Minggu, 01 November 2009

asas pendidikan islam











Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Ilmu Pendididkan Islam

Dosen pengampu : Abdul Ghofur,M.Ag




Disusun oleh:


1. Ita Uswatun K 26.08.3.1.077
2. Ludwyna Fitra Sofyani 26.08.3.1.089
3. MayaSupra Hapsari 26.08.3.1.093
4. Mifakul Janah 26.08.3.1.098




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

JURUSAN TARBIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA

2008/2009


Asas-asas Pendidikan Islam
A.Pengertian Asas-Asas Pendidikan Islam
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, asas adalah dasar, suatu landasan unutk melakukan sesuatu (Departemen Pendidikan Nasional 2003). Asas juga dapat disebut dengan fondasai (Fundation). Arif rachman (2009) berpendapat, fondasi pendidikan adalah sesuatu yang memberikan dasar atau landasan terhadap penyelenggraan sistem pendidikan yang dilakukan masyarakat. Tentu saja pondasi pendidikan memuat nilai-nilai positif yang diyakini kebenarannya oleh penyelenggara pendidikan agar upaya penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan dapat berjalan sesuyai harapan.
B.Asas-asas pendidikan Islam
1. Asas-asas ideal
Abdurrahman (1995) menyampaikan empat keistimewaan dari konsep islam tentang islam yakni :
a. Pemikiran yang menjadi dasar tatanan hidup muslim sangat jelas
b. Dogma islami itu logis, rasional dan sesuai dengan fitrah intelektual, intinktif dan psikis.
c. Dogma ini disajikan secara konklusif
d. Al-qur’an menggunakan metode interogatif emosional yang menyentuh akal, perasaan, air mata, kholbu dan imajinasi ketika berulang-ulang menyebutkan ayat-ayat Allah tentang cosmos dan diri kita sendiri.
Pandangan islam terhadap manusia, alam dan kehidupan.
a. Manusia
1. hakikat dan asal penciptaan manusia
Asal-usul kejadianmanusia menurut agama islam berbeda dengan pendapat asli filsafat antropologi terutama pendapat ahli kenamaan seperti Darwin dan lain-lain. (Zakiah Darajat : 1984)
Qs. An-Nisa ) : 1
“ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan darinya Allah menciptakan isterinya dan dari keduanya Allah mengembangkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang dengan namanya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah ) hubungan silaturahm. Sesunggunya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. “
Apabila kita meneliti ayat tersebut, jelas bagi kita bahwa mansuia yang beraneka ragam warna kulit dan bahasa masih satu keturunan yakni adam dan hawa.
Menurut Abdurrahman ( 1995 ) hakikat manusia berpangkal pada dua asal : asal yang jauh yaitu kejadian dari tanah ketika Allah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkannya roh ciptaannya kepadanya. Dan asal yang dekat yaitu kejadian yang kedua dari nuthfah.
Q.S. As Sajdah : 7 – 9
“ yang membuat segala sesuatu yang dia ciptakan sebaik-naiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kenudian dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh ( ciptaan )-Nya, dan dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan hati (tetapi ) kalian sdiki sekali bersyukur.”
Selain ayat tersebut, masih banyak ayat yang menjelaskan tentang kejadian manusia.
QS. Al-Hijr : 28-29 QS. Az Aumar : 6
QS. Al-Thariq : 6-7 AS> al-Mu’min : 12 - 14
QS. Yasin : 77

2. Manusisa Makhluk yang dimuliakan
Allah memberi manusia keistimewaan –keistimewaan dan ciri-ciri yang menyebbkan ia berhak mengatasi makhluk-makhluk lain. (Hasan langgulung : 1987). QS> Al-Isra’ : 70
“dan sesungguhnya telak Kmi muliakan ana-anak Adam. Kami angkat mereka di daratan dan dilautan, Kami beri mereka rizki dan yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengna kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mekhluk yang telah Kami ciptakan,” juga terdapat dalam QS. : al-Hajj : 65 dan QS az Zukhruf : 13

3. Manusia makhluk yang dapat membedakan dan memilih
Manusia bebas memilih untuk beriman atau kafir (Syarah bayan Tarbiyah)
Qs. Al Balad 10
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan”.

(1591: dua jalan ialah kebajikan dan jalan kejahatan)
Terdapat pula pada QS. Ad Dahr : 3 ;QS. At Taghabun : 2 ; QS. Al Kahfi : 29.

