan seksama oleh para anggotanya dan setiap anggota dituntut untuk dapat memenuhi tuntutan yang diberikan kelompoknya.
Memiliki Sikap yang positif terhadap kelompok Sosialnya
Untuk dapat bersosialisasi dengan baik, seseorang harus menyukai orang yang menjadi kelompok dan aktifitas sosialnya. Jika seseorang disenangi berarti, ia berhasil dalam penyesuaian sosial dan diterima sebagai anggota kelompok sosial tempat mereka menggabungkan diri.
II. ESENSI SOSIALISASI PADA ANAK
Sikap anak-anak terhadap orang lain dalam bergaul sebagian besar akan sangat tergantung pada pengalaman belajarnya selama tahun-tahun awal kehidupan, yang merupakan masa pembentukan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Maka ada empat faktor yang mempengaruhinya :
Pertama, kesempatan yang penuh untuk bersosialisasi adalah penting bagi anak-anak, karena ia tidak dapat belajar hidup bersosialisasi jika kesempatan tidak dioptimalkan. Tahun demi tahun mereka semakin membutuhkan ksempatan untuk bergaul dengan banyak orang, jadi tidak hanya dengan anak yang umur dan tingkat perkembangannya sama, tetapi juga dengan orang dewasa yang umur dan lingkungannya yang berbeda.
Kedua, dalam keadaan bersama, anak tidak hanya harus mampu berkomunikasi dalam kata-kata yang dapat dimengerti orang lain, tetapi juga harus mampu berbicara tentang topik yang dapat dipahami dan dapat menceritakannya secara menarik kepada orang lain. Perkembangan bicara merupakan hal yang terpenting bagi perkembangan sosialisasi anak.
Ketiga, anak akan belajar bersosialisasi jika mereka mempunyai motivasi untuk melakukannya. Motivasi ini sangat bergantung pada tingkat kepuasaan yang diberikan kelompok sosialnya kepada anak. Jika mereka memperoleh kesenangan melalui hubungan dengan orang lain, mereka akan mengulangi hubungan tersebut.
Keempat, metode belajar yang efektif dengan bimbingan yang tepat adalah penting. Dengan metode coba ralat, anak akan mempelajari beberapa perilaku yang penting bagi perilaku sosialnya.
III. MASA KANAK-KANAK AKHIR
Akhir masa anak-anak (Late childhood) berlangsung pada usia 6 tahun hingga tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada masa awal dan masa akhir anak-anak ditandai oleh kondisi yang sangat mempengaruhi perkembangan sosial anak.
Permulaan masa akhir anak-anak ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu Sekolah Dasar. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupannya, juga bagi yang pernah mengalami situasi Pra Sekolah. Sementara untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan bagi sebagian anak terasa sulit, karena kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang; anak mengalami gangguan emosional, sehingga sulit untuk dapat bekerja sama. Oleh karena itu, masuk kelas satu merupakan peristiwa penting yang sangat menentukan bagi perkembangan sosialnya sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, prilaku dan nilai bagi anak.
Tibanya akhir masa anak-anak sulit untuk diketahui secara tepat kapan periode ini berakhir, karena kematangan seksual sebagai kriteria yang digunakan untuk memisahkan masa anak-anak dan pubertas timbulnya tidak selalu sama pada setiap anak. Salah satu penyebabnya adalah karena perbedaan kematangan seksual. Biasanya anak laki-laki mengalami masa anak-anak lebih lama dibandigkan anak perempuan. Secara umum anak perempuan masa akhir anak-anak berlangsung antara usia 6 – 12 tahun berarti rentang waktunya sekitar 6 tahun. Sedangkan bagi anak laki-laki berlangsung antara 6 – 16 tahun, berarti rentang waktu sekitar 8 tahun.
IV. PERKEMBANGAN SOSIAL AKHIR MASA ANAK-ANAK
A. Sosialisasi Dengan Anggota Keluarga
Ketika seseorang memasuki usia akhir masa anak-anak maka biasanya para orang tua mulai memberikam waktunya yang lebih sedikit. Menurut suatu investivigasi tentang banyaknya waktu yang digunakan orang tua bersama anak, maka waktu yang dihabiskan oleh orang tua untuk mengasuh, mengajar, berbicara dan bermain dengan anak-anak yang telah memasuki masa akhir kurang dari setengah waktu yang dihabiskan ketika anak masih lebih kecil (Hill & Stafford, 1980). Pada umumnya anak-anak pada masa akhir, lebih diarahkan dalam mengerjakan tugas-tugas sederhana secara sendiri. Misalnya pekerjaan-pekerjaan membersihkan kamar, membersihkan dapur, dll. Selain dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti itu menyebabkan interaksi dengan orang tua menjadi berkurang.
Perubahan-perubahan pada kehidupan orang tua seperti, kedua orang tua yang bekerja, perceraian, single parent, sangat mempengaruhi hakekat interaksi orang tua dengan anak pada masa akhir anak-anak. Ketika tuntutan pengasuhan mulai berkurang biasanya para ibu akan lebih memilih kembali karir atau memulai suatu kegiatan baru. Hal ini menyebabkan waktu yang harusnya lebih diberikan untuk membimbing dan mengasuh anak malah digunakan untuk kegiatan pengembangan karir khususnya bagi para ibu.
B. Sosialisasi Di Sekolah
Akhir masa anak-anak sering disebut sebagai ”usia berkelompok”, (gang) karena pada masa ini ditandai dengan adanya minat terhadap aktivitas teman-teman dan meningkatnya keinginan yang kuat untuk diterima sebagai anggota kelompok di sekolahnya. Ia merasa tidak puas bila tidak bersama teman-temannya. Anak tidak lagi puas bermain sendiri di rumah atau dengan saudara kandung atau melakukan kegiatan dengan angota keluarga. Anak ingin bermain bersama teman-teman sekolahnya dan akan merasa kesepian serta tidak puas bila tidak bersama teman-temannya tersebut.
Sosialisasi anak di sekolah pada umumnya terjadi atas dasar interest dan aktvitas bersama. Hubungan persahabatan dan hubungan peer group di sekolah bersifat timbal balik dan biasanya diantara sesama anggota kelompok ada saling pengertian, saling membantu, saling percaya dan saling menghargai serta menerima satu sama lain.
C. Sosialisasi Dengan Teman Sebaya
Selama masa pertengahan dan akhir, biasanya anak lebih banyak meluangkan waktunya dalam berinterkasi dengan teman sebaya. Dalam suatu investivigasi, diketahui bahwa waktu yang digunakan untuk anak-anak berinteraksi dengan teman sebayanya sebanyak 40 persen pertahun (Baker & Wright, 1951). Episode bersama teman sebaya berjumlah 299 hari sekolah.
Apa yang dilakukan bersama teman-temannya? dalam suatu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui tentang bagaimana aktivitas anak, diketahui bahwa umumnya anak-anak masa akhir melakukan kegiatan olahraga, jalan-jalan, permainan dan sosialisasi yang merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan. Pada saat mereka melakukan kegiatan biasanya anggota kelompok terdiri dari teman yang sama jenis kelaminya daripada diantara anak-anak yang berbeda jenis kelaminnya.
Pada masa akhir anak-anak mereka telah menjalin persahabatan dengan teman sebaya dan mulai memasuki usia gang, yaitu usaha yang pada saat itu kesadaran sosial berkembang pesat dan telah menjadi pribadi sosial yang merupakan salah salah satu tugas perkembangan yang utama dalam periode ini.
MASA PERIODISASI ANAK
Posted on November 19th, 2008 in Psikologi Anak by Fitri
Masa Periodisasi anak
Setiap orang akan mengalami periodisasi dalam perkembangannya, begitu juga sebaliknya perkembangan masa anak-anak akan mengalami periodisasi dari mulai lahir, bicara dan mulai merangkak. Menurut Munandar (1985), ditinjau dari sudut psikologi masa anak dibagi menjadi : a) Masa bayi, yaitu sejak lahir sampai akhir tahun kedua. b) Masa anak awal atau masa kanak-kanak, yaitu permulaan tahun ketiga sampai usia 6 tahun. Masa ini disebut pula masa anak prasekolah. c) Masa anak lanjut atau masa anak sekolah, yaitu dari usia 6-12 tahun atau 13 tahun, masa ini disebut pula masa anak usia sekolah dasar pada usia ini biasanya anak duduk di sekolah dasar. d) Masa remaja, yaitu dari usia 13-18 tahun.
Hurlock (1990), membagi periodisasi masa anak menjadi dua, yaitu : early childhood pada usia 2-6 tahun dan late childhood pada usia 6 -12 tahun, sedangkan usia 0-1 tahun merupakan masa bayi, dimana pada masing-masing periode mempunyai ciri-ciri yang dapat membedakan pengertian anak dengan orang dewasa. Lebih lanjut lagi Havighust (dalam Kasiram, 1994), membagi masa anak menjadi dua juga, yaitu : 1-6 tahun sebagai masa kanak-kanak (infancy dan early childhood), dan usia 6-12 tahun yang merupakan masa sekolah atau periode intelektual (middle childhood).
Rujukan Buku :
Hurlock, Elizabeth B., 1973. Adolescent Development. Tokyo: Mc Graw-Hill Kogakusha Ltd,
Hurlock, Elizabeth B., 1976 Developmental Psychology New Delhi: Tata Mc Graw-Hill Publishing Company Ltd,
Bibliografi
Author : ASTRID, KLARA; Pandia, Weny Safitri Sembiring (advisor)
Topik: Honeschooling ; Penyesuaian social
Penerbit: Unika Atma Jaya Tempat Terbit: Jakarta Tahun Terbit: 2008
Abstract
Penyesuaian sosial merupakan suatu proses yang berlangsung seumur hidup
dan dilakukan oleh setiap individu agar dapat berperan dan berfungsi di dalam
kehidupannya. Dengan demikian, penyesuaian sosial penting untuk diperhatikan,
terutama pada usia 6-12 tahun agar anak dapat memenuhi tugas
perkembangannya. Pada tugas perkembangan tersebut, anak tidak hanya dituntut
untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga, namun juga dengan
lingkungan teman sebaya dan lingkungan sekolah.
Dengan mengikuti homeschooling, dimana sebagian besar kegiatan belajar
mengajar dilakukan di rumah, kesempatan anak untuk bersosialisasi dengan teman
sebaya baik dari segi waktu maupun jumlah menjadi terbatas. Di sisi lain, dengan
metode homeschool yang fleksibel, mereka dapat mengikuti sejumlah aktivitas
tambahan di luar aktivitas homeschool sehingga kebutuhan untuk bersosialisasi
dengan teman sebaya yang merupakan tugas perkembangannya dapat terpenuhi.
Oleh karena jumlah homeschooling di Indonesia semakin meningkat, maka
permasalahan yang dianggap sebagai kelemahan homeschooling menjadi sangat
menarik untuk diteliti, yaitu penyesuaian sosial dengan teman sebaya yang
merupakan tugas perkembangan anak usia 6-12 tahun.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk
mengetahui gambaran penyesuaian sosial anak usia 6-12 tahun yang mengikuti
homeschooling di Jakarta dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan kuesioner
yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan alat ukur Social Adjustment Scale–
Self Report dari Weissman (2002) dan kriteria penyesuaian sosial menurut Scott
dan Scott (1998).Data hasil penelitian ini diperoleh dari 60 subjek penelitian yang diolah
menggunakan teknik statistik deskripstif. Dari hasil penelitian ini, diperoleh
kesimpulan bahwa penyesuaian sosial pada anak usia 6-12 tahun yang mengikuti
homeschooling di Jakarta dan sekitarnya tergolong sedang. Dengan demikian,
anak usia 6-12 tahun yang mengikuti homeschooling di Jakarta dan sekitarnya
tidak mengalami kesulitan dalam melakukan penyesuaian sosial dengan teman
sebaya. Hal ini dikarenakan adanya keterlibatan orangtua dalam proses belajar
mereka dan sejumlah aktivitas di luar homeschooling yang mampu memfasilitasi
kebutuhan mereka dalam berinteraksi dengan teman sebaya.
Saran praktis yang diberikan kepada para pelaku homeschooling di Jakarta dan
sekitarnya agar lebih memperhatikan prinsip dasar homeschooling serta kelebihan
maupun kekurangannya untuk disesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak,
sehingga potensi anak dapat berkembang dengan maksimal.
ANALISA
Anak adalah makhluk sosial seperti juga orang dewasa. Anak membutuhkan orang lain untuk membantu mengembangkan kemampuannya, karena anak lahir dengan segala kelemahan sehimgga tanpa orang lain anak tidak akan mungkin dapat mencapai taraf kemanusiaan yang baik. Menurut John Locke (Dalam Gunarsa, 1986)anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan.Dalam perkenbangan social anak untuk dapat bersosialisasi harus mengalami suatu proses, Hurlock(1996).Dalam proses perkembangan manusia dijumpai beberapa tahapan atau fase dalam perkembangan, antara fase yang satu dengan fase yang lain selalu berhubungan dan mempengaruhi serta memiliki cirri-ciri yang relative sama pada setiap anak. Disamping itu juga perkembangan manusia tersebut tidak terlepas dari proses pertumbuhan, keduanya akan selalu berkaitan. Apabila pertumbuhan sel-sel otak anak semakin bertambah, maka kemampuan intelektualnya juga akan berkembang. Proses perkembangan tersebut tidak hanya terbatas perkembangan fisik, melainkan juga pada perkembangan psikis.
Dalam perkembangan sosial anak seharusnya orang tua bersisialisasi dengan anak karena ketika seseorang memasuki usia akhir masa anak-anak biasanya para orang tua mulai memberikan waktunya yang lebih sedikit. Menurut suatu investivigasi tentang banyaknya waktu yang digunakan orang tua bersama anak, maka waktu yang dihabiskan oleh orang tua untuk mengasuh, mengajar, berbicara dan bermain dengan anak-anak yang telah memasuki masa akhir kurang dari setengah waktu yang dihabiskan ketika anak masih lebih kecil (Hill & Stafford, 1980). Pada umumnya anak-anak pada masa akhir, lebih diarahkan dalam mengerjakan tugas-tugas sederhana secara sendiri. Kemudian anak perlu bersosialisasi dalam sekolah karena sosialisasi anak di sekolah pada umumnya terjadi atas dasar interest dan aktvitas bersama. Hubungan persahabatan dan hubungan peer group di sekolah bersifat timbal balik dan biasanya diantara sesama anggota kelompok ada saling pengertian, saling membantu, saling percaya dan saling menghargai serta menerima satu sama lain.Selanjutnya perkembangan sosial anak tidak lepas dari sosialisasi teman sebaya karena selama masa pertengahan dan akhir, biasanya anak lebih banyak meluangkan waktunya dalam berinterkasi dengan teman sebaya misal dengan berpetualang dan lain sebagainya. Dalam suatu investivigasi, diketahui bahwa waktu yang digunakan untuk anak-anak berinteraksi dengan teman sebayanya sebanyak 40 persen pertahun (Baker & Wright, 1951).
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam perkembangan sosial anak membutuhkan pemeliharaan, kasih sayamg, dan tempat bagi perkembangannya terutama dalam lingkungan keluarga karena anak juga mempunyai perasaan,pikiran,kehendak sendiri yang semua itu merupakan totalitas psikis dan sifat-sifat serta struktur yang berlainan pada masa anak-anak.
konstitusi
Kelompok.III
Nama:
1. Khoirul Yudi Setyawan 30.08.3.1.082
2. Kusuma Wardani 30.08.3.1.083
3. Letiva Giarkamtoni 30.08.3.1.084
4. Lestyo Aprilia 30.08.3.1.085
BAB III
KONSTITUSI DAN TATA PERUNDANG - UNDANGAN
DALAM KEHIDUPAN KENEGARAAN
A. Pengertian Konstitusi
Beberapa pengertian konstitusi :
1. Konstitusi berasal dari bahasa Perancis “Constituer” yang berarti membentuk. Maksud istilah tersebut adalah pembentukan, penyusunan, atau pernyataan akan suatu negara.
2. Dalam bahasa Latin “konstitusi” merupakan gabungan dua kata yakni “cume” yang berarti bersama dengan …”, dan “statuare” berarti “membuat sesuatu agar berdiri atau mendirikan, menetapkan sesuatu”. Dengan kata lain “constitution (tuggal) berarti menetapkan sesuatu secara bersama-sama , “constitutiones” berarti segala sesuatu yang telah ditetapkan.
3. Dalam bahasa Inggris konstitusi (constitution) mempunyai makna keseluruhan dari peraturan-peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara-cara bagaimana suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat.
4. Menurut Miriam Budiardjo, konstitusi adalah suatu piagam yang menyatakan cita-cita bangsa dan merupakan dasar organisasi kenegaraan suatu bangsa.
5. Konstitusi dalam arti material yaitu perhatian terhadap isinya yang terdiri atas pokok yang sangat penting dari struktur dan organisasi negara.
6. Konstitusi dalam artyi formil yaitu perhatian terhadap prosedur, pembentukannya yang harus istimewa dibandingkan dengan pembentukan perundang-undangan lainnya.
7. Konstitusi dalam arti tertulis adalah konstitusi yang naskahnya tertentu guna memudahkan fihak-fihak mengetahuinya.
8. Konstitusi dalam arti undang-undang tertinggi yaitu pembentukan dan perubahannya melalui prosedur istimewa dan juga merupakan dasar terrtinggi dari perundang-undangan lainnya yang berlaku dalam negara.
9. Dalam terminologi hukum Islam, istilah konstitusi dikenal dengan sebutan dustur, yang berarti kumpulan kaidahyang mengatur dasar dan hubungan kerjasama antar sesama anggota masyarakat dalam sebuah negara, baik yang tidak tertulis (konvensi) maupun tertulis (konstitusi). Lebih lanjut dijelaskan oleh Abdul Wahab Khallaf, bahwa prinsip yanmg ditegaskan dalam perumusan undang-undang dasar (dustur) adalah jaminan hask asasi manusia setiap anggota masyarakat dan persamaan kedudukan semua orang di mata hukum, tanpa membedakan stratifikasi sosial, kekayaan, pendidikan, dan agama.
Dalam perkembangan, ada beberapa pendapat yang membedakan antara konstitusi dengan undang-undang dasar, contohnya:
- Herman Heler, berpandangan bahwa konstitusi lebih luas daripada UUD. Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis melainkan juga bersifat sosiologis dan politis. Sedangkan UUD hanya merupakan sebagian dari pengertian konstitusi yakni konstitusi yang tertulis.
- F. Laselle, secara sosiologis dan politis konstitusi adalah sintesa faktor-faktor kekuatan yang nyata dalam masyarakat (hubungan antara kekuasaan-kekuasaan dalam suatu negara).
Contoh: Raja, parlemen, kabinet, parpol,dll.
Secara yuridis konstitusi adalah suatu naskah yang memuat semua bangunan negara dan sendi-sendi pemerintahan.
Berbeda halnya dengan pendapat James Bryce yang menyamakan konstitusi dengan UUD. Konstitusi dikatakan sebagai kumpulan prinsip-prinsip yang mengatur kekuasaan pemerintahan, hak-hak pihak yang diperintah (rakyat) dan hubungan diantara keduanya. Penyamaan tersebut sesuai dengan praktek ketatanegaraan di Indonesia.
B. Sejarah Perkembangan Konstitusi
Konstitusi sebagai suatu kerangka kehidupan politik dikenal sejak jaman bangsa Yunani yang memiliki beberapa kumpulan hukum (624-404 SM). Sebagai contoh Aristotles mengoleksi 158 buah konstitusi dari berbagai negara. Pemahaman konstitusi hanya sebatas suatu kumpulan dari peraturan serta adat kebiasaan smata-mata.
Pada masa kekuasaan Roma pengertian konstituante (constitutionnes) mengalami perubahan makna. Ia merupakan suatu kumpulan ketentuan yang dibuat oleh para Kaisar, pernyataan dan pendapat ahli hukum, negarawan, serta adat kebiasaan setempat selain undang-undang. Konstitusi Roma mempunyai pengaruh cukup besar sampai abad pertengahaqn yang memberikan inspirasi bagi tumbuhnya paham demokrasi perwakilan dan nasionalisme. 2 paham tersebut merupakan cikal bakal munculnya paham konstitusianalisme modern.
Selanjutnya abad VII (zaman klasik) lahir Piagam Madinah atau Konstitusi Madinah (622 M) berisikan hak kebebasan berkeyakinan, berpendapat, kewajiban bermasyarakat dan mengatur kepentingan umum (meletakkan dasar pengakuan Hak Asasi Manusia).
Pada paruh kedua abad XVII kaum bangsawan Inggris yang menang dalam revolusi istana mengakhiri absolutisme kekuasaan Raja dan menggantikannya dengan sistem parlementer sebagai pemegang kedaulatan dengan menetapkan konstitusi sebagai dasar negara yang berdaulat.
Pada tahun 1789 meletus Revolusi di Perancis, ditandai oleh ketegangan-ketegangan di masyarakat dan terganggunya stabilitas keamanan negara. Perancis memerlukan konstitusi, maka pada tahun 1791 Louis XVI menerima konstitusi Eropa pertama, khusus yang menyangkut HAM. Sejak peristiwa ini yang diterima negara-negara besar di dunia baik monarkhi, republik, negara kesatuan maupun fundamental sama-sama mendasarkan prinsip ketatanegaraannya pada sandaran konstitusi.
Konstitusi tertulis model AS kemudian diikuti berbagai negara di Eropa: Spanyol (1812), Norwegia (1814), Belanda (1815). Konstitusi tersebut belum menjadi hukum dasar yang penting. Konstitusi sebagai UUD, muncul bersamaan dengan perkembangan sistem demokrasi perwakilan (legislatif). Ini dibuat untuk membatasi dan mengurangi dominasi Raja dan sebagai pembuat UU. Jadi konstitusi tertulis lebih tinggi dari pada Raja.
C. Tata Urutan Perundang-Undangan Indonesia
Kerangka implementasi konstitusi
Konsep rechsstaat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Adanya perlindungan terhadap HAM.
2. Adanya pemisahan dan pembagian kekuasaan pada lembaga negara untuk menjamin perlindungan HAM.
3. Pemerintahan berdasarkan peraturan
4. Adanya peradilan administrasi
Melalui ketetapan MPRS No XX / MPRS / 1966 lamp. 2 bahwa hierarki peraturan perundang-undangan indonesia adalah:
1. UUD 1945
2. Ketetapan MPR
3. UU atau PP pengganti UU
4. PP
5. KP
6. PPL seperti: PM, IM
D. Lembaga Kenegaraan Pasca Amandemen UUD 1945
Secara umum sistem kenegaraan mengikuti pola pembagian kekuasaan dalam pemerintahan sebagai mana yang terkenal di kemukakan oleh Montesque dengan teorinya yang terkenal yaitu “trias politika”. Menurutnya, pada setiap pemerintahan terhadap tiga jenis kekuasaan yaitu: legeslatif, eksekutif, dan yudikatif. Ketiga jenis kekuasaan tersebut terpisah satu sama lainnya, baik mengenai tugas maupun mengenai alat perlengkapan yang melakukannya. Pemisahan kekuasaan artinya mengandung arti bahwa ketiga pemisahan kekuasaan tersebut masing-masing harus terpisah baik lembaga maupun orang yang menanganinya.
Dalam perjalannya, sistem ketatanegaraan Indonesia telah mengalami perubahan yang sangat mendasar terutama sejak adanya amandemen UUD 1945 yang dilakukan MPR hingga 4 kali. Perubahan tersebut di latar belakangi adanya kehendak untuk membangun pemerintahan yang demokratis dengan chek and balances yang setara dan seimbang diantara cabang-cabang kekuasaan, mewujudkan supremasi hukum dan keadilan serta menjamin dan melindungi hak asasi manusia. Dalam kelembagaan negara salah satu tujuan utama amandemen UUD 1945 adalah untuk menata keseimbangan antar lembaga negara.
Sebelum perubahan UUD 1945, alat kelengkapan dalam UUD 1945 adalah lembaga kepresidenan, MPR, DPR, BPK dan kekuasaan kehakiman. Setelah amandemen secara keseluruhan UUD 1945, alat kelengkapan negara yang disebut dengan lembaga tinggi negara menjadi delapan lembaga, yakni: MPR, DPR, DPD, Presiden, MA, MK, KY dan BPK. Posisi masing-masing lembaga setara yaitu sebagai lembaga tinggi negara yang memilki korelasi satu sama lain dalam menjalankan fungsi chek and balances antar lembaga tinggi tersebut.
Reformasi ketatanegaraan di Indonesia terkait dengan lembaga kenegaraan sebagai hasil dari proses amandemen Uud 1945 dapat dilihat pada tugas pokok dan fungsi lembaga tersebut yang dikelompokkan dalam kelembagaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
1. Lembaga Legislatif.
Struktur lembaga perwakilan rakyat secara umum terdiri dua model yaitu lembaga perwakilan rakyat satu kamar (unicameral) dan lembaga perwakilan rakyat dua kamar (bicameral).
Dalam ketatanegaraan negara Indonesia, lembaga legislatif direpresentasikan pada 3 lembaga, yakni DPR, DPD, dan MPR.
Tugas dan wewenang DPR antara lain:
a. Membentuk undang-undang yang dibahas dengan presiden untuk mendapat persetujuan bersama.
b. Membahas dan memberikan persetujuan PP pengganti UU.
c. Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD.
d. Menetapkan APBN bersama presiden.
e. Melakukan pengawasan terhadap pelaksaan UU, APBN, serta kebijakan pemerintah.
f. Membahas dan menindak lanjuti hasil pemerikasaan atas pertanggungjawaban keuangan negara.
g. Memberikan persetujuan kepada presiden untuk menyatakan perang, perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.
h. Menampung dan menindak lanjuti aspirasi rakyat.
Sedangkan DPR merupakan lenbaga baru dalam sistem ketatanegaran Indonesia. DPR dan DPD keduanya dapat disebut MPR. Perbedaan dari keduanya adalah:
- DPD dimaksudkan untuk mewakili daerah-daerah.
- DPR dimaksudkan untuk mewakili rakyat.
2. Lembaga Eksekutif.
Pemerintahan pada dasarnya memiliki dua pengertian:
a. Government in broader sense: yaitu pemerintahan yang meliputi keseluruhan lembaga kenegaraan.
b. Government in narrower sense: yaitu pemerintahan yang hanya berkenaan dengan fungsi eksekutif saja.
Kekuasaan eksekutif dimaknai sebagai kekuasaan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kemauan negara dan pelaksaan UU. Tugas dari lembaga eksekutif adalah menjalankan UU. Kekuasaan eksekutif dilakukan oleh presiden yang di bantu oleh wakilnya.
Wewenang dan tanggungjawab atau kewajiban dan hak presiden antara lain:
a. Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD.
b. Memegang kekuasaan yang tertinggi atas Ad, AL dan AU.
c. Mengajukan RUU kepada DPR.
d. Menetapkan PP.
e. Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri.
f. Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR.
g. Mengangkat duta dan konsul dengan memperhatikan pertimbangan DPR.
h. Memberi grasi, rehabilitasi, amnesti dan abolisi.
i. Memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan lainnya yang diatur dengan UU.
3. Lembaga Yudikatif.
Cabang kekuasaan yudikatif berpuncak pada kekuasaan yang juga dipahami yang mempunyai 2 pintu yaitu MA dan MK. MA adalah salah satu kekuasaan kehakiman di Indonesia.
Kewajiban dan wewenang MA:
a. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundangang-undangan di bawah undang-undang.
b. Mengajukan 3 orang anggota hakim konstitusi.
c. Memberikan pertimbangan dalam hal presiden memberikan grasi dan rehabilitasi.
Makamah konstitusi merupakan lembaga baru yang diperkenalkan oleh perubahan ketiga UUD 1945. mahkamah konstitusi bertugas bila terjadi persengketaan antara lembaga tinggi negara.
Kewajiban dan wewenang MK:
a. Berwenang mengadili pada tingkat pertama terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. memutus pembubaran partai politik dan memutuskan perselisihan tentang hasil pemilihan umum.
b. Memberi putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden atau wakil presiden menurut UUD 1945.
Dibentuknya komisi yudisial dalam struktur kekuasaan kehakiman Indonesia adalah agar warga masyarakat di luar struktur resmi lembaga parlemen dapat dilibatkan dalam proses pengangkatan, penilaian kinerja dan kemungkinan pemberhentian hakim.
Komisi yudisial melakukan pengawasan terhadap:
b. Hakim Agung di Indonesia MA.
c. Hakim pada badan peradilan di bawah MA.
d. Hakim MK.
2. Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).
BPK berfungsi sebagai lembaga pemeriksa keuangan.
Fungsi pokok BPK:
b. Fungsi operatif, yaitu melaksanakan pemeriksaan, pengawasan dan penelitian atas penguasaan dan pengurusan keungan negara.
c. Fungsi yudikatif, yaitu melakukan tuntutan perbendaharan dan tuntutan ganti rugi terhadap pegawai negeri yang melanggar hukum.
d. Fungsi rekomendatif, yaitu memberikan pertimbangan kepada pemerintah tentang pengurusan keuangan negara.
E. Tujuan, fungsi, dan Ruang Lingkup Konstitusi.
Secara garis besar tujuan konstitusi adalah membatasi tindakan sewenag-wenang pemerintah, menjamin hak-hak rakyat, dan menetapkan pelaksanaan kekuasaan yang berdaulat.
Fungsi konstitusi adalah sebagai dokumen nasional dan alaty untuk membentuk sistem politik dan sistem hukum negara.
Ruang lingkup konstitusi
Menurut Sri Soemantri dengan mengutip pendapat Steenbeck menyatakan 3 materi pokok konstitusi yaitu:
3. Jaminan Hak Asasi Manusia.
4. Susunan ketatanegaraan yang bersifat mendasar.
5. Pembagian dan pembatasan kekuasaan.
Isi konstitusi yang menjadi dasar utama bagi sesuatu pemerintahan yang konstitusional adalah:
2. Anatomi kekuasaan politik tunduk pada hukum.
3. Jaminan perlindungan Hak Asasi Manusia.
4. Peradilan yang bebas dan mandiri.
5. Pertangguangjawaban kepada rakyat sebagai sendi utama dari asa kedaulatan rakyat.
Namun demikian, indikator suatu negara atau pemerintahan disebut demokratis tidaklah tergantung pada konstitusinya. Sekalipun konstitusi telah menetapkan aturan dan prinsip-prinsip di atas, jika tidak diimplementasikan dalam praktik penyelenggaraan tata pemerintahan, ia belum bisa dikatakan sebagai negara yang menganut paham konstitusi demokrasi.
perkembangan peradaban islam
Perkembangan Peradaban Islam Masa Kerajaan Mongol di India
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi
Tugas SPI
Dosen Pengampu : Bp. Mahbub
Disusun Oleh :
1. Khoirul Yudi Setiawan
2. Maya Supra Hapsari
3. Mita Susanti
4. M.Hermansyah
5. M.Zainal Abidin
Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri
Surakarta
2009
BAB I
PENDAHULUAN
Setiap bangsa pastilah memiliki sejarah masa lalunya, beserta hasil peradaban saat itu. Sebagaimana dengan peradaban-peradaban di dunia, bangsa Mongol pun memiliki kekayaan sejarah dan kebudayaan yang tak ternilai sumbangannya terhadap peradaban dunia pada umumnya dan Islam pada khususnya. Dalam pengetahuan sejarah, bangsa Mongol mulai muncul pada akhir abad XII dan awal abad XIII M. Hal itu terungkap dalam buku Genghis Khan, the Congueror Emperor of Au Men, dan beberapa sumber Persia dan China. Bangsa Mongol pada mulanya merupakan entitasmasyarakat yang mendiami hutan Siberia dan Mongolia luar. Mereka menempati wilayah diantara gurun pasir Gobi dan danau Baikal. Meraka adalah salah satu anak rumpun dari bangsa Tartar.
Bangsa Mongol, hidup sebagai pengembara dan tinggal di perkemahan. Merka hidup sederhana. Mereka hidup sederhana dengan cara berburu binatang dan menggembala domba. Mereka hidup dengan tidak bersih. Sebagian besar diantara mereka menyembah matahari saat terbit. Bangsa tersebut tidak beradab, namun pemberani, sabar, tahan sakit dan tekanan dari musuh dengan fisik yang kuat, yang paling menonjol dari mereka sangat patuh kepada kepala suku atau pimpinan. Pada tahun 1206 dalam Quriltay ( sidang kepala suku bangsa Mongol ), dihasilkan kesepakatan untuk mengangkat Chenghis Khan sebagai pemimpin tertinggi bangsa Mongol. Nama Chenghis Khan sebenarnya adalah gelar bagi Temujin / Temucin anak dari pemimpin atau khan Bangsa Mongol yang dalam sejarah bernama Yesugey Ba’atur ( W. 1175M ). Dalam masa kepemimpinan, Chenghis Khan menyempurnakan moral masyarakatnya dengan undang-undang social yang dibuatnya, yakni Ulang Yassa / ulang yasa / asaq / yassa / yasa. Peraturan tersebut antara lain dimaksudkan untuk memberi landasan yang kokoh bagi bangsanya guna menghadapi tantangan dan memperluas wilayahnya, baik ke China maupun ke negeri-negeri Islam, bahkan ambisinya untuk dapat menguasaidunia, sebagaimanadirinya dijuluki sebagai Alexander For Asia.
Sepeninggal Chenghis Khan daerah kekeuasaan yang sangat luas, dibagi kepada empat anaknya : Jochi, Chaghtai, Oghtai dan Touly, dan dia menunjuk anak ke tiga ( Oghtay )sebagai khan Agung. Sementara itu anak pertamanya Jochi berhasil menguasai lembah sungai Voigha dan Siberia yang dipimpin oleh anak pertamnya yang bernama batu, dan Batu inilah yang merintis dunia kipcak atau dengan nama lain Golden Horde’. Pada perkembangan berikutnya mereka masuk Islam dan mampu menaklukkan Rusia, Polandia dan sekitarnya. Chogtai putra ke-II nya, menyerbu Asia Tengah, ia ikut bersama. Atas nama Chogtai dinasti Mongol di asia tengah ini dikenal sebagai dinasti Chogtai. Pemimpin kalangan mongol chogtai yang pertama kali masuk islam adalah cicit dari chogtai atau anak dari ichu mangguki yang bernamaMubarrak. Pada perkembangan berikutnya dinasti ini mengalami kemunduran ditandai dengan sering bergantinya pemimpin hingga 17 kali, dan dengan konflik itu dimanfaatkan secara baik oleh Timurlang untuk memegang kekuasaan. Timur ini merupakan keturunan Chengis dari garis ibunya. Sementara dari garis ayahnya merupakan keturunan Turki.
Dinasti baru rintisan Batu, Golden Horde’ berkembang pesat, mengubur hasil-hasil peradaban yang pernah ada sebelumnya. Mereka berhasil membangun peradaban yang tinggi. Golden Horde’ ini mencapai puncak kejayaan dalam waktu yang lama yang dipimpin diantaranya oleh Berce, Tokhramis dan Uzbeg Khan. Dinasti ini bertahan sampai tahun 1502 M dan runtuh karena kalah dengan kekuasaan Persia. Putra bungsu Chengis, Touly adalah pemimpin besar. Putranya, Hulagu khan yang kemudian hari melahirkan dinasti ilkhan. Setelah Touly wafat, dinasti ini dipimpin oleh Hulogu, abogha dan Tagudar. Dan setelah Tagudar masuk islam dia berganti nama Ahmad. Selanjutnya pada generasi V dari Chengis khan ( penguasa Ilkhan VII ). Gazhan khan, peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dan periode ini merupakan masa keemasan setelah kehancuran Baghdad.
BAB II
ISI
A. Asal- Usul Bangsa Mongol
Bangsa Mongol berada diwilayah pegunungan Mongolia, berbatasan dengan Cina di selatan, Turkestan di barat, Manchuria di Timur dan Siberia di sebelah utara ( Ambari, 1993:97 ). Kebanyakan dari mereka mendiami padan stepa yang membentang diantara pegunungan Ural sampai pegunungan Altai di Asia Tengah, dan mendiami hutan Siberia dan Mongol disekitar Danau Baikal ( Bosworth, 1993:187 ).
Dalam rentang waktu yang relative panjang, kehidupan bangsa Mongol tetap sederhana mereka mendirikan perkemahan dan berpindah dari satu tempat ketempat yang lain, menggembala kambing, berburu. Mereka hidup dari hasil perdagangan tradisional yaitu mempertukarkan bangsa Turki dan Cina yang menjadi tetangga mereka. Kesehariannya, sebagaiamana dipredikatkan pada sifat nomad, mereka mempunyai sifat kasar, suka berperang, berani mati dalam mewujudkan keinginan dan ambisi politiknya. Namun, mereka sangat patuh dan taat pada pimpinannya dalam satu bingkai agama Syamaniyah, yaitu kepercayaan yang menyembah binatang-binatang dan matahari terbit ( Yatim, 2003: 111-112 ).
Namun demikian, ada satu pendapat yang mengatakan bahwa bangsa Mongol bukanlah suku nomad sebagaimana dimaksud, tetapi satu bangsa yang memiliki ketangkasan berkuda yang mampu menaklukkan stepa ke stepa, akibatnya kehidupan mereka berpindah-pindah mengikuti wilayah taklukannya dibawah kepemimpinan seorang Khan. Khan yang pertama dari bangsa Mongol itu adalah Yesugey, ayah Chinggis atau Jengis.
Runtut etniknya berasal dari nenek moyang yang bernama Alanja Khan yang dikaruniai dua orang putra kembar yaitu Tartar dan Mongol. Dari kedua putra ini melahirkan dua keturunan bangsa, yaitu Mongol dan Tartar. Dari yang pertama lahirlah seorang bernama Ilkhan yang kemudian hari menjadi pemimpin bangsa Mongol.
Pada masa kerajaan Mongol dipimpin oleh Ilkhan dan Tartar oleh Sanja Khan, keduanya berselisih hingga perselisihannya membawa kepada peperangan yang berakhir dengan kemenangan Sanja Khan dari Tartar. Maka kerajaan Mongol selanjutnya berada dibawah kekuasaan Tartar. Kemudian setalah kerajaan Mongol kuat kembali, mereka menggulingkan kekuatan Tartar dan tampil sebagai penguasa kerajaan-kerajaan yang ada.
Kehancuran dari serangan bangsa Mongol. Jengis Khan juga mengutus anak-anaknya yaitu Tulii untuk menaklukkan Khurasan dan Juchi dan Changhatai untuk menaklukkan wilayah Sri Darya bawah dan Kahwarizm ( Bosworth, 1993: 177 )
Sebelum Jengis Khan meninggal dunia tahu 1227 M, ia membagikan wilayah yang begitu luas kepada ke empat anaknya. Pertama, adalah Juchi anak sulungnya menduduki wilayah Siberia bagian barat dan stepa Qipchaq termasuk juga Khawarizm. Sebelum ia dapat memimpin wilayah tersebut ia meninggal dunia sebelum jengis Khan. Tetapi warisan wilayah itu telah diberikan kepada anaknya yaitu Batu dan Orda.
Kedua adalah Chagatay. Wilayahnya meliputi Transoxania sampai ke Turkistan Timur atau Turkistan Cina. Keturunan Chagatay yang ada du barat yaitu Tarnsoxania telah masuk kedalam kawasan pengaruh islam, tetapi kemudian dapat dikalahkan Timur Lenk. Dari Turkistan Timur ia meluaskan daerah ke Serimechye Ili, Tien syan di Tarim. Mereka tidak terpengaruh Islam tetapi ikut dalam penyebaran Islam di Turkistan Cina abad XVII
Ketiga adalah Ogotai. Ia terpilih menjadi Khan Agung menggantikan Jengis Khan. Setelah mencapai dua generasi, ke-Khan-an Tertinggi disebut keturunan Tohey.
Keempat adalah Tulii. Ia menerima daerah Mongolia. Bersama dengan anak-anaknyaMongke dan Qubilay Khan. Mongke tetap berthan di Mongolia sebagai Khan Agung dengan ibukota Qaraqarum dan Qubilay Khan memerintah di Cina yang terkenal dengan Dinasti Yuan sampai avbad XIV. Kemudian digantikan oleh dinasti Ming yang beragama Budha yang berpusat di Beijing kemudian mereka bertikai dengan ke-Khan-an Islam di Barat dan Rusia. Hulagu Khan saudara Qubilay Khan menyerang daerah-daerah Islam sampai Bagdad.
Setelah Hulagu menaklukkan Bagdad ia mendirikan kerajaan Ilkhaniyah di Persia atas nama pemerintahan Khan Agung di Mongolia dan Cina dengan gelar Ilkhan dan membunuh Khalifah terakhir Abbasiyah al Mu’tasim ( 13 Februari 1258 ). Bagdad dan daerah-daerah yang ditaklukkan Hulagu selanjutnya diperintah oleh Dinasti Ilkhan. Ilkhan adalah gelar yang diberikan kepada Hulagu ( Nasution, 1985:80 ). Umat Islam dengan demikian dipimpin oleh Hulagu Khan, seorang raja yang beragama Syamanism. Hulagu memerintah sampai tahun 1265 M kemudian diganti oleh anaknya Abaga hingga tahun 1282 M. ia beragama KRISTEN Nestorian dan bersekutu dengan KRISTEN Eropa, Armenia Cilicia untuk melawan Mameluk dan saudara-saudaranya dari dinasti Horde keemasan yang didirikan Batu anak dari Juchi yang beragama Islam.
Setelah kematian Qubilay Khan (1294 M), maka wilayah kekuasaannya terlepas. Mahmud Ghazan yang sudah masuk Islam memerintah Rasyid al-Din al-Thabib dan Uljaytu agar menuliskan sejarah universalnya. Dibawah pemerintahan Mahmud Ghazna bersama menterinya Rasyid al-Din al-Thabib banyak mengalami kemajuan. Penguasa terakhir Ilkhaniyah adalah Abu Said yang berdamai dengan Mameluk tahun 1323 M dan mengakhiri permusuhan antara kedua kekuasaan itu untuk merebut Syiria.
Ilkhaniyah beribukota di tbris dan Maragha yang merukoakan kota perdagangan antara Timur dan Barat. Selama seratus tahun, Ilkahniyah di Persia terpecaha menjadi kerjaan kecil seperti Muzafariyyah dan Salaghariyyah di faris, dan Jalariyyah dengan ibukota Bagdad.
Dengan kepercayaan dari saudara Moghe Khan, Hulagu dapat menguasai Persia, Irak, Caucasus dan Asia Kecil. Sebelum menaklukkan Bagdad, pada tahun 1256 M Hulagu telah menguasai pusat gerakan syi’ah di Persia Utara. Tahun 1260 M Hulagu juga menaklukkan Syiria Utara Seperti Allepo, Hama dan Hmim. Ketika Hulagu ingin menaklukkan Mesir ia dapat digagalkan oleh pasukan Mamalik Mesir di ‘Ann-Jalut di Palestina ( tahun 1260M ).
Pada abad ke-12, Mongol dipimpin oleh Yasughi Bahadar Khan. Ia mempersatukan 13 suku dari ras Mongoloid. Kemudian membentuk suatu kekuatan militer yang amat taangguh sehingga ditakuti oleh daerah-daerah sekitarnya. Sepeninggal Yasughi kerajaan dipegang olej Temujin ( 1167-1227 M) putranya sendiri yang ketika naik tahta masih berusia 13 tahun. Sekalipun relative muda ia sangat berambisi untuk menguasai wilayah diluar Mongolia. Sebelum memenuhi obseseinya itu ia melakukan konsolidasi intern dengan memperkokoh dibidang militer.
Pada tahun 1206 M, Temujin mengadakan peseta besar-besaran bersama kepala suku yang berada dalam persekutuannya yang dihadiri oleh pemuka agama dan tokoh masyarakat. Pada saat itulah para pemuka agama mengatakan bahwa “ langit “ telah memberikan gelar “ Jengiz Khan “ pada Temujin yang berarti raja yang kuat dan perkasa. Pada saat itu pula Jengiz Khan mengumumkan undang-undang yang disebut “ al-yasuk “ yang mengatur kehidupan rakyat dan semua kerajaan yang berada dalam konfederasi Mongol.
Dalam memenuhi obsesinya, pertama-tama ia berusaha untuk menguasai Cina. Pada Tahun 1215 M, ia dapat menduduki Peking ( Ibu kota Cina, Beijing ). Setelah itu dia konsentrasi kesebelah barat wilayah yang dihuni oleh umat Islam. Yang ia lakukan pertama, mengadakan kontak dagang dengan pihak Khawarizm sebagai uasaha untuk mengenali situasi dan kondisi kekuasaan Islam si Asia Tengah. Ala’ Uddin Muhammad Khawarizm menerima kontak diplomasi perdagangan ini dengan amat hati-hati, sehingga tidak lama kemudian para pedagang Mongol yang beroperasi dipasar utara ditangkap oleh penguasa local karena dicurigai sebagai mata-mata. Tetapi alasan yang dikemukakan oleh penguasa utara adalah [ara pedagang Mongol tersebut melakukan tindakan kasar yang merugikan pedagang setempat.
Hal ini menimbulkan reaksi yang cukup hebat dari jengiz Khan. Ia meminta Ala’ Uddin untuk menyerahkan penguasa utara tapi Ala’Uddin menolaknya. Hal ini menjadi alas an bagi Jengiz Khan untuk menyerang Dinasti Khawarizm, tetapi pertempurannya tidak membawa hasil.
Pada tahun 1220 M, Jengiz Khan bersama pasukan datang ke Bukhora untuk melakukan serangan terhadap Khawarizm dan dimenangkan pasukan Jengiz Khan, Ala’Uddin tidak mampu menahan serangan Jengiz Khan. Ia memerintah penduduk Bukhora meninggalkan kota tanpa membawa suatu apapun kecuali yang melekat di badan, bagi mereka yang membangkang dan tetap didalam kota akan dibunuh.
Selain itu mereka mengadakan pengrusakan terhadap bangunan-bangunan masjid dan madrasah, membakar kitab suci dan kitab-kitab lain yang mereka temui dalam perpustakaaan. Ibnu Asia ( sejarahwan ) menyatakan bahwa perusakan tersebut menjadikan Bukhora rata bagaikan tak pernah ada sebelumnya ( Hoeve, 1993:255 )
B. Wilayah Kekuasaan Mongol dan Dinasti Ilkhan
Perpaduan antara watak nomad dengan ketangkasannya menunggang kuda, serta keberaniaannya melawan musuh mengantarkan Bangsa Mongol menjadi bangsa penakluk. Terbikti banyak negara-negara di dunia yang telah ditaklukkan meliputi kawasan Cina dan negeri-negeri Islam, Khususnya ketika Mongol dipimpin oleh Jengiz Khan. Cina Bagian Barat, Tibet, ditaklukkan sekitar tahun 1213 M, dan Beijing tahun 1215 M.
Tiga tahun berikutnya dia dapat menguasai kota Thurkistan yang berbatasan dengan Khawarizm syah yang menjadi wilayah Islam. Selanjutnya, secara berturut-turut Turkistan yang juga merupakan wilayah Khawarizm, Bukhara di Samarkhand dan Balk, serta kota-kota lain yang memiliki peradaban Islam yang tinggi di Asia Tengah tidak luput dari
Wilayah Ilkhaniyah yang berada di Irak, Kurdistan dan Azerbeijan diwarisi oleh Dinasti Jalayiriyah, tetapi masih memusatkan kekuasaan di Bagdad. Di masa Uways, pengganti Hasan Agung, ia dapat menaklukkan Azerbeijan, tetapi mendapat perlawanan dari Dinasti Muzaffariyah dan penguasa Horde keemasan. Tetapi mereka dapat ditaklukkan oleh Qara Qoyunlu ( Domba Hitam ) yaitu orang-orang Turkmen yang lari ke Timur akubat invasi Mongol.
Kedudukan Dinasti-Dinasti ini dapat bertahan sampai datangnya Timur Lenk yang mempersatukan mereka dengan membentuk Dinasti Timuriyah yang berpusat di Samarkand ( Glasse, 1996: 201 )
Daerah-daerah culture Islam yang ada dikawasan Arab yaitu Irak, Syiria dan Persia Barat telah ditaklukkan Mongol, tetapi Mongol sendiri telah mengikuti atau terserap dengan budaya Islam.
C. Kerajaan-Kerajaan Kekuasaan Mongol
Kerjaan ( negara-negara ) yang dikuasai Jengiz Khan pada masa itu sangatlah banyak dan memiliki empat putra maka untuk mengatur negara-negara bawahannya Jengiz Khan membagi menjadi empat bagian untuk putranya berempat.
• Putra pertama Juchi Khan, dia mendapat bagian Liberia Barat, Stepa Tarta Utara, Khawarizm. Tetapi 4 bulan berikutnya Juchi meninggal maka digantikan anaknya Batu Khan. Dialah yang menaklukkan Rusia, Polandia, Bulgaria dan Maghyar ( Eropa Timur ) dan dia bermaksud hendak menaklukkan konstatinopel pusat kerajaan Byzantium pada masa itu. Tetapi sebelum melakukan penjarahan kesana dia sudah mati.
• Putra kedua Chagatay Khan, mendapat bagian wilayah yang ke timur dari Transxania sampai Turkistan timur atau Turkistan Cina. Cabang barat keturunan Chagatay di Transoxania segera masuk kedalam lingkungan pengaruh Islam, namun ditumpabangkan oleh Timur. Cabang timurnya Seminechi dan Ili, Tien Syan. Tarim lebih tahan terhadap Islam. Namun keturunan Chagatay di timur pada akhirnya membantu menyebarkan Islam di Turkistan Cina dan mereka berada disana sampai abad ke 17.
• Putra ketiga Ogotai Khan, mendapat kekuasaan di Tartar Tengah dan Tiongkok Utara. Ogotai inilah yang menyambut gelar ayahnya yang besar “ khan “. Ogotai ini pula yang menurunkan kaisar Kubilai Khan yang terkenal dalam sejarah Tiongkok. Sejak itu yang berhak memakai gelar “ khan “ diantara mereka ialah yang jadi kaisar di tiongkok. Namun selama dua generasi ke-khan-an tertinggi jatuh ke tangan keturunan-keturunan Tulii Khan.
• Putra Keempat Tulii Kahn, kepadanya diserahkan tanah Iran, Khurason, Kabul ( ibu kota afganistan ), juga Heartland kekaisaran mongol yaitu Mongolia itu sendiri. Yang merka kuasai meliputi daerah-daerah taklukan Cina dimana Mongol dikenal sebagai Dinasti Yuan. Dan memerintah sampai separuh abad ke 14. daya tarik cultural dan keagamaan peradaban cina ternyata kuat bagi Khan-khan agung di Peking. Mereka memeluk agama Budha dan hal ini membuka peluang pertikaian dengan khan-khan Mongol Asia BArat dan rusia yang memeluk Islam. Adalah salah satu saudara Kubilai yaitu Hulagu ( anak Tulii khan ) yang melancarkan gelombang baru penaklukkan ke dunia Islam dan mendirikan Ilkhaniyah di Persia dengan demikian ke-khan-an di Asia Barat, untuk maksud-maksud praktis tak lagi mengakui kekuasaan kahan-khan Agung di Mongolia dan Peking.
D. Kemajuan Bangsa Mongol
Pada masa pemerintahan Bahadur Khan, Mongol mengalami kemajuan yang sangat besar karena pada masa itu, Bahadur berhasil menyatukan 13 kelompok suku bangsa. Kemudian pada masa pemerintahan Hulagu Khan banyak wilayah yang telah ditaklukannya. Diantaranya adalah kota Baghdad yang pada waktu itu dipimpin oleh Khalifah al-Mu’tashim. Khalifah al-Mu’tashim tidak mampu membendung topan tentara Hulagu Khan. Selanjutnya Hulagu melanjutkan gerakannya ke Syria dan Mesir. Dari Baghdad pasukan Mongol menyeberangi sungai Khuprat menuju Syria, kemudian melintasi Sinai.
Selanjutnya pada masa pemerintahan Ghazan, yakni raja yang ketujuh Dinasti Ilkhan, ia mulai memperhatikan perkembangan peradaban. Ia seorang pelindung ilmu pengetahuan dan sastra. Oleh karena itu ia membangun semacam biara untuk para Darwis, perguruan tinggi untuk mazhab Syafi’I dan Hanafi, sebuah perpustakaan, observatorium dan gedung-gedung umum lainnya (Yatim, 1998:117).
E. Sebab-sebab Kemunduran Bangsa Mongol
• Kekalahan pasukan Mongol di bawah panglima Kitbugha atas pasukan Mamalik di bwah panglima Qutuz.
Panglima tentara Mongol, Kitbugha, mengirim utusan ke Mesir meminta supaya Sultan Qutuz yang menjadi raja kerajaan Mamalik untuk menyerah. Permintaan itu ditolak oleh Qutuz dan utusan Kitbugha tersebut dibunuhnya. Tindakan Qutuz itu menimbulkan kemarahan dikalangan tentara Mongol. Kitbugha kemudian melintas Jordania menuju Galilei. Pasukan ini bertemu dengan pasukan Mamalik yang dipimpin langsung oleh Qutuz. Pertempuran dahsyat terjadi sehingga pasukan Mamalik berhasil menghancurkan tentara Mongol pada tanggal 3 September 1260 M. Hal inilah yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Mongol di Cina.
• Pada saat Mongol diperintah oleh Abu Sa’id 1317-1335 M), terjadi bencana kelaparan yang sangat menyedihkan dan angina topan dengan hujan es yang mendatangkan malapetaka. Kerajaan Ilkhan yang didirikan Hulagu Khan akhirnya terpecah belah sepeninggal Abu Sa’id dan masing-masing pecahan saling memerangi. Akhirnya mereka semua ditaklukkan oleh Timur Lenk (Hassan, 1989:312).
BAB III
PENUTUP
Sejarah perjalanan umat Islam memiliki kekhasan tersendiri pada setiap daerah yang didudukinya. Islam memiliki sejarah panjang dan variasi model penyebaran yang unik dan berliku. Dalam perspektif Barat, Islam tidak lebih dari sebuah ajaran yang diperjuangkan dengan darah dan pedang. Namun sebaliknya justru Islam telah melakukan pembebasan bagi masyarakat lokal yang ditindas atas hegemoni dua imperium besar saat itu : Persia dan Romawi, yang menghisap dan menteror masyarakat-masyarakat daerah yang dikuasai dari persoalan politik, ekonomi, social, budaya, dan Agama. Dengan demikian, kehadiran Islam sebagai agama pembebas bagi ketertindasan tersebut, justru dinanti dan diharapkan. Akan tetapi tidak sedikit pula Islam hadir di tengah masyarakat dengan penetration pasifique, karena Islam mampu mendialogkan ajaran agama dengan realitas masyarakat setempat. Salah satu contoh kebangkitan kekuatan muslim adalah berhasilnya menanamkan anasir ajaran tauhid di kalangan Mongol. Peristiwa itu menarik untuk dikaji lebih dalam, karena Bangsa Mongol adalah suku bangsa yang besar dan memiliki pengaruh signifikan di kawasan Asia Tengah dan sekitarnya. Sejarah Islam di kalangan Mongol, dalam banyak hal berbeda dengan sejarah Islam di belahan dunia lain. Mongol, dengan dunianya, akhirnya mampu menerima dan meyakini akidah islamiah sebagai pilihan hidup. Lebih jauh pada beberapa periode Islam, ternyata mampu menjadi spirit dan dasar hokum yang berlaku sebuah institusi kekuasaan. Teramat mengherankan, jika sekelompok suku bangsa yang keras, akhirnya menerima kehadiran Islam tanpa harus dibarengi dengan konflik yang berarti. Pada tahapan tertentu, Islam yang ada di Mongol sama dengan Islam yang ada di India dan Indonesia. Resisten konflik yang ditimbulkannya dalam ruang budaya, social, dan politik relative kecil dibandingkan dengan kehadiran Islam di Asia Barat, Afrika Utara,dan Andalusia.
Kehancuran peradaban Islam (Abbasiah 1258 M) tidak bisa terlepas dari serangan Mongol, Hulagu Khan yang membumi hanguskan Baghdad (1258 M). pada level ini, barangkali Mongol adalah musuh utama bagi Islam kekhalifaahan Abbasiah. Tetapi 40 tahun berikutnya, cicit dari Hulagu, Ghazan Khan membangun kembali peradaban Islam, namun tidak di Asia Bart, melainkan di Sentral Asia, Persia, dan sekitarnya. Ghazan Khan merupakan bagian dari sejarah Dinasti lkhan, tidak hanya itu peradaban Islam di kalangan Mongol, juga ditorehkan oleh penguasa-penguasa Mongol yang lain. Mereka tersebar dalam tiga generasi, yaitu masa Dinasti Caghthai, Golden Horde, dan Ilkhan. Kemajuan pengetahuan, Arsitektur, ekonomi, system administrasi pemerintahan, dan banyak hal lainnya menjadi sumbangan yang tak ternilai bagi sejarah peradaban Umat Islam. Namun dari ketiga dinasti Islam di kalangan Mongol ini, masa Ilkhanlah yang paling maju dalam membangun peradaban Islam.
Sejarah dari ketiga dinasti Islam di kalangan Mongol, berdiri dan membangun peradaban sama dengan dinasti Islam yang lain, penuh intrik,fitnah, dan jading mempertaruhkan darah dan nyawa sekalipun. Namun demikian, sejarah Islam Mongol memiliki keunikan dibanding dengan dinasti-dinasti Islam di belahan dunia manapun, terutama di Asia Barat. Karena secara geneologis, mereka memang tidak berangkat dri keturunan Islam Arab. Tetapi peradaban yang dihasilkan dapat disejajarkan dengan hasil kebudayan dengan dinasti-dinasti di Arab dan India.
Mengkaji sejarah Mongol-Islam, perlu dikembangkan. Mereka memiliki peradaban yang baik bagi teladan umat Islam saat ini dan yang akan datang. Keberhasilan mereka mampu dijadikan cermin, ruang dialektika yang akademis, dan proposional mengenai sejarah Islam di kalangan Mongol senantiasa dikembangkan oleh peneliti lain, sehingga dapat memperkaya pengetahuan kita, khususnya di kalangan Mongol.
DAFTAR PUSTAKA
- Abdul, Karim. Islam di Asia Tengah ( Sejarah Dinasti Mongol- Islam ). ( Yogyakarta: Bagaskara,2006 )
- Badri, Yarim. Sejarah Peradaban Islam ( Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006 )
- Musrifah, Sunanto. Sejarah Islam Klasik ( Jakarta: Prenada Media, 2003 )
- http://www.google.co.id/gwt/n?u=http%3A%2F%muhlis.files.wordpress.com%2F2007%2F08%2Fperadaban-islam-mongol-trukl-syafawi.pdf&-gwt-pg=0&hl=in&source=m
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi
Tugas SPI
Dosen Pengampu : Bp. Mahbub
Disusun Oleh :
1. Khoirul Yudi Setiawan
2. Maya Supra Hapsari
3. Mita Susanti
4. M.Hermansyah
5. M.Zainal Abidin
Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri
Surakarta
2009
BAB I
PENDAHULUAN
Setiap bangsa pastilah memiliki sejarah masa lalunya, beserta hasil peradaban saat itu. Sebagaimana dengan peradaban-peradaban di dunia, bangsa Mongol pun memiliki kekayaan sejarah dan kebudayaan yang tak ternilai sumbangannya terhadap peradaban dunia pada umumnya dan Islam pada khususnya. Dalam pengetahuan sejarah, bangsa Mongol mulai muncul pada akhir abad XII dan awal abad XIII M. Hal itu terungkap dalam buku Genghis Khan, the Congueror Emperor of Au Men, dan beberapa sumber Persia dan China. Bangsa Mongol pada mulanya merupakan entitasmasyarakat yang mendiami hutan Siberia dan Mongolia luar. Mereka menempati wilayah diantara gurun pasir Gobi dan danau Baikal. Meraka adalah salah satu anak rumpun dari bangsa Tartar.
Bangsa Mongol, hidup sebagai pengembara dan tinggal di perkemahan. Merka hidup sederhana. Mereka hidup sederhana dengan cara berburu binatang dan menggembala domba. Mereka hidup dengan tidak bersih. Sebagian besar diantara mereka menyembah matahari saat terbit. Bangsa tersebut tidak beradab, namun pemberani, sabar, tahan sakit dan tekanan dari musuh dengan fisik yang kuat, yang paling menonjol dari mereka sangat patuh kepada kepala suku atau pimpinan. Pada tahun 1206 dalam Quriltay ( sidang kepala suku bangsa Mongol ), dihasilkan kesepakatan untuk mengangkat Chenghis Khan sebagai pemimpin tertinggi bangsa Mongol. Nama Chenghis Khan sebenarnya adalah gelar bagi Temujin / Temucin anak dari pemimpin atau khan Bangsa Mongol yang dalam sejarah bernama Yesugey Ba’atur ( W. 1175M ). Dalam masa kepemimpinan, Chenghis Khan menyempurnakan moral masyarakatnya dengan undang-undang social yang dibuatnya, yakni Ulang Yassa / ulang yasa / asaq / yassa / yasa. Peraturan tersebut antara lain dimaksudkan untuk memberi landasan yang kokoh bagi bangsanya guna menghadapi tantangan dan memperluas wilayahnya, baik ke China maupun ke negeri-negeri Islam, bahkan ambisinya untuk dapat menguasaidunia, sebagaimanadirinya dijuluki sebagai Alexander For Asia.
Sepeninggal Chenghis Khan daerah kekeuasaan yang sangat luas, dibagi kepada empat anaknya : Jochi, Chaghtai, Oghtai dan Touly, dan dia menunjuk anak ke tiga ( Oghtay )sebagai khan Agung. Sementara itu anak pertamanya Jochi berhasil menguasai lembah sungai Voigha dan Siberia yang dipimpin oleh anak pertamnya yang bernama batu, dan Batu inilah yang merintis dunia kipcak atau dengan nama lain Golden Horde’. Pada perkembangan berikutnya mereka masuk Islam dan mampu menaklukkan Rusia, Polandia dan sekitarnya. Chogtai putra ke-II nya, menyerbu Asia Tengah, ia ikut bersama. Atas nama Chogtai dinasti Mongol di asia tengah ini dikenal sebagai dinasti Chogtai. Pemimpin kalangan mongol chogtai yang pertama kali masuk islam adalah cicit dari chogtai atau anak dari ichu mangguki yang bernamaMubarrak. Pada perkembangan berikutnya dinasti ini mengalami kemunduran ditandai dengan sering bergantinya pemimpin hingga 17 kali, dan dengan konflik itu dimanfaatkan secara baik oleh Timurlang untuk memegang kekuasaan. Timur ini merupakan keturunan Chengis dari garis ibunya. Sementara dari garis ayahnya merupakan keturunan Turki.
Dinasti baru rintisan Batu, Golden Horde’ berkembang pesat, mengubur hasil-hasil peradaban yang pernah ada sebelumnya. Mereka berhasil membangun peradaban yang tinggi. Golden Horde’ ini mencapai puncak kejayaan dalam waktu yang lama yang dipimpin diantaranya oleh Berce, Tokhramis dan Uzbeg Khan. Dinasti ini bertahan sampai tahun 1502 M dan runtuh karena kalah dengan kekuasaan Persia. Putra bungsu Chengis, Touly adalah pemimpin besar. Putranya, Hulagu khan yang kemudian hari melahirkan dinasti ilkhan. Setelah Touly wafat, dinasti ini dipimpin oleh Hulogu, abogha dan Tagudar. Dan setelah Tagudar masuk islam dia berganti nama Ahmad. Selanjutnya pada generasi V dari Chengis khan ( penguasa Ilkhan VII ). Gazhan khan, peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dan periode ini merupakan masa keemasan setelah kehancuran Baghdad.
BAB II
ISI
A. Asal- Usul Bangsa Mongol
Bangsa Mongol berada diwilayah pegunungan Mongolia, berbatasan dengan Cina di selatan, Turkestan di barat, Manchuria di Timur dan Siberia di sebelah utara ( Ambari, 1993:97 ). Kebanyakan dari mereka mendiami padan stepa yang membentang diantara pegunungan Ural sampai pegunungan Altai di Asia Tengah, dan mendiami hutan Siberia dan Mongol disekitar Danau Baikal ( Bosworth, 1993:187 ).
Dalam rentang waktu yang relative panjang, kehidupan bangsa Mongol tetap sederhana mereka mendirikan perkemahan dan berpindah dari satu tempat ketempat yang lain, menggembala kambing, berburu. Mereka hidup dari hasil perdagangan tradisional yaitu mempertukarkan bangsa Turki dan Cina yang menjadi tetangga mereka. Kesehariannya, sebagaiamana dipredikatkan pada sifat nomad, mereka mempunyai sifat kasar, suka berperang, berani mati dalam mewujudkan keinginan dan ambisi politiknya. Namun, mereka sangat patuh dan taat pada pimpinannya dalam satu bingkai agama Syamaniyah, yaitu kepercayaan yang menyembah binatang-binatang dan matahari terbit ( Yatim, 2003: 111-112 ).
Namun demikian, ada satu pendapat yang mengatakan bahwa bangsa Mongol bukanlah suku nomad sebagaimana dimaksud, tetapi satu bangsa yang memiliki ketangkasan berkuda yang mampu menaklukkan stepa ke stepa, akibatnya kehidupan mereka berpindah-pindah mengikuti wilayah taklukannya dibawah kepemimpinan seorang Khan. Khan yang pertama dari bangsa Mongol itu adalah Yesugey, ayah Chinggis atau Jengis.
Runtut etniknya berasal dari nenek moyang yang bernama Alanja Khan yang dikaruniai dua orang putra kembar yaitu Tartar dan Mongol. Dari kedua putra ini melahirkan dua keturunan bangsa, yaitu Mongol dan Tartar. Dari yang pertama lahirlah seorang bernama Ilkhan yang kemudian hari menjadi pemimpin bangsa Mongol.
Pada masa kerajaan Mongol dipimpin oleh Ilkhan dan Tartar oleh Sanja Khan, keduanya berselisih hingga perselisihannya membawa kepada peperangan yang berakhir dengan kemenangan Sanja Khan dari Tartar. Maka kerajaan Mongol selanjutnya berada dibawah kekuasaan Tartar. Kemudian setalah kerajaan Mongol kuat kembali, mereka menggulingkan kekuatan Tartar dan tampil sebagai penguasa kerajaan-kerajaan yang ada.
Kehancuran dari serangan bangsa Mongol. Jengis Khan juga mengutus anak-anaknya yaitu Tulii untuk menaklukkan Khurasan dan Juchi dan Changhatai untuk menaklukkan wilayah Sri Darya bawah dan Kahwarizm ( Bosworth, 1993: 177 )
Sebelum Jengis Khan meninggal dunia tahu 1227 M, ia membagikan wilayah yang begitu luas kepada ke empat anaknya. Pertama, adalah Juchi anak sulungnya menduduki wilayah Siberia bagian barat dan stepa Qipchaq termasuk juga Khawarizm. Sebelum ia dapat memimpin wilayah tersebut ia meninggal dunia sebelum jengis Khan. Tetapi warisan wilayah itu telah diberikan kepada anaknya yaitu Batu dan Orda.
Kedua adalah Chagatay. Wilayahnya meliputi Transoxania sampai ke Turkistan Timur atau Turkistan Cina. Keturunan Chagatay yang ada du barat yaitu Tarnsoxania telah masuk kedalam kawasan pengaruh islam, tetapi kemudian dapat dikalahkan Timur Lenk. Dari Turkistan Timur ia meluaskan daerah ke Serimechye Ili, Tien syan di Tarim. Mereka tidak terpengaruh Islam tetapi ikut dalam penyebaran Islam di Turkistan Cina abad XVII
Ketiga adalah Ogotai. Ia terpilih menjadi Khan Agung menggantikan Jengis Khan. Setelah mencapai dua generasi, ke-Khan-an Tertinggi disebut keturunan Tohey.
Keempat adalah Tulii. Ia menerima daerah Mongolia. Bersama dengan anak-anaknyaMongke dan Qubilay Khan. Mongke tetap berthan di Mongolia sebagai Khan Agung dengan ibukota Qaraqarum dan Qubilay Khan memerintah di Cina yang terkenal dengan Dinasti Yuan sampai avbad XIV. Kemudian digantikan oleh dinasti Ming yang beragama Budha yang berpusat di Beijing kemudian mereka bertikai dengan ke-Khan-an Islam di Barat dan Rusia. Hulagu Khan saudara Qubilay Khan menyerang daerah-daerah Islam sampai Bagdad.
Setelah Hulagu menaklukkan Bagdad ia mendirikan kerajaan Ilkhaniyah di Persia atas nama pemerintahan Khan Agung di Mongolia dan Cina dengan gelar Ilkhan dan membunuh Khalifah terakhir Abbasiyah al Mu’tasim ( 13 Februari 1258 ). Bagdad dan daerah-daerah yang ditaklukkan Hulagu selanjutnya diperintah oleh Dinasti Ilkhan. Ilkhan adalah gelar yang diberikan kepada Hulagu ( Nasution, 1985:80 ). Umat Islam dengan demikian dipimpin oleh Hulagu Khan, seorang raja yang beragama Syamanism. Hulagu memerintah sampai tahun 1265 M kemudian diganti oleh anaknya Abaga hingga tahun 1282 M. ia beragama KRISTEN Nestorian dan bersekutu dengan KRISTEN Eropa, Armenia Cilicia untuk melawan Mameluk dan saudara-saudaranya dari dinasti Horde keemasan yang didirikan Batu anak dari Juchi yang beragama Islam.
Setelah kematian Qubilay Khan (1294 M), maka wilayah kekuasaannya terlepas. Mahmud Ghazan yang sudah masuk Islam memerintah Rasyid al-Din al-Thabib dan Uljaytu agar menuliskan sejarah universalnya. Dibawah pemerintahan Mahmud Ghazna bersama menterinya Rasyid al-Din al-Thabib banyak mengalami kemajuan. Penguasa terakhir Ilkhaniyah adalah Abu Said yang berdamai dengan Mameluk tahun 1323 M dan mengakhiri permusuhan antara kedua kekuasaan itu untuk merebut Syiria.
Ilkhaniyah beribukota di tbris dan Maragha yang merukoakan kota perdagangan antara Timur dan Barat. Selama seratus tahun, Ilkahniyah di Persia terpecaha menjadi kerjaan kecil seperti Muzafariyyah dan Salaghariyyah di faris, dan Jalariyyah dengan ibukota Bagdad.
Dengan kepercayaan dari saudara Moghe Khan, Hulagu dapat menguasai Persia, Irak, Caucasus dan Asia Kecil. Sebelum menaklukkan Bagdad, pada tahun 1256 M Hulagu telah menguasai pusat gerakan syi’ah di Persia Utara. Tahun 1260 M Hulagu juga menaklukkan Syiria Utara Seperti Allepo, Hama dan Hmim. Ketika Hulagu ingin menaklukkan Mesir ia dapat digagalkan oleh pasukan Mamalik Mesir di ‘Ann-Jalut di Palestina ( tahun 1260M ).
Pada abad ke-12, Mongol dipimpin oleh Yasughi Bahadar Khan. Ia mempersatukan 13 suku dari ras Mongoloid. Kemudian membentuk suatu kekuatan militer yang amat taangguh sehingga ditakuti oleh daerah-daerah sekitarnya. Sepeninggal Yasughi kerajaan dipegang olej Temujin ( 1167-1227 M) putranya sendiri yang ketika naik tahta masih berusia 13 tahun. Sekalipun relative muda ia sangat berambisi untuk menguasai wilayah diluar Mongolia. Sebelum memenuhi obseseinya itu ia melakukan konsolidasi intern dengan memperkokoh dibidang militer.
Pada tahun 1206 M, Temujin mengadakan peseta besar-besaran bersama kepala suku yang berada dalam persekutuannya yang dihadiri oleh pemuka agama dan tokoh masyarakat. Pada saat itulah para pemuka agama mengatakan bahwa “ langit “ telah memberikan gelar “ Jengiz Khan “ pada Temujin yang berarti raja yang kuat dan perkasa. Pada saat itu pula Jengiz Khan mengumumkan undang-undang yang disebut “ al-yasuk “ yang mengatur kehidupan rakyat dan semua kerajaan yang berada dalam konfederasi Mongol.
Dalam memenuhi obsesinya, pertama-tama ia berusaha untuk menguasai Cina. Pada Tahun 1215 M, ia dapat menduduki Peking ( Ibu kota Cina, Beijing ). Setelah itu dia konsentrasi kesebelah barat wilayah yang dihuni oleh umat Islam. Yang ia lakukan pertama, mengadakan kontak dagang dengan pihak Khawarizm sebagai uasaha untuk mengenali situasi dan kondisi kekuasaan Islam si Asia Tengah. Ala’ Uddin Muhammad Khawarizm menerima kontak diplomasi perdagangan ini dengan amat hati-hati, sehingga tidak lama kemudian para pedagang Mongol yang beroperasi dipasar utara ditangkap oleh penguasa local karena dicurigai sebagai mata-mata. Tetapi alasan yang dikemukakan oleh penguasa utara adalah [ara pedagang Mongol tersebut melakukan tindakan kasar yang merugikan pedagang setempat.
Hal ini menimbulkan reaksi yang cukup hebat dari jengiz Khan. Ia meminta Ala’ Uddin untuk menyerahkan penguasa utara tapi Ala’Uddin menolaknya. Hal ini menjadi alas an bagi Jengiz Khan untuk menyerang Dinasti Khawarizm, tetapi pertempurannya tidak membawa hasil.
Pada tahun 1220 M, Jengiz Khan bersama pasukan datang ke Bukhora untuk melakukan serangan terhadap Khawarizm dan dimenangkan pasukan Jengiz Khan, Ala’Uddin tidak mampu menahan serangan Jengiz Khan. Ia memerintah penduduk Bukhora meninggalkan kota tanpa membawa suatu apapun kecuali yang melekat di badan, bagi mereka yang membangkang dan tetap didalam kota akan dibunuh.
Selain itu mereka mengadakan pengrusakan terhadap bangunan-bangunan masjid dan madrasah, membakar kitab suci dan kitab-kitab lain yang mereka temui dalam perpustakaaan. Ibnu Asia ( sejarahwan ) menyatakan bahwa perusakan tersebut menjadikan Bukhora rata bagaikan tak pernah ada sebelumnya ( Hoeve, 1993:255 )
B. Wilayah Kekuasaan Mongol dan Dinasti Ilkhan
Perpaduan antara watak nomad dengan ketangkasannya menunggang kuda, serta keberaniaannya melawan musuh mengantarkan Bangsa Mongol menjadi bangsa penakluk. Terbikti banyak negara-negara di dunia yang telah ditaklukkan meliputi kawasan Cina dan negeri-negeri Islam, Khususnya ketika Mongol dipimpin oleh Jengiz Khan. Cina Bagian Barat, Tibet, ditaklukkan sekitar tahun 1213 M, dan Beijing tahun 1215 M.
Tiga tahun berikutnya dia dapat menguasai kota Thurkistan yang berbatasan dengan Khawarizm syah yang menjadi wilayah Islam. Selanjutnya, secara berturut-turut Turkistan yang juga merupakan wilayah Khawarizm, Bukhara di Samarkhand dan Balk, serta kota-kota lain yang memiliki peradaban Islam yang tinggi di Asia Tengah tidak luput dari
Wilayah Ilkhaniyah yang berada di Irak, Kurdistan dan Azerbeijan diwarisi oleh Dinasti Jalayiriyah, tetapi masih memusatkan kekuasaan di Bagdad. Di masa Uways, pengganti Hasan Agung, ia dapat menaklukkan Azerbeijan, tetapi mendapat perlawanan dari Dinasti Muzaffariyah dan penguasa Horde keemasan. Tetapi mereka dapat ditaklukkan oleh Qara Qoyunlu ( Domba Hitam ) yaitu orang-orang Turkmen yang lari ke Timur akubat invasi Mongol.
Kedudukan Dinasti-Dinasti ini dapat bertahan sampai datangnya Timur Lenk yang mempersatukan mereka dengan membentuk Dinasti Timuriyah yang berpusat di Samarkand ( Glasse, 1996: 201 )
Daerah-daerah culture Islam yang ada dikawasan Arab yaitu Irak, Syiria dan Persia Barat telah ditaklukkan Mongol, tetapi Mongol sendiri telah mengikuti atau terserap dengan budaya Islam.
C. Kerajaan-Kerajaan Kekuasaan Mongol
Kerjaan ( negara-negara ) yang dikuasai Jengiz Khan pada masa itu sangatlah banyak dan memiliki empat putra maka untuk mengatur negara-negara bawahannya Jengiz Khan membagi menjadi empat bagian untuk putranya berempat.
• Putra pertama Juchi Khan, dia mendapat bagian Liberia Barat, Stepa Tarta Utara, Khawarizm. Tetapi 4 bulan berikutnya Juchi meninggal maka digantikan anaknya Batu Khan. Dialah yang menaklukkan Rusia, Polandia, Bulgaria dan Maghyar ( Eropa Timur ) dan dia bermaksud hendak menaklukkan konstatinopel pusat kerajaan Byzantium pada masa itu. Tetapi sebelum melakukan penjarahan kesana dia sudah mati.
• Putra kedua Chagatay Khan, mendapat bagian wilayah yang ke timur dari Transxania sampai Turkistan timur atau Turkistan Cina. Cabang barat keturunan Chagatay di Transoxania segera masuk kedalam lingkungan pengaruh Islam, namun ditumpabangkan oleh Timur. Cabang timurnya Seminechi dan Ili, Tien Syan. Tarim lebih tahan terhadap Islam. Namun keturunan Chagatay di timur pada akhirnya membantu menyebarkan Islam di Turkistan Cina dan mereka berada disana sampai abad ke 17.
• Putra ketiga Ogotai Khan, mendapat kekuasaan di Tartar Tengah dan Tiongkok Utara. Ogotai inilah yang menyambut gelar ayahnya yang besar “ khan “. Ogotai ini pula yang menurunkan kaisar Kubilai Khan yang terkenal dalam sejarah Tiongkok. Sejak itu yang berhak memakai gelar “ khan “ diantara mereka ialah yang jadi kaisar di tiongkok. Namun selama dua generasi ke-khan-an tertinggi jatuh ke tangan keturunan-keturunan Tulii Khan.
• Putra Keempat Tulii Kahn, kepadanya diserahkan tanah Iran, Khurason, Kabul ( ibu kota afganistan ), juga Heartland kekaisaran mongol yaitu Mongolia itu sendiri. Yang merka kuasai meliputi daerah-daerah taklukan Cina dimana Mongol dikenal sebagai Dinasti Yuan. Dan memerintah sampai separuh abad ke 14. daya tarik cultural dan keagamaan peradaban cina ternyata kuat bagi Khan-khan agung di Peking. Mereka memeluk agama Budha dan hal ini membuka peluang pertikaian dengan khan-khan Mongol Asia BArat dan rusia yang memeluk Islam. Adalah salah satu saudara Kubilai yaitu Hulagu ( anak Tulii khan ) yang melancarkan gelombang baru penaklukkan ke dunia Islam dan mendirikan Ilkhaniyah di Persia dengan demikian ke-khan-an di Asia Barat, untuk maksud-maksud praktis tak lagi mengakui kekuasaan kahan-khan Agung di Mongolia dan Peking.
D. Kemajuan Bangsa Mongol
Pada masa pemerintahan Bahadur Khan, Mongol mengalami kemajuan yang sangat besar karena pada masa itu, Bahadur berhasil menyatukan 13 kelompok suku bangsa. Kemudian pada masa pemerintahan Hulagu Khan banyak wilayah yang telah ditaklukannya. Diantaranya adalah kota Baghdad yang pada waktu itu dipimpin oleh Khalifah al-Mu’tashim. Khalifah al-Mu’tashim tidak mampu membendung topan tentara Hulagu Khan. Selanjutnya Hulagu melanjutkan gerakannya ke Syria dan Mesir. Dari Baghdad pasukan Mongol menyeberangi sungai Khuprat menuju Syria, kemudian melintasi Sinai.
Selanjutnya pada masa pemerintahan Ghazan, yakni raja yang ketujuh Dinasti Ilkhan, ia mulai memperhatikan perkembangan peradaban. Ia seorang pelindung ilmu pengetahuan dan sastra. Oleh karena itu ia membangun semacam biara untuk para Darwis, perguruan tinggi untuk mazhab Syafi’I dan Hanafi, sebuah perpustakaan, observatorium dan gedung-gedung umum lainnya (Yatim, 1998:117).
E. Sebab-sebab Kemunduran Bangsa Mongol
• Kekalahan pasukan Mongol di bawah panglima Kitbugha atas pasukan Mamalik di bwah panglima Qutuz.
Panglima tentara Mongol, Kitbugha, mengirim utusan ke Mesir meminta supaya Sultan Qutuz yang menjadi raja kerajaan Mamalik untuk menyerah. Permintaan itu ditolak oleh Qutuz dan utusan Kitbugha tersebut dibunuhnya. Tindakan Qutuz itu menimbulkan kemarahan dikalangan tentara Mongol. Kitbugha kemudian melintas Jordania menuju Galilei. Pasukan ini bertemu dengan pasukan Mamalik yang dipimpin langsung oleh Qutuz. Pertempuran dahsyat terjadi sehingga pasukan Mamalik berhasil menghancurkan tentara Mongol pada tanggal 3 September 1260 M. Hal inilah yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Mongol di Cina.
• Pada saat Mongol diperintah oleh Abu Sa’id 1317-1335 M), terjadi bencana kelaparan yang sangat menyedihkan dan angina topan dengan hujan es yang mendatangkan malapetaka. Kerajaan Ilkhan yang didirikan Hulagu Khan akhirnya terpecah belah sepeninggal Abu Sa’id dan masing-masing pecahan saling memerangi. Akhirnya mereka semua ditaklukkan oleh Timur Lenk (Hassan, 1989:312).
BAB III
PENUTUP
Sejarah perjalanan umat Islam memiliki kekhasan tersendiri pada setiap daerah yang didudukinya. Islam memiliki sejarah panjang dan variasi model penyebaran yang unik dan berliku. Dalam perspektif Barat, Islam tidak lebih dari sebuah ajaran yang diperjuangkan dengan darah dan pedang. Namun sebaliknya justru Islam telah melakukan pembebasan bagi masyarakat lokal yang ditindas atas hegemoni dua imperium besar saat itu : Persia dan Romawi, yang menghisap dan menteror masyarakat-masyarakat daerah yang dikuasai dari persoalan politik, ekonomi, social, budaya, dan Agama. Dengan demikian, kehadiran Islam sebagai agama pembebas bagi ketertindasan tersebut, justru dinanti dan diharapkan. Akan tetapi tidak sedikit pula Islam hadir di tengah masyarakat dengan penetration pasifique, karena Islam mampu mendialogkan ajaran agama dengan realitas masyarakat setempat. Salah satu contoh kebangkitan kekuatan muslim adalah berhasilnya menanamkan anasir ajaran tauhid di kalangan Mongol. Peristiwa itu menarik untuk dikaji lebih dalam, karena Bangsa Mongol adalah suku bangsa yang besar dan memiliki pengaruh signifikan di kawasan Asia Tengah dan sekitarnya. Sejarah Islam di kalangan Mongol, dalam banyak hal berbeda dengan sejarah Islam di belahan dunia lain. Mongol, dengan dunianya, akhirnya mampu menerima dan meyakini akidah islamiah sebagai pilihan hidup. Lebih jauh pada beberapa periode Islam, ternyata mampu menjadi spirit dan dasar hokum yang berlaku sebuah institusi kekuasaan. Teramat mengherankan, jika sekelompok suku bangsa yang keras, akhirnya menerima kehadiran Islam tanpa harus dibarengi dengan konflik yang berarti. Pada tahapan tertentu, Islam yang ada di Mongol sama dengan Islam yang ada di India dan Indonesia. Resisten konflik yang ditimbulkannya dalam ruang budaya, social, dan politik relative kecil dibandingkan dengan kehadiran Islam di Asia Barat, Afrika Utara,dan Andalusia.
Kehancuran peradaban Islam (Abbasiah 1258 M) tidak bisa terlepas dari serangan Mongol, Hulagu Khan yang membumi hanguskan Baghdad (1258 M). pada level ini, barangkali Mongol adalah musuh utama bagi Islam kekhalifaahan Abbasiah. Tetapi 40 tahun berikutnya, cicit dari Hulagu, Ghazan Khan membangun kembali peradaban Islam, namun tidak di Asia Bart, melainkan di Sentral Asia, Persia, dan sekitarnya. Ghazan Khan merupakan bagian dari sejarah Dinasti lkhan, tidak hanya itu peradaban Islam di kalangan Mongol, juga ditorehkan oleh penguasa-penguasa Mongol yang lain. Mereka tersebar dalam tiga generasi, yaitu masa Dinasti Caghthai, Golden Horde, dan Ilkhan. Kemajuan pengetahuan, Arsitektur, ekonomi, system administrasi pemerintahan, dan banyak hal lainnya menjadi sumbangan yang tak ternilai bagi sejarah peradaban Umat Islam. Namun dari ketiga dinasti Islam di kalangan Mongol ini, masa Ilkhanlah yang paling maju dalam membangun peradaban Islam.
Sejarah dari ketiga dinasti Islam di kalangan Mongol, berdiri dan membangun peradaban sama dengan dinasti Islam yang lain, penuh intrik,fitnah, dan jading mempertaruhkan darah dan nyawa sekalipun. Namun demikian, sejarah Islam Mongol memiliki keunikan dibanding dengan dinasti-dinasti Islam di belahan dunia manapun, terutama di Asia Barat. Karena secara geneologis, mereka memang tidak berangkat dri keturunan Islam Arab. Tetapi peradaban yang dihasilkan dapat disejajarkan dengan hasil kebudayan dengan dinasti-dinasti di Arab dan India.
Mengkaji sejarah Mongol-Islam, perlu dikembangkan. Mereka memiliki peradaban yang baik bagi teladan umat Islam saat ini dan yang akan datang. Keberhasilan mereka mampu dijadikan cermin, ruang dialektika yang akademis, dan proposional mengenai sejarah Islam di kalangan Mongol senantiasa dikembangkan oleh peneliti lain, sehingga dapat memperkaya pengetahuan kita, khususnya di kalangan Mongol.
DAFTAR PUSTAKA
- Abdul, Karim. Islam di Asia Tengah ( Sejarah Dinasti Mongol- Islam ). ( Yogyakarta: Bagaskara,2006 )
- Badri, Yarim. Sejarah Peradaban Islam ( Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006 )
- Musrifah, Sunanto. Sejarah Islam Klasik ( Jakarta: Prenada Media, 2003 )
- http://www.google.co.id/gwt/n?u=http%3A%2F%muhlis.files.wordpress.com%2F2007%2F08%2Fperadaban-islam-mongol-trukl-syafawi.pdf&-gwt-pg=0&hl=in&source=m
khawarij
Disusun
Oleh :
Setia Setiawan
Sodiq Mahfud
Suwanto
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2009
PENDAHULUAN
Secara etimologis khawarij berasal dari bahasa arab ,yaitu “kharaja” yang berarti keluar, muncul, timbul, atau berontak. Berdaarkan pengertian etimologi ini pula, khawarij berarti setiap mulim yang ingin keluar dari kesatuan umat islam.
Adapun yang diamksud khawarij dalam terminologis yaiotu satu sekte/ kelompok/ aliran yang menjadi pengikut Ali bin Abi Tholib yang keluar dari barisan Ali dan meninggalkannya karena mereka tidak sepakat dengan keputusan Ali tentang pelaksanaan Tahkim atau Arbitrase,dalam perang Siffin paa tahun 37 H atau 648 M, dengan kelompok Bughoh (pemberontak) MUawwiyah bin Abi Sofyanperihal persengketaan khilafah.
KHAWARIJ
LATAR BELAKANG
Khawarij adalah salah satu nama aliran di dalam pembahasan ilmu kalam. Mengapa dibamakan khawarij :
1. Golongan ini keluar dari barisan Ali bin Abi Tholib. Mereka sebenarnya pengikut Ali, kaeana tidak setuju dengan tahkim atau arbitrase sebagai jalan keluar dala penyelesaian persengketaan tentang kholifah dengan Muawiyah bin Abi Sofyan.
2. Khawarij berasal dari kata “khoroja” yang berarti keluar. Mengandung maksud bahwa mereka (sebagian pengikut Ali ) keluar dari barisan Ali.
3. Adanya nama Khawarij, didasarkan pada Q.S. An-Nisa : 100:
………………………………………………………………………………
“ Barang siapa keluar dari rumah mereka dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rosulnya”
Khawarij sering disebut “ Haruriyyah “. Kata ini bermula dari suatu desa di Kuffah, Irak. Tempat berkumpulnya mereka tang jumlahnya sekitar 12.000 orang. Mereka memilih Imam yaitu Abdullah bin Wahhab Arrosyidi.
Munculnya Khawarij yang memisahkan diri dari kekhalifahan Ali yang sah mencerminkan pergeseran persoalan dari politik ( kholifah ) menjadi masalah agama. Sebab mereka mengangap Ali telah berdosa dan telah menyeleweng dari ketentuan agama Islam.
Perlawanan khawarij tidak hanya kepada Ali saja akan tetapi pada islam yang sah. Baik bani Umayah maupun bani Abasiyah. Karena mereka dianggap dinasti yang menyeleweng dari ketentuan agama islam.
Utsman dianggap juga menyeleweng sejak tahun ke-7 dari masa kekholifahannya. Sedangkan Ali sejak peristiwa tahkim.
DOKTRIN-DOKTRIN KHAWARIJ
1. Khalifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat islam.
2. Khalifah tidak harus dari keturunan arab. Dengan demikian setiap muslim berhak menjadi khalifah apabila sudah memeuhi syarat.
3. Khalifah dipilih secara permanent selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syariat islam. Ia harus dijatuhkan dan / dibunuh bila melakukan kezaliman.
4. Khalifah sebelum Ali ( Abu Bakar, Umar dan Utsman ) dianggap sah. Tetapi setelah tahun ketuju utsman dianggap menyeleweng.
5. Khalifah Ali adalah sah, setelah arbitrase (tahkim) beliau dianggap menyeleweng.
6. Muawiyah dan Amru bin Ash serta Abu Musa Al Asy’ary juga dianggap menyeleweng.
7. Pasukan perang jamal yang melawan Ali adalah kafir.
8. Seorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim sehingga harus dibunuh ,karena murtad. Yang sangat anarkis, mereka juga menganggap seorang muslim dapat menjadi kafir lantaran tidak mau membunuh seorang muslim yang telah berubah menjadi kafir/ murtad.dan iapun juga harus dibunuh.
9. Seorang harus berhijrah dan bergabung dengan golongannya. Bila ia tidak mau , ia wajib diperangi karena hidup dalam dor al harb( Negara musuh), sedang golongan mereka sendiri dianggap berada dalam dor al islam (Negara islam).
10. Seorang harus menghindari dari pemimpin yang melenceng.
11. Adanya Wa’ad dan Wa’id (orang yang harus masuk jannah dan yang harus masuk neraka).
12. Amar ma;ruf nahi munkar.
13. Memalingkan ayat-ayat yang mutasyabihat(samara)
14. Al Qur’an adalah makhluk.
15. Manusia bebas memutuskan perbuatannya ,bukan dari Allah.
Doktrin diatas dapat dikategorikan ke dalam 3 kategori : pilitik (1-7), teologi (8-11), dan social (10-15).
PERKEMBANGAN KHAWARIJ
Perkembangan khawarij telah menjadikan imamah-khalifah(politik) sebagai dioktrin sentral yang memicu adanya doktrin-doktrin teologis. Radikalitas yang melekat pada watak dan perbuatan kelompok khawarij menyebabkan kel;ompok mereka sangat rentan akan terjadinya perpecahan-perpecahan, baik secara internal kaum khawarij sendiri , maupun secara eksternal dengan sesame kelompok islam lainnya.
Sekte- Sekte Yang Muncul Yaitu:
1. Almuhakkimah
Terdiri dari pengikut Ali , kaum khawarij asli. Prinsip utamanya adalah soal arbitrase. Ali, Muawiyah, Amru Bin Ash Abu Musa Al Asy’ary dan semua yang menyetujui adanya arbitrase adalah dianggap dosa besar dan kafir
2. Azzariqoh
Yaitu generasi khawarij yang terbesar setelah Muhakkiamah mengalami kahancuran. Golongan ini dipimpin oleh Ibnu Al Azraq. Maka nama pemimpi itu kemudian dijadikan sebutan golongan ini yaitu Azzariqoh. Belar pemimpin mereka adalah ( Nafi Bin al Azraq ).disebut amirul mukminin.
Wilayah kekuasaannya yaitu antara Iraq-Iran. Nafi meninggal pada tahun 686 M da;lam pertampuran di Iraq. Pemikiran dari Azzariqoh radikal. Kecenderungan persoalan yang dilontarkan adalah masalah Musyrik. Ada beberapa kriteria yang disepakati digolongkan musyrik. Yaitu :
• Semua orang islam yang tak sepaham dengan golongannya.
• Sepaham tapi tidak mau berhijrah.
• Golongan yang tidak mau hidup di lingkungan mereka.
Proses masuk golongan ini yaitu dengan dihadapkan dengan seorang tawanan, maka jika tawanan ini dia bunuh maka dia akan diterima. Namun jika tawanan itu tidak dibunuh maka ia tidak diterima. Dan sebaliknya, maka ia malah harus dibunuh dengan dipenggal kepalanya.
3. Najdat
Paham Azzariqoh berkembang, tetapi karena pendapatnya yang terlalu ekstreem, maka timbullah golongan lain , Najdat. Golongan ini tidak setuju atas faham Azzariqoh yang menyatakan bahwa orang-orang azraqi yqang tidak mau berhijrah masuk lingkungannya adalah kafir.
Golongan ini dipimpin oleh Najdah Ibnu Amir Al Hanafi dari Yamamah.
Pokok-pokok pendapat mereka :
• Pelaku dosa besar bukan kafir dan tidak kekal di neraka. Bila golongannya melakukan dosa besar maka akan mendapat siksa yang kemudian akan ke surga.
• Dosa kecil akan bisa berubah menjadi dosa besar bila dilakukan secara terus menerus dan pelakunya bisa menjadi Musyrik.
• Tiap muslim wajib ma’rifatullah dan ma’rifaturrosul, dan segala yang diwahyukan kepadanya. Orang yang tidak mengetahui tidak diampuni.
• Seorang yang mengerjakan hal haram dan tidak mengetahui keharamannya, maka dapat di ma’fu.
• Muslim harus mengetahui haramnya membunuh muslim lainnya.
• Faham taqiyah “merahasiakan “ dan tifak menyatakan keyakinan untuk keamanan diri seseorang . bentuk taqiyah yaitu dengan [erkataan dan perbuatan. Missal bila seseorang secara lahiriyahnya bukan islam ,tetapi selama hakikinya ia tetap mengesakan Allah maka ia tetap islam.
Perpecahan Najdah.
Sebab perpecahan :
• Dosa besar bisa berubah menjadi dosa besar.
• Dosa besar tidak membuat pengikutnya menjadi kafir.
• Pembagian gonimah (rampasan perang).
• Najdah bersikap lunak terhadap kholifah Abdul Malik Bin Marwan dari dinasti Umayyah.
Karenanya para pendukung Najdah (semula ) menjadi musuhnya. Abu Fudaik dan Rosyid melawan Najdah. Dan Najdah erpenggal lehernya .dan Atiyah pergi melarikan diri menuju ke sajistan di Iraq.
4. Ajjaridah
Didirikan oleh Abdul Karim bin Ajrad. Menurut syahrasti ia adalah teman dari Atiyah al Hanafi.
Beberapa pemikirannya :
• Berhijrah bukan suatu kewajiban , tetapi suatu kebajikan.
• Kaum Ajjaridah tidak wajib hidup di lingkungannya.
• Harta rampasan yang boleh diambil adalah harta orang yang mati terbunuh.
• Tidak ada dosa turun remurun dari seorang ayah yang musyrik kepada seorang anak.
• Surat Yusuf bukan bagian dari Al Qur’an, karena berisi/ membawakan masalah percintaaan. Dan menurutnya Al Qur’ an tidak mungkin membawakannya.
Ajjaridah pecah menjadi 2 golongan, yaitu :
1. Maimuniyah
Mereka berpendapat bahwa baik dan buruknya amal perbuatan manusia timbul dari kemauan dan kekuasaan manusia sendiri.
2. Asy-Syu’aibiyah
Mereka berpendapat bahwa Allah adalah sumber dari segala perbuatan manusia. Dengan demikian, manusia hanya menjalankan kehendak Allah saja, dan mereka tidak bisa menolak sama sekali.
5. Surfiyah
Dipimpin oleh Ziad Ibnu Al Asfar. Golongan ini mirip dengan golongan Azzariqoh yang terkenal dengan ke-ekstriman-nya. Namun mereka tidak se-ekstrim Azzariqoh.
Pendapat paham Surfiyah :
• Tidak setuju bila anak-anak kaum musyrik dibunuh.
• Kaum mu’min yang tidak hijrah tidaklah digolongkan kafir.
• Daerah islam di luar Surfiyah bukan daerah yang harus diperangi. Namun yang boleh diperangi adalah daerah kampung pemerintah.
• Dalam peperangan anak-anak dan wanita tidak boleh dijadikan tawanan.
• Orang yang berdosa besar tidak musyrik.
• Dosa besar dibagi menjadi 2 bagian :
a. Dengan sangsi di dunia dan tidak ada sanksinya seperti zina, mencuri,membunuh.
b. Dengan sanksi di akhirat seperti puasa,zakat, salat.
• Kufur ada 2 macam :
a. Kufur inkar Ni’mah ( inkar ni’mah)
b. Kufur inkar Rububiyah (inkar Allah)
• Bagi orang yang melakukan taqiyah diperbolehkan hanya dalam bentuk perkataan dan tidak boleh berbentuk amal perbuatan. Namuin apabila taqiyah dilakukan dalam bentuk perbuatan untuk keamanan diri 9 seperti perempuan islam boleh kawin dengan laki-laki kafir di daerah bukan islam), maka taqiyah seperti ini boleh dilakukan.
6. Ibadiyah
Dipimpin oleh Abdullah ibnu Ibad dan termasuk aaliran paling moderat disbanding golongan khawarij lainnya. Golonmgan ini muncul setelah memisahkan diri dari Azzariqoh. Abdullah Ibnu Ibad tidak mau membantu memerangi pemerintah bani Umayyah atas ajakan Azzariqoh. Bahkan hubungannya dengan Umayyah ( Khalifah Abdul Mlik Bin Marwan ) sangat baik. Kelanjutannya dari hubungan baik ini sampai generasi Ibadiyah berikutnya.
Ajaran-Ajaran Ibadiyah
• Muslim yang tidak sepaham tidak mukmin dan tidak pula musyrik, tetapi kafir. Membunuhnya haram dan syahadatnya dapat diterima.
• Daerah tauhid yaitu daerah yang mengesakan Allah tidak boleh diperangi, walaupun daerah itu ditempati oleh muslim yang tidak sepaham. Daerah kafit yang harus diperangi yaitu daerah pemerintah.
• Muslim yang berdosa besar dan masih mengesakan Allah bukan mukmin. Bila kafir maka hanya kafir ni’mah, bukan kafir millah(Agama) maka tidak keluar dari islam.
• Harta rampasan perang hanyalah kuda dan senjata.
Paham ibadiyah di atas menunjukkan kemoderatannya dibanding lainnya. Sifat inilah yang membuatnya mampu bertahan lebih lama. Sampai sekarang masih mampu dibuktikan / ditemukan di daerah Afrika Utara, Arabia Selatan dan sebagainya.
7. Assalabiyah
Harun Nasution megidentifikasikan beberapa indikasi aliran yang dapat dikategorikan sebagai aliran Khawarij, yaitu sebagai berikut :
1. Mudah mengkafirkan orang yang tidak segolongan dengan golongannya, walaupun orang itu adalah penganut agama islam.
2. Islam yang benar yaitu islam yang mereka fahami dan amalkan, sedangkan islam sebagaimana yang difahami dan diamalkan golongan lain adalah tidak benar.
3. Orang-orang islam yang tersesat dan menjadi kafir perlu dibawa kembali ke Islam yang sebenarnya, yaitu islam yang mereka fahami dan mereka amalkan.
4. Karena pemerintah dan ulama yang tidak sefaham dengan mereka adalah sesat, maka mereka memilih imam dari golongan mereka sendiri. Yakni imam dalam arti pemuka agama dan pemuka pemrintah.
5. Mereka bersifat fanatic dan tidak segan-segan menggunakan kekerasan dan membunuh untuk mencapai tuuan mereka.
PENUTUP
Peristiwa Tahkim yang justru merugikan pihak Ali , mengakibatkan banyak pengikut Ali telah ingkar yang kemudian hari disebut kaum Khawarij. Oleh karena itu umat Islam pada saat itu terbagi menjadi 3 golongan :
1. Bani Umayah dan penduduknya dipimpin oleh Mu’ awiyyah.
2. Syiah atau pendukung Ali, yaitu golongan yang mendukung Khalifah Ali.
3. Khawarij yang menjadi lawan kedua aprtai tersebut.
Kaum khawarij elalu berusaha untuk merebut masa islam dari pengikut Ali, Mu’awiyah dan Amir. Sebab mereka yakin bahwa ketiga pemimpin ini adalah merupakan sumber dari pergolakan. Pergolakan tekad mereka adalah membunuh ketiga tokoh tersebut. Pada tanggal 20 amadhan 40 H(660 M), salah seorang Khawarij telah berhasil membunuh Ali di masjid Kuffah, yang berarti pula mengakhiri massa pemerintahan Khulafaurrosyidin.
sejarah perkembangan islam
SEJARAH PERADABAN ISLAM
MASA ROSULULLAH SAW
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi
Tugas Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu :Hj.Khoiriyah, M. Ag
Disusun oleh:
1.Setya setyawan (26.08.3.1.149)
2.Shodiq Mahfudz (26.08.3.1.150)
3. Siti Aminah (26.08.3.1.151)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
TAHUN AJARAN 2008/2009
Islam di Kawasan Kebudayaan Arab
Oleh DR. Ali Mufrodi
Hak cipta pada pengarang
Hak penerbitan pada Logos Wacana Ilmu
Desain sampul: Salimi Ahmad
Diterbitkan oleh: Logos Wacana Ilmu
Bukit Pamulang Indah v Blok A-4/2, Telp. 7434778, 7493747
Pamulang Timur, Ciputat 15417
Cetakan I: Ramadhan 1417 H./ Januari 1997 m.
LWI: 008
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak
sebagian atau seluruhisi buku ini tanpa
izin dari penerbit.
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Mufrodi, Ali
Islam di Kawasan Kebudayaan Arab / Mufrodi Ali.
-Cet. 1-Jakarta: Logos, !997.
171 Hlm: 15x21,5 cm
Bibligiografi
Indeks.
ISBN 979-626-025-5
1. Islam –Sejarah I. Judul
297.9
A.Silsilah Nabi Muhammad SAW
Muhammad lahir tanggal 12 Rabiul Awal atau 20 April 571 (syalabi) atu Agustus 570 (haekal), Ketika Abrahah , raja Yaman dengan pasukan bergajah menyerbu Ka’bah, sehinga tahun itu dinamakan tahun Gajah. Ia adalah putra Abdullah bin Abdul Muthalib yang telah meninggal ketika putranya itu lahir. Sebagai penjaga Ka’bah, Abdul Muthalib mempunyai tugas menyediakan air minum bagi jama’ah haji yang diambilkan dari banyak telaga yang jauh dari kota Makkah. Tentu tugas itu berat baginya sehingga ia bernadzar, kalaulah ia dikaruniai putra banyak yang akan dapat meringkan bebannya maka ia akan mengorbankan satu diantara mereka di depan berhala yang mengitari Ka’bah Apa yang diinginkannya itu rupanya terkabul, segeralah ia mengumpulkan para putrannya untuk melaksanakan nadzar tersebut, dan diundilah siapa yang menjadi korban. Ternyata yang menjadi korban adalah Abdullah, putra eksayangan Abdul Mutalib. Sebelum melaksanakan nadzar itu dinasehatkan untuk pergi ke ahli nujum di Khaibar guna meminta nasihat. Ahli nujum itu menasehatkan untuk mengundi antara Abdullah dengan sepuluh unta. Ternyata ulangan itu sepuluh kali baru jatuh kepada unta. Berarti Abdul Mutalib harus menyenbelih 100 ekor unta sebagai ganti kurban yang jatuh pada Abdullah, daging unta dibagi-bagikan kepada fakir misin dan diberikan pada binatang. Demikianlah Abdullah selamat dari maut untuk korban bagi berhala yang bertengger di sekeliling Ka’bah.
Abdullah dikawinkan dengan Aminah Binti Wahab ia merasa gembira dengan perkawinannya itu. Tetapi kegembiraanya itu hanya berlangsung sebentar karena Abdullah meninggal di Madinah dari perjalanan pulang dari berdagang ke Syam, sehingga ketika Muhammad lahir, ia sudah menjadi yatim yang kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Sebagaimana kebiasaan orang Arab, maka Muhammad diasuh oleh Sa’diyah di pedalaman hingga umur 6 tahun. Disanalah Muhammad belajar bahasa arab yang masih murni yang menjadikan lidahnya fasih. Ketika Muhammad diajak pergi untuk berziarah ke makam ayahnya, ibunya pun meninggal di Abwa’ yang terletak antara Makkah dan Madinah yang menyebabkan ia menjadi yatim piatu. Kakeknya bertanggung jawab atas anak yang ditinggalkan kedua orang tuanya itu. Tetapi kakeknya pun meninggal ketika beliau berumur 8 tahun.
B. Diangkat sebagai Nabi dan Rosul
Ketika dalam asuhan pamannya Abui talib, Muhammad yang saat itu berumur 12 tahunikut serta pamannya berdagang ke Syam. Dalam perjalanan berdagang tersebut mereka bertemu dengan rahib bernama Bahira yang melihat tanda-tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad sebagaimana yang diterangkan pada kitab sucinya. Ia menasehati agar Abu Talib jangan terlalu masuk di wilayah Syam, karena kalau orang Yahudi mengetahui tanda-tanda itu maka ia akan membunuhnya karena ia bukan dari kaumnya. Muhammad juga ikut pada perang fijar yang berlangsung antara koalisi Quraisy dan Kinanah melawan Hawazin. Waktu itu beliau berumur 14 tahun. Dinamakan fijar karena dilaksanakan di bulan-bulan yang dilarang berperang di dalamnya bagi orang-orang Arab, yakni bulan Zulka’dah, Zulhijjah, Muharram, dan RajabDari pengalaman berdagang pertama ke Syam maka beliau ingin berusaha sendiri berdagang dengan ikut membawa dagangan Khadijah ke negeri utara itu, sebelum akhirnya beliau menikah dengan Khadijah. Ketika itu beliau beruur 25 tahun sedangkan Khadijah adalah seorang janda kaya yang berumur 40 tahun. Khadijah tertarik akan pribadi Nabi Muhammad dan kejujuranya ketika membawakan dagangannya. Kalau diurut silsilahnya maka sebenarnya masih ada hubungan keluarga sebagaimana terlihat dalam silsilah terdahulu.
PERANG DALAM ISLAM
1. Perang Badar
Persoalan antara kaum muslim Madinah denga kaum Quraisy belumlah selesai. Hal itu antara lain mengenai masalah perdagangan Quraisy yang sewaktu-waktu dapat diganggu oleh kaum muslimin Madinah karena letak Madinah yang menghubungkan jalur perdagangan Syam di utara kota itu dan Makkah di selatan kota nabi tersebut. Bila kaum muslimin menghadang Quraisy maka akan merugikan pihaknya, dan inilah yang ditakutkan olehnya. Pada tahun kedua Hijriyah di bulan Ramadhan terjadilah perang Badr Al-Kubra, antara kaum muslimin Madinah dibawah pimpinan Rasulullah SAW melawan kaum Quraisydengan sebab-sebab antara lain ialah Quraisy ingin melenyapkan musuhnya padahal mereka telah merampas harta kaum muslimin di Makkah. Bila Quraisy menang maka jalur perdagangan ke utara akan aman tanpa ada ganguan seperti yang dikhawatirkan selama ini.Bila jalur perdagangan terganggu maka akan merugikan perniagaan Quraisysehingga mereka nakad memerangi kaum musliminyang sudah mulai kuat kedudukannya. Sebab langsung perang ini ialah pada saat kaum muslimin menahan kafilah Quraisy pimpinan Abu Sufyan yang mengetahui maksud kaum muslimin itu sehingga ia minta bantuan pasukan dari Makkah. Walau ia beserta kafilahnya bisa selamat sampai di Makkah melalui jalan tepi pantai laut merah, tetapi pasukan Quraisy dikirim juga ke Madinah sebanyak kira-kira 1000 orang yamg dipimpin oleh para pahlawannya antara lain Abu Jahal yamgh terutama ingin berperang. Kekuatan orang islam kira-kira 300 personil.
Medan pertempuran terjadi di dekat Sumur Badr antara Makkah dan Madinah sumur itu kepunyaan orang yang bernama Badr. Quraisy menampilkan 3 orang pahlawan kenamaan di medan laga, yakni Utbah bin Rabi’ah, Al Walid putra Utbah dan Syaibah, saudara Utbah. Mereka menantang pasukan islam yang ditampilkan 3 orang juga pilihan nabi sendiri yang mempunyai hubungan keluarga dengan musuhnya itu yakni, Ubaidah bin Haris, Hamzah, dan Ali bin Abi Talib. Pertempuran berjalan seru, debu-debu berhamburan membumbung ke udara ditambah lagi pekikan para pahlawan dan kilatan serta gemerincingnya pedangyang mendominasi keadaan. Akhirnya pertempuran dimenangkan oleh pihak muslimin, ketiga pahlawan Quraisy mati terbunuh, demikian pula Abu Jahal. Sedangkan ahlawan islam selamat selamat kecuali Ubaidah yang mendaat luka parah yang menyebabkan gugur sebagai syahid. Pasukan muslimin menewaskan 70 orang lawan dan menawan banyak musuh yang seharusnya dihukum bunuh tapi selamat atas nabi Muhammad.
Peristiwa penting yang memperlihatkan kebijaksanaan Nabi Muhammad terjadi pada saat usiannya 35 tahun. Waktu itu bangunan Kakbah rusak berat. Perbaikan Kakbah dilakukan secara gotong-royong. Para penduduk Makkah membantu ekerjaan itu dengan sukarela. Tetapi pada saat terakhir ketika pekerjaan tinggal mengangkat dan meletakkan hajar aswad di tempatnya semula, timbul perselisihan. Setiap suku berhak menjalankan tugas terakhir dan terhormat itu. Perselisihan semakin memuncak namun akhirnya para pemimpin Quraisy sepakat bahwa orang yang pertama masuk ke ka’bah melalui pintu Shafa , akan menjadi hakim untuk memutuskan perkara ini. Ternyata, orang yang pertama masuk itu adalah Muhammad. Ia pun dipercaya menjadi hakim. Ia lantas membentangkan kain dan meletakkan hajar aswad di tengah-tengah, lalu meminta seluruh kepala suku memegamg tepi kain itu dan memegamggnya ebrsama-sama. Setelah pada ketinggian tertentu, Muhammad meletakkan batu itu pada tempatnya semula. Dengan demikian, perselisihan dapat diselesaikan dengan bijaksana dan semua kepala suu merasa puas dengan cara penyelesaian seperti itu.
Kasih sayang Rosulullah SAW dan usaha diplomasi yang yang bagus dari Abu Bakar. Kemenangan yang gemilang ini diabadikan dalam Al Qur’an surat Al Imran: 123:
“Sesungguhnya Allah telah menolongmu dalam peperangan Badr, padahal saat itu kamu tiada berdaya.”
2. Perang Uhud
Perang uhud terjadi di kaki gunung uhud yamg terletak di utara Madinah pada pertengaha bulan sya’ban tahun ke-3 Hijriyah. Sebab-sebab perang adalah kaum Quraisy ingin menebus kekalahan yang dideritanya pada waktu perang Badr. Untuk persiapan perang kaum Quraisy menumpuk hartanya, tidak membelanjakannya lantaran biaya yang akan dikeluarkan tentunya besar untuk mengalahkan musuh. Mereka khawatir kalau kalah lagi dalam perang ini maka Abu Sufyan, pamimpin mereka mengumpulkan 3000 orangpemanggul senjata di bawah pimpinan Talhah bin Abi Talhah yang terdiri dari berbagai suku , antara lain suku Arab Tihamah, kinanah, Bani Al Haris, Bani Al Haun, Bani Al Mustaliq, disampping kaum Quraisy sendiri yang membawa serta para istrinya dan para wanita sebagaimana kebiasaan orang arab dalam berperang, dengan maksud pasukan laki-laki tidak lari dari medan laga. Pasukan mereka dilengkapi dengan 200 pasukan berkuda dan 3000 unta. 700 diantaranya memakai baju besi. Kabar akan menyerangnya kaum Quraisy itu sampai ke Rosulullah saw. Maka dimusyawarahkanlah diantara para sahabat Nabi saw bagaimana cara mengatasinya. Diputuskan bahwa kaum muslim akan menyongsong musuh di luar kota dengan menyiapkan 1000 pemanggul senjata tetapi sepertiga dari pasukan itu ternyata kaum munafiq di bawah pimpinan Abdullah bin Ubay yang kembali ke Madinah tidak mau meneruskan perang dengan alas an usulannya untuk bertahan di dalam kota tidak diterima oleh kaum muslimin yang cenderung menyongsong musuh di luar kota.
Nabi saw mengaturpasukan sesampainya di bukit Uhud. Lima puluh orang pemanah orang yang handal dibawah pimpinan Abdullah bin Jabir ditempatkan oleh nabi ditempat yang dapat dimasuki oleh pasukan musuh untuk memukul pasukan islam dari belakang. Kemudian mulailah perang tanding satu lawan satu sebelum pertempuran missal terjadi. Keluarlah Talhah bin Abi Talhah dari Quraisy yang dilawan oleh Ali bin Abi Talib, dan terbunuhlah Talhah. Disusul Usman saudara Talhah yang mati terbunuh di tangan Hamzah As’ad, saudara Talhah yang keluar pula, namun nasib malang ia terbunuh di tangan Ali bin Abi Talib, satu lagi saudara Talhah keluar yakni musami yang tewas juga terbunuh.
Sesaat kemudian berkobarlah pertempuran massal antara kedua pasukan besar itu. Nabi saw selalu khawatir kalau-kalau pasukan berkuda musuh pimpinan Khalid bin Al Walid masuk dari belakang dan memukul pasukan muslimin. Pada awal pertempuran kaum muslimin memperlihatkan kemenangannya. Tetapi pasukan pemanah yang di tempatkan oleh Nabi di posnya tadi meninggalkan kedudukannya lantasan silau dengan harta rampasan perangsebagaimana dilakukan dengan pasukan yang lain yang berakibat fatal. Pasukan Khalid dapat memasuki wilayah strategis tadi dang anti memukul pasukan muslimin.sehingga kacau balaulah pasukan yang dipimpin langsung oleh nabi itu yang akhirnya pasukan muslimin menderita kekalahan. Kalau dilihat kekalahan kaum muslimin ketika hamper selesai perang uhud adalah karena mereka berani melanggar perintah rosulullah untuk tidak meninggalkan tempat yang telah ditentukanya hanya lantaran mengejar duniawi, harta ramasan perang yang memeng melimpah. Walaupun mereka berusaha melawan musuhn tetapi posisi Quraisy lebih menguntungkan sehingga malapetakalah yang menimpa muslimin. Nabi sendiri mendapat luka-luka karena lemparan batu dari msuh, bahkan sempat terperosok ke dalam lubang yang sengaja dibuat oleh musuh untuk menjerumuskan kaum muslimin.
3. Perang Khandaq
Perang kandaq atau ahzabterjadi pada bulan syawal pada bulan kelima Hijriyah, bertempat di sekitar Madinah.Dinamakan ahzab atau sekutu karena Quraisy mengajak suku-suku lsin untuk bergabung, dan dikatakan kandaq karena di sekitar Madinah terutama di bagian utara kota digali parit atas usul Salman Al Farisi untuk mempertahankan dari serangan musuh. Bagian barat kota dipertahankan bersama-sama, kaum laki-laki mempertahankan kota di belakang parit , rumah-rumah saling dihubungkan dan lorog-lorong harus ditutup, sehingga kota bagian benteng yang kokoh layaknya. Kaum Quraisy memperhitungkan bahwa perang ini adalah usaha terakhir untuk enghancurkan musuh mereka setelah kemenangan mereka di perang uhud. Orang-orang Quraisy berserkutu denga orang-orang Yahudi dari Khaibar, disamping mengajak Bani Salim, Bani Asad, Gatafan , Murah, dan Asyija’.
Ketika pasukan sekutu itu sampai ke Madinah, mereka tercegang dengan adanya parit yang menganga lebar dan dalam menghalangi maksud mereka. Terpaksa mereka hanya menghamburkan anak panah yang dilepas dari busurnya tanpa mengenai sasaran, sesekali diantara mereka ada yang ingin menyeberangi parit seperti Amr tetapi ditebas oleh Ali bin Abi Talib hingga tewas. Demikian pula Ikrimah bin Abu Jahl yang nekad menyeberangi parit, dihalau oleh Ali bin Abi Talib dan dikeung oleh pasukan islam sehingga ia lari terbirit-birit. Pasukan sekutu pimpinan Quraisy itu berkemah di sekitar kota Madinah tanpa membawa hasil, maksudpun tak tercapai. Maka tersebarlah desas-desus diantara merka dan terjadilah persaingan kepemipinan seperti Abu Sufyan yang merasa sebagai panglma tertinggi Sekutu, Ibn Hins, al Haris bin auf, dan lain-lain yang memimpuin kelompoknya sendiri-sendiri.
Dalam keadaan frustasi yang demikian itu Huyai bin Ahtab dari Quraisy mendatangi pemimpin Yahudi Bani Quraidah, Ka’ab bin Asad yang telah membuat kesepakatan damai dengan Nabi, untuk dapat bergabung dengan Sekutu agar dapat bersama-sama dan memukul dan menghancurkan kaum muslin. Ka’ab menyetujui rayuan Quraisy itu dan dengan sendirinya ia berhianat terhadap Rosulullah yang telah mengikat perjanjian damai. Rupanya jalan kemenengan bagi kaum muslimin samara-samartatkala orang yang bernama Nu’aim bin Mas’ud seorang pemimpin arab yang telah masuk islam dan dating pada Rosulullah menawarkan diri untuk membantu nabi dengan cara apa saja yang diperintahkan oleh rosul.ia akan jalankan. Nabi saw memerintahkan agar ia menyembunyikan keislamannya, dan disuruh menyebarkan bibit perpecahan di kalangan sekutu, dan dikatakan oleh nabi bahwa peperngan itu ialah tipu muslihat. Maka pergilah Nu’aim kepada Bani Quraidah dan mengatakan bahwasannya Quraisy sewaktu-waktu meninggalkanmu, kalian akan mendapatkan balasan dari kaum muslimin. Oleh karena itu kalian harus minta kepastian kepada Quraisy bahwa mereka tidak akan meninggalkanmu. Dan mintalah beberapa pemimpin mereka sebagai Sandra. Kepada Quraisy Nu’aim kembali berkata bahwa Bani Quraidah telah mengadakan perjanjian damai secara rahasia dengan Muhammad, dan mereka akan meminta padamu Sandra yang akan diserahkan pada Muhammad, maka berhati-hatilah terhadap tipu daya Yahudi. Dalam waktu dekat datanglah Bani Quraidah ke pihak Quraisy meminta Sandra kepadanyayang ditolak oleh Quraisy, maka Yahudi yakin bahwa Quraisy tidak jujur. Dengan demikian terjadilah perpecahan di kalangan sekutu.
Sementara itu bertiuplah angina kencang yang memporak porandakan pasukan Sekutu menjungkir-balikkan periuk-periuk mereke dan menghamburkan debu yang memedaskan mata, yang akhirnya larilah mereka dari perkemahan itu,Allah berfirman dalam hal ini:
“Hai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah bagimu, Ketika bala tentara dating hendak menyerangmu, lalu kami kirim kepada mereka angina badai dan bala tentara yang tidak kelihatan olehmu”.(Al-Ahzab: 9)
Ayat lain mengatakan:
“Dan dienyahkanlah oleh Allah orang-orang yang kafir itu dengan penuh kegemaran dalam dada mereka, disebabkan mereka tiada mencapai suatu kebaikan pun, dan Tuhan telah menghindarkan orang-orang yang mukmin dari peperangan. Allah itu Maha Kuat Lagi Maha Perkasa”. (Al Ahzab: 25)
4. Perjanjian Hudaibiyah
Sudah lama kaum muslimin bermukim di Madinah, kira-kira enam tahun, waktu yang cukup untuk memendam rindu, kaum muslimin ingin melihat kampung halamannya dan menengok sanak saudaranya yang ditinggalkan di Makkah. Mereka merencanakan mengerjakan umrah pada bulan yang dihormati (al asyhural al hurum) bagi bangsa arab yang dilarang di dalamnya menumpahkan darah. Mereka bersama Rosuullah saw kira-kira 1000 orangberangkat ke Mekkah dengan pakaian iharm putih-putih tanpa membawa senjata kecuali pedang yang ada di sarungnya untuk membela diri di jalan. Walau demikian kaum Quraisy tidak percayakedatangan muslim tadi untuk umrah, mereka mengira bahwa kaum muslimin itu datang ke Makkah untuk berperang. Kaum Quraisy berusaha menghambat kedatangan kaum muslimin agar melewati bulan_bulan yang dihormati itu. Untuk itu Khalid bin Walid mencegat kedatangan Nabi saw. Tetapi perkiraan Khalid meleset karena kaum muslimin melewati jalan bukan yang diperkirakan oleh Khalid, sehingga pada bulan yang telah ditentukan itu mereka sudah mendekati Mekah, sampai di suatu tempat yang bernama Hudaibiyah. Rosulullah bertindak bijaksana de3ngan mengutus Usman bin Affan ke Mekah untuk membicaraka dengan Quraisy. Usman ditahan oleh Qiraisy, dan didiissukan bahwa ia dibunuh oleh musuh, maka kaum muslimin membulatkan tekad bersumpah setia untuk melawan bila terjadi perang hingga titik darah penghabisan atau menang, itulah yang dinamakan Bai’atur Ar-Ridwan. Sebagaimana dalam Al Qur’an( Surat Al-Fath:18).
Kemudian datanglah Usman membawa Hasil, yakni menghilangkan kehawatiran bagi orang Quraisy, dan diadakanlah perundingan antara kedua kelompok itu, dipihak Quraisy diwakili oleh Suhail bin Umar. Peundingan itu disebut perjanjian Hudaibiah atau Sulh Al-Hudaibiyah yang isinya:
1) Guncatan senjata antara kedua belah pihak selama 10 tahun
2) Orang Quraisy yang akan dating pada kaum muslimin dengan tidak izin walinya hendaklah ditolak oleh kaum muslimin.
3) Quraisy tidak menolak orang muslim yang kembali kepada mereka.
4) Barang siapa yang ingin membuat perjanjian dengan Muhammad diperbolehkan, juga dengan orang Quraisy diperbolehkan.
5) Kaum muslimin ditangguhkan umrohnya hingga tahun depan.
Kaum muslimin tidak puas karena tidak dapat memasuki Mekah yang tinggal sediit lagi untuk dicapainya.
5.Perang Mu’tah
Perang ini terjadi pada tahun 8H di dekat Desa Mu’tah, bagian utara jazirah Arabiyah. Sebab-sebab perang ialah bahwa dalam masa gencatan senjata antara muslim dengan Quraisy dimanfaatkan oleh Nabi untuk menyeru manusia agar mau menyeru agama islam dengan cara antara lain mengirim surat kepada raja-raja di sekitar jazirah Arabiyah. Menyiapkan pasukan untuk melindungi dakwah islam dibawah pimpinan Zaid bin Haritsah dengan 3000 personil. Gasa Sina dibantu oleh Romawi Timur dengan pasukan yang lebih besar yakni ada yang mengatakan 200 ribu orang. Khalid bin Walid pahlawan Quraisy pada perang Uhud yang telah masuk islam menaburka debu di langit hingga keadaan udara gelap, yang disangka oleh masuh sebagai bala bantuan yang dari Madinah. Padahal pasukan muslim serentak mundur bersamaan dengan hamburan debu tadi. Demikian pula musuh mereka juga mundur karena takt yang dikira bala bantuan yang datang lebih besar tinggal menghancurkan mereka. Dalam peperangan ini banyak syahid, mereka yang gugur di jalan Allah untuk membela agama islam seperti Abdullah bin abi Rawahah dan Ja’far bin Abi Talib.
PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ
Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada suatu malam, dimana beliau diisarkan Allah SWT dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina). Dari sana kemudian beliau kemudian dimi’rajkan ke Sidratul Muntaha agar dapat menyaksikan betapa besar tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
Allah SWT memerintahkan malaikat JIbril untuk membangunkan Nabi Muhammad saw dan menaikkannya di atas buraq guna melaksanakan isra’ Mi’raj. Nabi dan malaikat jibril singgah di lima tempat yaitu: kota Yarsib,Madyan, Tir Sina, Baitu Lahmi, Masjidil Aqsa,Selain itu Rasulullah pada saat melakukan isra’ Mi’raj juga diperlihatkan perumpamaan antara lain nabi melihat orang memanen padi terus-menerus,Nabi melihat kuburan yang harum baunya,dll. Pengalaman itu ibarat atau gambaran perbuatan manusia di dunia.
Peta Jazirah Arab:
HAJI WADA’
Pada tahun 10 H, Nabi keluar beserta 100.000kaum muslimin melakukan ibadah haji . khutbah Nabi di dekat bukit Arafah menjadi pusaka abadi bagi umat islam.Dalam khutbah itu nabi menyatakan landasan-landasan dan peraturan agama islam ,serta menyerukan persamaan diantara manusia. Ketika itu turunlah wahyu:
Artinya:”Hari ini telah kami sempurnakan bagimu agamamu dan telah kami cukupkan nikmat kami atasmu dan kami nyatakan keridhaan bagimu islam menjadi agamamu” (AL Maidah:3)
Haji kali ini diberi nama “Haji Wada’ “(Perpisahan) karena inilah ibadah hari Rosulullah yang terakhir dan sempurnalah kerasulan Nabi Muhammad saw.
Sejarahn Islam
(al Mucthar)
Untuk kelas 1
KMI Pondok KMI Gontor
H. Mahmud Aziz
Cetakan ke-15
Muharrom-1421/ April 2000
Alrights Reserved
Darusalam Press
Pondok Modern Gontor Ponorogo
Indonesia
ARAB ZAMAN ISLAM
Kelahiran Muhammad saw
Beliau dilahirkan pada tanggal 12 rabiul awal tahun gajah(‘amul fiil)yang bertepatan pada tanggal 20 April 571 M. Dinamakan tahun gajah karena pada waktu itu GuebrnurAbrahah menyerang Mekah Untuk meruntuhkan Kakbah. Namun penyerangan mereka mengalami kegagalan karena Allah mengirim burung ababil untuk menghentikan penyerangan Abrahah. Beliau lahir dari keluarga miskin tapi terhormat dan disegani.Muhammad kecil adalah yatim piatu, ayahnya wafat sebelulm lahir dan ibunya wafat ketika ia berumur 6 tahun. Setelah ibunya wafat ia diasuh oleh kakeknya,setelah wafat kemudian beliau diasuh oleh pamannya yaitu Abu Talib.
MASA REMAJA
Setelah kakeknya wafat, Muhammad mengemala kambing di Makah. Setelah itu ia berniaga ke Syam (Siria) Ia dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur, sehingga mendapatkan gelar Al Amin(yang jujur dan benar).Dari perniagaan ia kenal dengan Khadijah binti Khuwailid. Kemudian ia menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun sedangkan khadijah berusia 40 tahun.
PENGANGKATAN MUHAMMAD SEBAGAI ROSUL
Wahyu pertama
Semenjak kecil Nabi Muhammad gemar sekali menyendiri. Ia tidak pernah mengikuti orang Quraisy yan menyembah berhala. Pada suatu hari Muhammad berkhalawat menenangkan diri di gua Hira, Tiba-tiba turunlah Jibril lalu berkata:” (bacalah)
Muhammad menjawab:” (aku tidak bisa membaca), Sampai tiga kali lalu Jibril membacakan Surat (Al Alaq: 1-5)
Wahyu Kedua
Beberapa hari lamanya wahyu itu terputus datangnya, kemudian turunlah wahyu yang kedua ini memerintahkan pada Nabi Muhammadsupaya menyeru manusia kepada islam dengan menurunkan Surat (Al Mudatsir: 1-7)
TEKANAN DARI PEMBESAR QURAISY
Kekhawatiran para pembesar Quraisy
Sesungguhnya kebencian para Quraisy tidak akan timbul kalau Nabi Muhammad tida menyinggung berhala menyebabkan orang Quraisy merasa takut akan keselamatan harta bendanya, oleh karena itu Quraisy yang tidak beriman bersekutu untuk memberikan tekanan kepada nabi Muhammad dan para pengikutnay. Diantara pemuka Quraisy yang sangat membenci adalah Abu Lahab dan Abu Jahal.
Hijrah ke Habasyah (Ethiopia)
Karena tekanan dari Quraisy, Nabi dan para pengikutnya hijrah ke Habsyah (Ethiopia) pada tahun kelima kenabian beliau meskipun penduduknya menganut agamg Kristen suks menerima para pedagang dan pengungsi. Kemudian tak lama kemudian mereka kembali ke Makah. Pada tahun ketujuh dari kenabian , kaum muslimin hijrah untuk kedua kalinya ke Habasyah.
Hijrah ke Madinah(Yatsrib)
Peluang musim Haji dipergunakan nabi untuk menyiarkan dakwahnya pada orang-orang yang mengerjakan haji. Pada musim haji berikutnya jumlah mereka semakin banyak, Dengan sembunyi-sembunyi mereka meminta Nabi untuk pindah ke negeri mereka dan mereka berjanji akan melindungi Nabi, Nabi menerimanya karena orang yang melindunginya telah tiada. Begitu rencana Nabi untuk Hijrah tercium oleh pemuka Quraisy, mereka sepakat untuk membunuh Nabi Muhammad saw. Namun dengan perlindungan Allah merekaselamat.
SINAR ISLAM DI MADINAH
Muhajirin dan Anshar sebagai perisai Islam
Setelah dakwah islam telah menyeluruh di kota Madinahkemudin muncul banyak tonggak pembela islam.Beliau juga mendirikan sebuah Masjid Raya. Kaum yang menyambut hijrahnya Nabi dan para sahabatnya ini disebut dengan “Al Anshar” (penolong).
MEMBENTUK PERTAHANAN MADINAH
Setelah Nabi Muhammad selesai mengatur kota Madinah, Nabi mulai menyiapkan pertahanan untuk mempertahankan kota Madinah dari serangan orang Makkah(Quraisy), yang selalu membalas dendam kepada warga yatsrib yang telah berani melindungi Nabidan sahabatnya. Nabi terjun langsung dalam kancah peperangan yang berbuah tersebarnya agama islam di semenanjung Arabia.
PEPERANGAN MEMBELA ISLAM
Peperangan antara kaum musyrik yang hendak menghancurkan islam dan kaum muslimin yang mempertahankan islam kerap terjadi, diantara peperangan disertai Rosulullah saw, yang biasa dinamakan dengan Ghazwah dan Sariyah. Antara lain adalah:
1) Ghazwah Badar Kubra
2) Ghazwah Uhud
3) Ghazwah Kandaq
4) Perjanjian Hudaibiyah
5) Ghazwah Muktah
6) Fathu Makkah
7) Ghazwah tabuk
8) Haji Wada’
WAFATNYA ROSULULLAH
Belum genap 3 bulan sesudah Haji Wada’ itu, Rosulullah sakit, dan pada hariSenin 13 Rabi’ul Awwal 11H. bertepatan dengan 8 juli 632 M. Rosulullah pulang ke rahmatullah dalam usia 63 tahun.sesudah sempurna beliau menyampaikan kerasulan beliau dan sesudah beliau mempersatukan bangsa Arab.
SIFAT-SIFAT NABI MUHAMMAD SAW
Sifat-Sifat yang Terhimpun Pada Diri Nabi
Adapun Nabi Muhammad saw mempunyai sifat-sifat yang terpuji.Pada diri beliau berhimpun pula yang baik dan budi yang mulia, Segala akhlak yang terpuji menjadi hiasan dalam diri beliau.Beliau adalah lubuk akal lautan bidi lagi halus tutur kata. Pikiran beliau cerdas dan cemerlang. Tutur kata beliau ringkas dan hikmat.selain itu beliau juga ahli politik yang bijaksana.
Ringkasnya segala sifat yang di anugrahkan Allah kepada hambanya yang pilihan,terkumpul pada diri beliau.Sesungguhnya tepat sekali ayat Qur’an yang menyatakan kelebihan sifat rosulullah yaitu firman Allah yang artinya:”Sesungguhnya engkau ya Muhammad adalah budiman yang agung”.
MASA ROSULULLAH SAW
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi
Tugas Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu :Hj.Khoiriyah, M. Ag
Disusun oleh:
1.Setya setyawan (26.08.3.1.149)
2.Shodiq Mahfudz (26.08.3.1.150)
3. Siti Aminah (26.08.3.1.151)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
TAHUN AJARAN 2008/2009
Islam di Kawasan Kebudayaan Arab
Oleh DR. Ali Mufrodi
Hak cipta pada pengarang
Hak penerbitan pada Logos Wacana Ilmu
Desain sampul: Salimi Ahmad
Diterbitkan oleh: Logos Wacana Ilmu
Bukit Pamulang Indah v Blok A-4/2, Telp. 7434778, 7493747
Pamulang Timur, Ciputat 15417
Cetakan I: Ramadhan 1417 H./ Januari 1997 m.
LWI: 008
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak
sebagian atau seluruhisi buku ini tanpa
izin dari penerbit.
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Mufrodi, Ali
Islam di Kawasan Kebudayaan Arab / Mufrodi Ali.
-Cet. 1-Jakarta: Logos, !997.
171 Hlm: 15x21,5 cm
Bibligiografi
Indeks.
ISBN 979-626-025-5
1. Islam –Sejarah I. Judul
297.9
A.Silsilah Nabi Muhammad SAW
Muhammad lahir tanggal 12 Rabiul Awal atau 20 April 571 (syalabi) atu Agustus 570 (haekal), Ketika Abrahah , raja Yaman dengan pasukan bergajah menyerbu Ka’bah, sehinga tahun itu dinamakan tahun Gajah. Ia adalah putra Abdullah bin Abdul Muthalib yang telah meninggal ketika putranya itu lahir. Sebagai penjaga Ka’bah, Abdul Muthalib mempunyai tugas menyediakan air minum bagi jama’ah haji yang diambilkan dari banyak telaga yang jauh dari kota Makkah. Tentu tugas itu berat baginya sehingga ia bernadzar, kalaulah ia dikaruniai putra banyak yang akan dapat meringkan bebannya maka ia akan mengorbankan satu diantara mereka di depan berhala yang mengitari Ka’bah Apa yang diinginkannya itu rupanya terkabul, segeralah ia mengumpulkan para putrannya untuk melaksanakan nadzar tersebut, dan diundilah siapa yang menjadi korban. Ternyata yang menjadi korban adalah Abdullah, putra eksayangan Abdul Mutalib. Sebelum melaksanakan nadzar itu dinasehatkan untuk pergi ke ahli nujum di Khaibar guna meminta nasihat. Ahli nujum itu menasehatkan untuk mengundi antara Abdullah dengan sepuluh unta. Ternyata ulangan itu sepuluh kali baru jatuh kepada unta. Berarti Abdul Mutalib harus menyenbelih 100 ekor unta sebagai ganti kurban yang jatuh pada Abdullah, daging unta dibagi-bagikan kepada fakir misin dan diberikan pada binatang. Demikianlah Abdullah selamat dari maut untuk korban bagi berhala yang bertengger di sekeliling Ka’bah.
Abdullah dikawinkan dengan Aminah Binti Wahab ia merasa gembira dengan perkawinannya itu. Tetapi kegembiraanya itu hanya berlangsung sebentar karena Abdullah meninggal di Madinah dari perjalanan pulang dari berdagang ke Syam, sehingga ketika Muhammad lahir, ia sudah menjadi yatim yang kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Sebagaimana kebiasaan orang Arab, maka Muhammad diasuh oleh Sa’diyah di pedalaman hingga umur 6 tahun. Disanalah Muhammad belajar bahasa arab yang masih murni yang menjadikan lidahnya fasih. Ketika Muhammad diajak pergi untuk berziarah ke makam ayahnya, ibunya pun meninggal di Abwa’ yang terletak antara Makkah dan Madinah yang menyebabkan ia menjadi yatim piatu. Kakeknya bertanggung jawab atas anak yang ditinggalkan kedua orang tuanya itu. Tetapi kakeknya pun meninggal ketika beliau berumur 8 tahun.
B. Diangkat sebagai Nabi dan Rosul
Ketika dalam asuhan pamannya Abui talib, Muhammad yang saat itu berumur 12 tahunikut serta pamannya berdagang ke Syam. Dalam perjalanan berdagang tersebut mereka bertemu dengan rahib bernama Bahira yang melihat tanda-tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad sebagaimana yang diterangkan pada kitab sucinya. Ia menasehati agar Abu Talib jangan terlalu masuk di wilayah Syam, karena kalau orang Yahudi mengetahui tanda-tanda itu maka ia akan membunuhnya karena ia bukan dari kaumnya. Muhammad juga ikut pada perang fijar yang berlangsung antara koalisi Quraisy dan Kinanah melawan Hawazin. Waktu itu beliau berumur 14 tahun. Dinamakan fijar karena dilaksanakan di bulan-bulan yang dilarang berperang di dalamnya bagi orang-orang Arab, yakni bulan Zulka’dah, Zulhijjah, Muharram, dan RajabDari pengalaman berdagang pertama ke Syam maka beliau ingin berusaha sendiri berdagang dengan ikut membawa dagangan Khadijah ke negeri utara itu, sebelum akhirnya beliau menikah dengan Khadijah. Ketika itu beliau beruur 25 tahun sedangkan Khadijah adalah seorang janda kaya yang berumur 40 tahun. Khadijah tertarik akan pribadi Nabi Muhammad dan kejujuranya ketika membawakan dagangannya. Kalau diurut silsilahnya maka sebenarnya masih ada hubungan keluarga sebagaimana terlihat dalam silsilah terdahulu.
PERANG DALAM ISLAM
1. Perang Badar
Persoalan antara kaum muslim Madinah denga kaum Quraisy belumlah selesai. Hal itu antara lain mengenai masalah perdagangan Quraisy yang sewaktu-waktu dapat diganggu oleh kaum muslimin Madinah karena letak Madinah yang menghubungkan jalur perdagangan Syam di utara kota itu dan Makkah di selatan kota nabi tersebut. Bila kaum muslimin menghadang Quraisy maka akan merugikan pihaknya, dan inilah yang ditakutkan olehnya. Pada tahun kedua Hijriyah di bulan Ramadhan terjadilah perang Badr Al-Kubra, antara kaum muslimin Madinah dibawah pimpinan Rasulullah SAW melawan kaum Quraisydengan sebab-sebab antara lain ialah Quraisy ingin melenyapkan musuhnya padahal mereka telah merampas harta kaum muslimin di Makkah. Bila Quraisy menang maka jalur perdagangan ke utara akan aman tanpa ada ganguan seperti yang dikhawatirkan selama ini.Bila jalur perdagangan terganggu maka akan merugikan perniagaan Quraisysehingga mereka nakad memerangi kaum musliminyang sudah mulai kuat kedudukannya. Sebab langsung perang ini ialah pada saat kaum muslimin menahan kafilah Quraisy pimpinan Abu Sufyan yang mengetahui maksud kaum muslimin itu sehingga ia minta bantuan pasukan dari Makkah. Walau ia beserta kafilahnya bisa selamat sampai di Makkah melalui jalan tepi pantai laut merah, tetapi pasukan Quraisy dikirim juga ke Madinah sebanyak kira-kira 1000 orang yamg dipimpin oleh para pahlawannya antara lain Abu Jahal yamgh terutama ingin berperang. Kekuatan orang islam kira-kira 300 personil.
Medan pertempuran terjadi di dekat Sumur Badr antara Makkah dan Madinah sumur itu kepunyaan orang yang bernama Badr. Quraisy menampilkan 3 orang pahlawan kenamaan di medan laga, yakni Utbah bin Rabi’ah, Al Walid putra Utbah dan Syaibah, saudara Utbah. Mereka menantang pasukan islam yang ditampilkan 3 orang juga pilihan nabi sendiri yang mempunyai hubungan keluarga dengan musuhnya itu yakni, Ubaidah bin Haris, Hamzah, dan Ali bin Abi Talib. Pertempuran berjalan seru, debu-debu berhamburan membumbung ke udara ditambah lagi pekikan para pahlawan dan kilatan serta gemerincingnya pedangyang mendominasi keadaan. Akhirnya pertempuran dimenangkan oleh pihak muslimin, ketiga pahlawan Quraisy mati terbunuh, demikian pula Abu Jahal. Sedangkan ahlawan islam selamat selamat kecuali Ubaidah yang mendaat luka parah yang menyebabkan gugur sebagai syahid. Pasukan muslimin menewaskan 70 orang lawan dan menawan banyak musuh yang seharusnya dihukum bunuh tapi selamat atas nabi Muhammad.
Peristiwa penting yang memperlihatkan kebijaksanaan Nabi Muhammad terjadi pada saat usiannya 35 tahun. Waktu itu bangunan Kakbah rusak berat. Perbaikan Kakbah dilakukan secara gotong-royong. Para penduduk Makkah membantu ekerjaan itu dengan sukarela. Tetapi pada saat terakhir ketika pekerjaan tinggal mengangkat dan meletakkan hajar aswad di tempatnya semula, timbul perselisihan. Setiap suku berhak menjalankan tugas terakhir dan terhormat itu. Perselisihan semakin memuncak namun akhirnya para pemimpin Quraisy sepakat bahwa orang yang pertama masuk ke ka’bah melalui pintu Shafa , akan menjadi hakim untuk memutuskan perkara ini. Ternyata, orang yang pertama masuk itu adalah Muhammad. Ia pun dipercaya menjadi hakim. Ia lantas membentangkan kain dan meletakkan hajar aswad di tengah-tengah, lalu meminta seluruh kepala suku memegamg tepi kain itu dan memegamggnya ebrsama-sama. Setelah pada ketinggian tertentu, Muhammad meletakkan batu itu pada tempatnya semula. Dengan demikian, perselisihan dapat diselesaikan dengan bijaksana dan semua kepala suu merasa puas dengan cara penyelesaian seperti itu.
Kasih sayang Rosulullah SAW dan usaha diplomasi yang yang bagus dari Abu Bakar. Kemenangan yang gemilang ini diabadikan dalam Al Qur’an surat Al Imran: 123:
“Sesungguhnya Allah telah menolongmu dalam peperangan Badr, padahal saat itu kamu tiada berdaya.”
2. Perang Uhud
Perang uhud terjadi di kaki gunung uhud yamg terletak di utara Madinah pada pertengaha bulan sya’ban tahun ke-3 Hijriyah. Sebab-sebab perang adalah kaum Quraisy ingin menebus kekalahan yang dideritanya pada waktu perang Badr. Untuk persiapan perang kaum Quraisy menumpuk hartanya, tidak membelanjakannya lantaran biaya yang akan dikeluarkan tentunya besar untuk mengalahkan musuh. Mereka khawatir kalau kalah lagi dalam perang ini maka Abu Sufyan, pamimpin mereka mengumpulkan 3000 orangpemanggul senjata di bawah pimpinan Talhah bin Abi Talhah yang terdiri dari berbagai suku , antara lain suku Arab Tihamah, kinanah, Bani Al Haris, Bani Al Haun, Bani Al Mustaliq, disampping kaum Quraisy sendiri yang membawa serta para istrinya dan para wanita sebagaimana kebiasaan orang arab dalam berperang, dengan maksud pasukan laki-laki tidak lari dari medan laga. Pasukan mereka dilengkapi dengan 200 pasukan berkuda dan 3000 unta. 700 diantaranya memakai baju besi. Kabar akan menyerangnya kaum Quraisy itu sampai ke Rosulullah saw. Maka dimusyawarahkanlah diantara para sahabat Nabi saw bagaimana cara mengatasinya. Diputuskan bahwa kaum muslim akan menyongsong musuh di luar kota dengan menyiapkan 1000 pemanggul senjata tetapi sepertiga dari pasukan itu ternyata kaum munafiq di bawah pimpinan Abdullah bin Ubay yang kembali ke Madinah tidak mau meneruskan perang dengan alas an usulannya untuk bertahan di dalam kota tidak diterima oleh kaum muslimin yang cenderung menyongsong musuh di luar kota.
Nabi saw mengaturpasukan sesampainya di bukit Uhud. Lima puluh orang pemanah orang yang handal dibawah pimpinan Abdullah bin Jabir ditempatkan oleh nabi ditempat yang dapat dimasuki oleh pasukan musuh untuk memukul pasukan islam dari belakang. Kemudian mulailah perang tanding satu lawan satu sebelum pertempuran missal terjadi. Keluarlah Talhah bin Abi Talhah dari Quraisy yang dilawan oleh Ali bin Abi Talib, dan terbunuhlah Talhah. Disusul Usman saudara Talhah yang mati terbunuh di tangan Hamzah As’ad, saudara Talhah yang keluar pula, namun nasib malang ia terbunuh di tangan Ali bin Abi Talib, satu lagi saudara Talhah keluar yakni musami yang tewas juga terbunuh.
Sesaat kemudian berkobarlah pertempuran massal antara kedua pasukan besar itu. Nabi saw selalu khawatir kalau-kalau pasukan berkuda musuh pimpinan Khalid bin Al Walid masuk dari belakang dan memukul pasukan muslimin. Pada awal pertempuran kaum muslimin memperlihatkan kemenangannya. Tetapi pasukan pemanah yang di tempatkan oleh Nabi di posnya tadi meninggalkan kedudukannya lantasan silau dengan harta rampasan perangsebagaimana dilakukan dengan pasukan yang lain yang berakibat fatal. Pasukan Khalid dapat memasuki wilayah strategis tadi dang anti memukul pasukan muslimin.sehingga kacau balaulah pasukan yang dipimpin langsung oleh nabi itu yang akhirnya pasukan muslimin menderita kekalahan. Kalau dilihat kekalahan kaum muslimin ketika hamper selesai perang uhud adalah karena mereka berani melanggar perintah rosulullah untuk tidak meninggalkan tempat yang telah ditentukanya hanya lantaran mengejar duniawi, harta ramasan perang yang memeng melimpah. Walaupun mereka berusaha melawan musuhn tetapi posisi Quraisy lebih menguntungkan sehingga malapetakalah yang menimpa muslimin. Nabi sendiri mendapat luka-luka karena lemparan batu dari msuh, bahkan sempat terperosok ke dalam lubang yang sengaja dibuat oleh musuh untuk menjerumuskan kaum muslimin.
3. Perang Khandaq
Perang kandaq atau ahzabterjadi pada bulan syawal pada bulan kelima Hijriyah, bertempat di sekitar Madinah.Dinamakan ahzab atau sekutu karena Quraisy mengajak suku-suku lsin untuk bergabung, dan dikatakan kandaq karena di sekitar Madinah terutama di bagian utara kota digali parit atas usul Salman Al Farisi untuk mempertahankan dari serangan musuh. Bagian barat kota dipertahankan bersama-sama, kaum laki-laki mempertahankan kota di belakang parit , rumah-rumah saling dihubungkan dan lorog-lorong harus ditutup, sehingga kota bagian benteng yang kokoh layaknya. Kaum Quraisy memperhitungkan bahwa perang ini adalah usaha terakhir untuk enghancurkan musuh mereka setelah kemenangan mereka di perang uhud. Orang-orang Quraisy berserkutu denga orang-orang Yahudi dari Khaibar, disamping mengajak Bani Salim, Bani Asad, Gatafan , Murah, dan Asyija’.
Ketika pasukan sekutu itu sampai ke Madinah, mereka tercegang dengan adanya parit yang menganga lebar dan dalam menghalangi maksud mereka. Terpaksa mereka hanya menghamburkan anak panah yang dilepas dari busurnya tanpa mengenai sasaran, sesekali diantara mereka ada yang ingin menyeberangi parit seperti Amr tetapi ditebas oleh Ali bin Abi Talib hingga tewas. Demikian pula Ikrimah bin Abu Jahl yang nekad menyeberangi parit, dihalau oleh Ali bin Abi Talib dan dikeung oleh pasukan islam sehingga ia lari terbirit-birit. Pasukan sekutu pimpinan Quraisy itu berkemah di sekitar kota Madinah tanpa membawa hasil, maksudpun tak tercapai. Maka tersebarlah desas-desus diantara merka dan terjadilah persaingan kepemipinan seperti Abu Sufyan yang merasa sebagai panglma tertinggi Sekutu, Ibn Hins, al Haris bin auf, dan lain-lain yang memimpuin kelompoknya sendiri-sendiri.
Dalam keadaan frustasi yang demikian itu Huyai bin Ahtab dari Quraisy mendatangi pemimpin Yahudi Bani Quraidah, Ka’ab bin Asad yang telah membuat kesepakatan damai dengan Nabi, untuk dapat bergabung dengan Sekutu agar dapat bersama-sama dan memukul dan menghancurkan kaum muslin. Ka’ab menyetujui rayuan Quraisy itu dan dengan sendirinya ia berhianat terhadap Rosulullah yang telah mengikat perjanjian damai. Rupanya jalan kemenengan bagi kaum muslimin samara-samartatkala orang yang bernama Nu’aim bin Mas’ud seorang pemimpin arab yang telah masuk islam dan dating pada Rosulullah menawarkan diri untuk membantu nabi dengan cara apa saja yang diperintahkan oleh rosul.ia akan jalankan. Nabi saw memerintahkan agar ia menyembunyikan keislamannya, dan disuruh menyebarkan bibit perpecahan di kalangan sekutu, dan dikatakan oleh nabi bahwa peperngan itu ialah tipu muslihat. Maka pergilah Nu’aim kepada Bani Quraidah dan mengatakan bahwasannya Quraisy sewaktu-waktu meninggalkanmu, kalian akan mendapatkan balasan dari kaum muslimin. Oleh karena itu kalian harus minta kepastian kepada Quraisy bahwa mereka tidak akan meninggalkanmu. Dan mintalah beberapa pemimpin mereka sebagai Sandra. Kepada Quraisy Nu’aim kembali berkata bahwa Bani Quraidah telah mengadakan perjanjian damai secara rahasia dengan Muhammad, dan mereka akan meminta padamu Sandra yang akan diserahkan pada Muhammad, maka berhati-hatilah terhadap tipu daya Yahudi. Dalam waktu dekat datanglah Bani Quraidah ke pihak Quraisy meminta Sandra kepadanyayang ditolak oleh Quraisy, maka Yahudi yakin bahwa Quraisy tidak jujur. Dengan demikian terjadilah perpecahan di kalangan sekutu.
Sementara itu bertiuplah angina kencang yang memporak porandakan pasukan Sekutu menjungkir-balikkan periuk-periuk mereke dan menghamburkan debu yang memedaskan mata, yang akhirnya larilah mereka dari perkemahan itu,Allah berfirman dalam hal ini:
“Hai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah bagimu, Ketika bala tentara dating hendak menyerangmu, lalu kami kirim kepada mereka angina badai dan bala tentara yang tidak kelihatan olehmu”.(Al-Ahzab: 9)
Ayat lain mengatakan:
“Dan dienyahkanlah oleh Allah orang-orang yang kafir itu dengan penuh kegemaran dalam dada mereka, disebabkan mereka tiada mencapai suatu kebaikan pun, dan Tuhan telah menghindarkan orang-orang yang mukmin dari peperangan. Allah itu Maha Kuat Lagi Maha Perkasa”. (Al Ahzab: 25)
4. Perjanjian Hudaibiyah
Sudah lama kaum muslimin bermukim di Madinah, kira-kira enam tahun, waktu yang cukup untuk memendam rindu, kaum muslimin ingin melihat kampung halamannya dan menengok sanak saudaranya yang ditinggalkan di Makkah. Mereka merencanakan mengerjakan umrah pada bulan yang dihormati (al asyhural al hurum) bagi bangsa arab yang dilarang di dalamnya menumpahkan darah. Mereka bersama Rosuullah saw kira-kira 1000 orangberangkat ke Mekkah dengan pakaian iharm putih-putih tanpa membawa senjata kecuali pedang yang ada di sarungnya untuk membela diri di jalan. Walau demikian kaum Quraisy tidak percayakedatangan muslim tadi untuk umrah, mereka mengira bahwa kaum muslimin itu datang ke Makkah untuk berperang. Kaum Quraisy berusaha menghambat kedatangan kaum muslimin agar melewati bulan_bulan yang dihormati itu. Untuk itu Khalid bin Walid mencegat kedatangan Nabi saw. Tetapi perkiraan Khalid meleset karena kaum muslimin melewati jalan bukan yang diperkirakan oleh Khalid, sehingga pada bulan yang telah ditentukan itu mereka sudah mendekati Mekah, sampai di suatu tempat yang bernama Hudaibiyah. Rosulullah bertindak bijaksana de3ngan mengutus Usman bin Affan ke Mekah untuk membicaraka dengan Quraisy. Usman ditahan oleh Qiraisy, dan didiissukan bahwa ia dibunuh oleh musuh, maka kaum muslimin membulatkan tekad bersumpah setia untuk melawan bila terjadi perang hingga titik darah penghabisan atau menang, itulah yang dinamakan Bai’atur Ar-Ridwan. Sebagaimana dalam Al Qur’an( Surat Al-Fath:18).
Kemudian datanglah Usman membawa Hasil, yakni menghilangkan kehawatiran bagi orang Quraisy, dan diadakanlah perundingan antara kedua kelompok itu, dipihak Quraisy diwakili oleh Suhail bin Umar. Peundingan itu disebut perjanjian Hudaibiah atau Sulh Al-Hudaibiyah yang isinya:
1) Guncatan senjata antara kedua belah pihak selama 10 tahun
2) Orang Quraisy yang akan dating pada kaum muslimin dengan tidak izin walinya hendaklah ditolak oleh kaum muslimin.
3) Quraisy tidak menolak orang muslim yang kembali kepada mereka.
4) Barang siapa yang ingin membuat perjanjian dengan Muhammad diperbolehkan, juga dengan orang Quraisy diperbolehkan.
5) Kaum muslimin ditangguhkan umrohnya hingga tahun depan.
Kaum muslimin tidak puas karena tidak dapat memasuki Mekah yang tinggal sediit lagi untuk dicapainya.
5.Perang Mu’tah
Perang ini terjadi pada tahun 8H di dekat Desa Mu’tah, bagian utara jazirah Arabiyah. Sebab-sebab perang ialah bahwa dalam masa gencatan senjata antara muslim dengan Quraisy dimanfaatkan oleh Nabi untuk menyeru manusia agar mau menyeru agama islam dengan cara antara lain mengirim surat kepada raja-raja di sekitar jazirah Arabiyah. Menyiapkan pasukan untuk melindungi dakwah islam dibawah pimpinan Zaid bin Haritsah dengan 3000 personil. Gasa Sina dibantu oleh Romawi Timur dengan pasukan yang lebih besar yakni ada yang mengatakan 200 ribu orang. Khalid bin Walid pahlawan Quraisy pada perang Uhud yang telah masuk islam menaburka debu di langit hingga keadaan udara gelap, yang disangka oleh masuh sebagai bala bantuan yang dari Madinah. Padahal pasukan muslim serentak mundur bersamaan dengan hamburan debu tadi. Demikian pula musuh mereka juga mundur karena takt yang dikira bala bantuan yang datang lebih besar tinggal menghancurkan mereka. Dalam peperangan ini banyak syahid, mereka yang gugur di jalan Allah untuk membela agama islam seperti Abdullah bin abi Rawahah dan Ja’far bin Abi Talib.
PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ
Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada suatu malam, dimana beliau diisarkan Allah SWT dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina). Dari sana kemudian beliau kemudian dimi’rajkan ke Sidratul Muntaha agar dapat menyaksikan betapa besar tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
Allah SWT memerintahkan malaikat JIbril untuk membangunkan Nabi Muhammad saw dan menaikkannya di atas buraq guna melaksanakan isra’ Mi’raj. Nabi dan malaikat jibril singgah di lima tempat yaitu: kota Yarsib,Madyan, Tir Sina, Baitu Lahmi, Masjidil Aqsa,Selain itu Rasulullah pada saat melakukan isra’ Mi’raj juga diperlihatkan perumpamaan antara lain nabi melihat orang memanen padi terus-menerus,Nabi melihat kuburan yang harum baunya,dll. Pengalaman itu ibarat atau gambaran perbuatan manusia di dunia.
Peta Jazirah Arab:
HAJI WADA’
Pada tahun 10 H, Nabi keluar beserta 100.000kaum muslimin melakukan ibadah haji . khutbah Nabi di dekat bukit Arafah menjadi pusaka abadi bagi umat islam.Dalam khutbah itu nabi menyatakan landasan-landasan dan peraturan agama islam ,serta menyerukan persamaan diantara manusia. Ketika itu turunlah wahyu:
Artinya:”Hari ini telah kami sempurnakan bagimu agamamu dan telah kami cukupkan nikmat kami atasmu dan kami nyatakan keridhaan bagimu islam menjadi agamamu” (AL Maidah:3)
Haji kali ini diberi nama “Haji Wada’ “(Perpisahan) karena inilah ibadah hari Rosulullah yang terakhir dan sempurnalah kerasulan Nabi Muhammad saw.
Sejarahn Islam
(al Mucthar)
Untuk kelas 1
KMI Pondok KMI Gontor
H. Mahmud Aziz
Cetakan ke-15
Muharrom-1421/ April 2000
Alrights Reserved
Darusalam Press
Pondok Modern Gontor Ponorogo
Indonesia
ARAB ZAMAN ISLAM
Kelahiran Muhammad saw
Beliau dilahirkan pada tanggal 12 rabiul awal tahun gajah(‘amul fiil)yang bertepatan pada tanggal 20 April 571 M. Dinamakan tahun gajah karena pada waktu itu GuebrnurAbrahah menyerang Mekah Untuk meruntuhkan Kakbah. Namun penyerangan mereka mengalami kegagalan karena Allah mengirim burung ababil untuk menghentikan penyerangan Abrahah. Beliau lahir dari keluarga miskin tapi terhormat dan disegani.Muhammad kecil adalah yatim piatu, ayahnya wafat sebelulm lahir dan ibunya wafat ketika ia berumur 6 tahun. Setelah ibunya wafat ia diasuh oleh kakeknya,setelah wafat kemudian beliau diasuh oleh pamannya yaitu Abu Talib.
MASA REMAJA
Setelah kakeknya wafat, Muhammad mengemala kambing di Makah. Setelah itu ia berniaga ke Syam (Siria) Ia dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur, sehingga mendapatkan gelar Al Amin(yang jujur dan benar).Dari perniagaan ia kenal dengan Khadijah binti Khuwailid. Kemudian ia menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun sedangkan khadijah berusia 40 tahun.
PENGANGKATAN MUHAMMAD SEBAGAI ROSUL
Wahyu pertama
Semenjak kecil Nabi Muhammad gemar sekali menyendiri. Ia tidak pernah mengikuti orang Quraisy yan menyembah berhala. Pada suatu hari Muhammad berkhalawat menenangkan diri di gua Hira, Tiba-tiba turunlah Jibril lalu berkata:” (bacalah)
Muhammad menjawab:” (aku tidak bisa membaca), Sampai tiga kali lalu Jibril membacakan Surat (Al Alaq: 1-5)
Wahyu Kedua
Beberapa hari lamanya wahyu itu terputus datangnya, kemudian turunlah wahyu yang kedua ini memerintahkan pada Nabi Muhammadsupaya menyeru manusia kepada islam dengan menurunkan Surat (Al Mudatsir: 1-7)
TEKANAN DARI PEMBESAR QURAISY
Kekhawatiran para pembesar Quraisy
Sesungguhnya kebencian para Quraisy tidak akan timbul kalau Nabi Muhammad tida menyinggung berhala menyebabkan orang Quraisy merasa takut akan keselamatan harta bendanya, oleh karena itu Quraisy yang tidak beriman bersekutu untuk memberikan tekanan kepada nabi Muhammad dan para pengikutnay. Diantara pemuka Quraisy yang sangat membenci adalah Abu Lahab dan Abu Jahal.
Hijrah ke Habasyah (Ethiopia)
Karena tekanan dari Quraisy, Nabi dan para pengikutnya hijrah ke Habsyah (Ethiopia) pada tahun kelima kenabian beliau meskipun penduduknya menganut agamg Kristen suks menerima para pedagang dan pengungsi. Kemudian tak lama kemudian mereka kembali ke Makah. Pada tahun ketujuh dari kenabian , kaum muslimin hijrah untuk kedua kalinya ke Habasyah.
Hijrah ke Madinah(Yatsrib)
Peluang musim Haji dipergunakan nabi untuk menyiarkan dakwahnya pada orang-orang yang mengerjakan haji. Pada musim haji berikutnya jumlah mereka semakin banyak, Dengan sembunyi-sembunyi mereka meminta Nabi untuk pindah ke negeri mereka dan mereka berjanji akan melindungi Nabi, Nabi menerimanya karena orang yang melindunginya telah tiada. Begitu rencana Nabi untuk Hijrah tercium oleh pemuka Quraisy, mereka sepakat untuk membunuh Nabi Muhammad saw. Namun dengan perlindungan Allah merekaselamat.
SINAR ISLAM DI MADINAH
Muhajirin dan Anshar sebagai perisai Islam
Setelah dakwah islam telah menyeluruh di kota Madinahkemudin muncul banyak tonggak pembela islam.Beliau juga mendirikan sebuah Masjid Raya. Kaum yang menyambut hijrahnya Nabi dan para sahabatnya ini disebut dengan “Al Anshar” (penolong).
MEMBENTUK PERTAHANAN MADINAH
Setelah Nabi Muhammad selesai mengatur kota Madinah, Nabi mulai menyiapkan pertahanan untuk mempertahankan kota Madinah dari serangan orang Makkah(Quraisy), yang selalu membalas dendam kepada warga yatsrib yang telah berani melindungi Nabidan sahabatnya. Nabi terjun langsung dalam kancah peperangan yang berbuah tersebarnya agama islam di semenanjung Arabia.
PEPERANGAN MEMBELA ISLAM
Peperangan antara kaum musyrik yang hendak menghancurkan islam dan kaum muslimin yang mempertahankan islam kerap terjadi, diantara peperangan disertai Rosulullah saw, yang biasa dinamakan dengan Ghazwah dan Sariyah. Antara lain adalah:
1) Ghazwah Badar Kubra
2) Ghazwah Uhud
3) Ghazwah Kandaq
4) Perjanjian Hudaibiyah
5) Ghazwah Muktah
6) Fathu Makkah
7) Ghazwah tabuk
8) Haji Wada’
WAFATNYA ROSULULLAH
Belum genap 3 bulan sesudah Haji Wada’ itu, Rosulullah sakit, dan pada hariSenin 13 Rabi’ul Awwal 11H. bertepatan dengan 8 juli 632 M. Rosulullah pulang ke rahmatullah dalam usia 63 tahun.sesudah sempurna beliau menyampaikan kerasulan beliau dan sesudah beliau mempersatukan bangsa Arab.
SIFAT-SIFAT NABI MUHAMMAD SAW
Sifat-Sifat yang Terhimpun Pada Diri Nabi
Adapun Nabi Muhammad saw mempunyai sifat-sifat yang terpuji.Pada diri beliau berhimpun pula yang baik dan budi yang mulia, Segala akhlak yang terpuji menjadi hiasan dalam diri beliau.Beliau adalah lubuk akal lautan bidi lagi halus tutur kata. Pikiran beliau cerdas dan cemerlang. Tutur kata beliau ringkas dan hikmat.selain itu beliau juga ahli politik yang bijaksana.
Ringkasnya segala sifat yang di anugrahkan Allah kepada hambanya yang pilihan,terkumpul pada diri beliau.Sesungguhnya tepat sekali ayat Qur’an yang menyatakan kelebihan sifat rosulullah yaitu firman Allah yang artinya:”Sesungguhnya engkau ya Muhammad adalah budiman yang agung”.
Langganan:
Postingan (Atom)