4. Kemuliaan dan kelebihan Manusia
QS. An Nahl : 78
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”.
Pendapat Abul A’la maududi dalam al Manhaful Islam al Jadid yang dikutip oleh Abdurahman (1998) bahwa pendengaran bertugas memelihara ilmu pengetahuan yang telah ditemukan oleh orang-orang lain. Penglihatan bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan dengan menambahkan hasil penelitian dari segala noda darinya.
Kemampuan lain adalah lisan dan kemampuan bicara QS> al-Balad : 8-9 ; dan QS. Ar Rahman : 1-4
5. Tanggung jajwab dan Balasannya
Tanggung jawab manusia adalah sebagai wakil Allah di bumi atau kholfah
QS. Al ahzab : 72-73.
Manusai harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuataannya hanya kepada Allah. Allah akan mengadili seluruh perbuatan manusia di hari kiamat nanti, untuk masuk surga atau neraka (khursid Ahmad: 1974)
6. Tugas paling luhur manusia adalah beribadah kepada Allah. QS. Ad-dzariyat : 56.
b. Alam
1. Seluruh alam adalah makhluk Allah
Menurut Hasan Langgulung (1987) yang dimaksud alam adalah segala sesuatu yang selain Allah yang terdiri dari makhluk-makhlu materi dan bukan materi.
QS. Ad Dhukhan : 38-39
QS. Al Ahqaf : 3
QS. Az zumar ; 67
2. Tunduknya alam kepada sunnah Allah dengan ketentuan-ketentuannya.
QS. Yasin : 37-40 QS al Hijr : 19-21
QS. Al Isra’ : 12 QS. Al An’am :96
3. Keteraturan dan kekuasaan Allah dalam menjalankan alam semesta.
Alam dengan segala elemen-elemen undurnya adalah berubah dan selalu bergerak menurut aturan dan tujuan yang telah digariskan oleh pencipta dan khaliqnya. (Hasan Langgulung)
QS. Al Hajj : 65 ;QS. Fathir : 41 ; QS. Ar ru : 25 ;
QS.Al-an’am :61
4. kehidupan manusia tunduk kepada sunnah kemasyarakatan
QS. A—Ra’ad : 10-11 QS. Ali Imron : 187
5. Seluruh alam tunduk kepada sunnah kemasyarakatan
6. Nikmat dan karunia Allah bagi masnuia
QS. Ibrahim : 32-34 QS an nbahl : 12-18
Dampak Edukatif :
Dalam bukunya Abdurrahman (1995) menyampaikan dampak dari mempelajari alam dipandangan islam.
a. hubungan seorang muslim dengan al Khaliq serta dengan tujuan hidup yang tertinggi yaitu beribadah kepada Allah.
b. Mendidik manusai agar bersungguh-sungguh
c. Mendidik unutk teliti dan dapat mempertimbangkan segala sesuatu dengan analogi
d. Mendidik dan memperhalus segala sesuatu denga analogi
e. Mendidik dan memperhalus hati mnusi.
C.Kehidupan
7. Permulaan kehidupan dan kedududkannya sebagai tempat cabaan dan ujian.
QS. :al-Hijr : 30-31
Qs. Al A’raf : 27
8. Gambaran al-Qur’an tentang kehidupan alam
a. Dunia hanya kesenangan sementara QS. Al baqarah : 86
b. Dunia penuh dengan ujian dan cobaan QS. Ali imron :14
c. Orang muslim boleh menikmati dunia sesuai batas QS. alQashash : 77
d. Dunia adalah alam yang berundang-undang QS. Al-A’raf : 32
e. Masa dunia sangat singkat QS. Tha ha : 102-104
f. Dunia tempat untuk bersungguh-sungguh QS. Al Hadid : 20
g. Dunia adalah tempat bermain-main dan sendau gurau QS. Al-hadid : 20.
Dampak Edukatif :
Menurut Abdurrahman (1995)
a). Membiasakan sundjek didik unutk melakukan hal-hal positif bagi kehidupan.
b). pendidikan kesabaran melalui pemberiam tuigas dan sekolah atau diluar sekolah.

2.Asas-asas Ta’abbudiyah
1.Makna Ibadah
Rahasia ibadah ini terletak pada azas bahwa keseluruhannya diikat dengan satu makna yang menyatukan segala dorongan manusia dan individu masyarakat Muslim. Rahasia itu adalah penghambaan kepada Allah SWT, semata, sertahanya menerima ajaran dan perintah Allah saja, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat.
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (63)
“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
2.Dampak Edukatif
a. Ibadah mendidik diri untuk selalu berkesadaran berfikir
b. Ibadah menanamkan hubungan dengan jamaah muslim
c. Menanamkan kemuliaan dalam diri
d. Mendidik keutuhan selaku umat islam yang berderah diri kepada Al-Khaliq
e. Mendidik keutamaan
f. Membekali manusia dengan kekuatan rohaniah
g. Memperbaharui diri dengan taubat

D.Asas-asas Tasyri’i
Menurut al-Qur’an, ayara’ adalah :
a.pemberlakuan ajaran ialam
b. penjelas aqidah yang wajib diilhami
c. penjelas ibadah kepada Allahmenurut asasnya
d. Sandaran perintah dan laranagn yang ditetapkan, yang dikhususkan hanya kepada Allah semata.
Barangsiapa memperkenankan dirinya untuk membuat syari’at, atau menaati yang tidak disyari’atkan Allah, berarti dia telah menyekutukan Allah dengan tuhan yang lain. Sehubungan dengan ini, Allah Ta’ala melikiskan orang yang membuet-buat syari’at itu (musyarri) sebagai berikut :
اشْتَرَوْا بِآَيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (9)
“Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu”.
1. Dampak Syari’at terhadap pendidikan beerpikir
Syari’at islam merupakan salah satu asas pendidikan islam yang agung. Menurut makna Qurani-nya yang luas, syari’atadalah penjelas akidah, ibadah, pengatur kehidupan, serta pembatas dan pengatur seluruh hubungan insiniah
a. Syri’at adalah asas berpikir yang mencakup segala konsep berpikir tentang alam, kehidupan dan manusai.
b. Syari’at menetapkan kaidah dan tatanan tingkah laku kerapian, keteraturan, amanat, akhlak yang luhur, kesistematisan, kesadaran yang sehat, dan berpikir sebelum melakuakn segala segala yang dikehendakinya, yakni membuat keputusan sebelum melakukan.
c. Syari’at mendidik Kaum Muslimin supaya berpikir logis dengan jalan mengistimbath hukum-hukum.
d. Untuk memahami syai’at islam dibutuhkan kemampuan baca – tulis, membaca al-Qur’an dan memikirkan hukum serta maknanya.
Inilah sebagian ciri khas syari’at Islam dilihat dari aspek berpikir dan dampaknya yang terpenting terhadap pendidikan akal Muslim. Dampak tersebut terlihat dalam kemampuan untuk:

1). berpikiran luas, karena dia memandang din dan kehidupannya secara utuh dan berkaitan dengan konsepsinya yang menyeluruh tentang alam ini serta seluruh aspek duniawi dan ukhrawi, sebagaimana diajarkan al-Quran kepadanya;
2) berpikiran sadar tentang segala yang diperbuat, dikatakan, dikehendaki atau ditulisnya;
3) berpikir logis dan mampu rnendeduksi, sebagaimana diajarkan al-Quran kepadanya;
4) senang kepada belajar dan mencapai hakikat-hakikat ilmiah, yang menyebabkan terwujudnya suatu masyarakat
yang memiliki kebudayaan berpikir serta sistem-sistem pengajaran dan pendidikan yang tidak dimiliki oleh masyarakat lainnya.
2. Dampak Syari’at Terhadap Pendidikan Akhlaq
Syari’at Islam mengandung nilai-nilai edukatif. Nilai-nilai terebut tampak dengan jelas dalam metodanya yang menggunakan al-targhib wat- tarhib (menyenangkan dan menakutkan), mengambil pelajaran dan sejarah, atau mengajak supaya bertaqwa dan takut kepada Allah. Oleb karena itu, kadangkala al-Quran men-ta‘liikan (memberikan alasan) hukum-hukum dengan la’allakum tattaqun (agar kalian bertaqwa) dan kadangkala dengan pembersihan dan penyucian:
اشْتَرَوْا بِآَيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (9)
“Ambillah zakat dan sebugian harta mereka. Dengan zakat itu karnu rnernbersihkan dan menyucikan mereka . .
(Q.S. 9 at-Taubah : 103)
Di samping itu Syari’at islam mengandung nilai-nilai splikasi (terapan). Nilai-nilai tersebut tampak jelas pada perintah dan larangan, pengharaman, penghalalan, pembolehan, peringatan, hudud, “uqubah, qishash, petunjuk tentang cara-cara bertransaksi tertentu seperti bejuali beli, perkawiann dan seluruh perikatan yang diwujudkan dalam prihidup dan kehidupan.
a. Syari’at merupakan pedoman noral bagi individu
b. Syari’at merupakan pedoman sosial
c. Syari’at merupakan pedoman politik
Demikianlah kita melihat, bahwa syari’at islam mendidik manusia dengan tiga metode :
a. Pedagosis-pedagosis yang lahir dalam dirinya
b. Saling menasehati antar-individu masyarakat supaya menepati kebenaran dan menetapi kesabaran.
c. Menggunakan jalur kekuasaan eksekitif untuk mengamankan hukum bagi masyarakat muslim sehinga keamanan berjalan stabil, dan masyarakat menikmati keadilan syari’at.
3. Lima kebutuhan Primer
Jumhurul fuqaha berpendapat bahwa syari’at Islam mempunyai tugas utama untuk memenuhi lima kebutuhan primer yang menjadi induk hukum far’i (cabang).Mereka menamakannya dengan adh-Dharuriyyat al-Khams (lima kebutuhan mutlak),yaitu:memelihara Agama,jiwa,harta,kehormatan dan akal.



















Daftar Pustaka

Arif Rohman, 2009. Memahami Pendidikan Dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta :
Laknsbang Mediatama

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Hasan Langgulung. 1988. Asas-asas Pendidikan Islam . jakarta : Pustaka Al-Husna

Abdurrahman an-nahlai. 1992. Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam dalam Keluarga di Sekolah dan di Masyarakat. Bandung : CV. Diponegoro

Khirsid Ahmad, dkk. 1974. Prinsip-prinsip Poko Islam. Jakarta : Rajawali Pers

Zakiah Daradjat, dkk.1984. Dasar-dasar Agama Islam. Buku Teks Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi. Jakarta : Bulan bintang.



4 komentar: